Nazrul, Penderita Tumor Pembuluh Darah

Nazrul, Penderita Tumor Pembuluh Darah

  Jumat, 12 January 2018 09:51
TUMOR : Paha kiri Nazrul mengalami tumor pembuluh darah yang semakin hari kian membesar. ISTIMEWA

Berita Terkait

Paha Kiri Kian Bengkak dan Sulit Berdiri

Muhammad Nazrul Anam, bocah berusia dua tahun satu bulan ini harus kehilangan keceriaannya. Ia harus menahan rasa sakit di pahanya. Ukuran tumornya kian membesar, menyulitkan ia berdiri.  

MARSITA RIANDINI, Pontianak. 

USIA dua tahun, berarti anak-anak umumnya mulai menguasai beberapa keterampilan fisik. Mereka mulai bisa berlari, naik turun tangga sambil berpegangan, menendang bola dan berjalan menjinjit dengan jari kaki. Mereka akan mulai mencoba memanjat apapun yang lebih tinggi.

Tapi tidak bagi Nazrul. tumor pembuluh darah di paha sebelah kiri yang dialami Nazrul kian hari kian membesar. Akibatnya, membuat ruang gerak Nazrul menjadi terbatas. Bahkan,  untuk berdiripun sangat sulit. Ia harus dipangku orang tuanya untuk duduk. 

Balita yang tinggal di Sungai Pandan, Gg Pesantren, Kelurahan Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah ini sudah terpapar tumor sejak lahir. Awalnya hanya tonjolan kecil namun lama kelamaan membesar. Bahkan saat ini sudah menjalar ke bawah perut. 

“Nazrul ini, seperti anak biasanya. Selama terkena tumor, hanya terasa gatal dikakinya. Sulit untuk berdiri dan menekuk,” ujar Abdul Edy Erwin, Sukarelawan dari Rumah Zakat yang membantu penggalangan dananya. 

Nazrul pernah dikemoterapi di RSCM sebanyak 10 kali dan dirawat selama 11 bulan. Namun keterbatasan biaya, orang tuanya pun terpaksa membawanya pulang ke Pontianak. Ayahnya, Turi bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya, Rumiati seorang ibu rumah tangga.

“Setelah dari RSCM itu , di minta konsultasi ulang. Karena uang dan harta sudah habis. Tinggal rumah yang belum terjual. Orang tua tidak sanggup lagi membawa ke RSCM Jakarta,” jelas Erwin. 

Orang tuanya juga mengalami kesulitan untuk memenuhi  keperluan Nazrul lainnya,  seperti susu khusus yang biayanya 280.000 perminggu. “Karena tidak mampu membeli susu khusus, di ganti dengan susu formula yang biasa saja,” tambahnya. 

Selama 11 bulan, upaya penyembuhan sudah dilakukan, namun belum juga pulih. Kedua orang tuanya ingin sekali membawa anaknya meneruskan kembali berobat. Berharap ada bantuan dana dari para donatur. Bantuan bisa diserahkan langsung ke alamat rumahnya, melalui Rumah Zakat Pontianak, Jl Irian Nomor 35.

“Harapan orang tua ada tangan tangan donatur yang membantu nya untuk meneruskan pengobatan Nazrul, baik operasional Nazrul untuk ke RSCM lagi, pembelian obat, pembelian susu perminggu,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait