Natal, Bupati Kunjungi Gubernur

Natal, Bupati Kunjungi Gubernur

  Sabtu, 26 December 2015 09:01
FOTO BERSAMA : Bupati Mempawah beserta istri dan Wakil bupati beserta istri berfoto bersama Gubernur Kalbar, Cornelis, dan nyonya frederika saat open house di kediaman rumah dinas Gubernur di Pontianak.

Berita Terkait

 
PONTIANAK – Bupati Ria Norsan dan istri mengunjungi Gubernur Cornelis pada open house Natal gubernur di Rumah Dinas Istana Rakyat Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (25/12). Ikut pada kunjungan itu Wakil Bupati Gusti Ramlana beserta istri dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Mempawah, termasuk beberapa camat.

 “Pada hari ini Pak Gubernur dan keluarga merayakan Natal. Beliau hendak berbagi kebahagiaan dengan mengundang seluruh masyarakat termasuk kita semua untuk hadir bersilaturahmi. Tentu ini momen istimewa di sela kesibukan beliau memimpin pembangunan daerah,” kata Ria Norsan usai kunjungan.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Gusti Ramlana. Menurutnya, kunjungan ke rumah dinas gubernur di momen Natal menjadi sarana kebersamaan para pemimpin daerah dengan masyarakat. “Pada momen ini kita yang selama ini disibukkan dengan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah bisa berkumpul dalam suasana yang lebih akrab. Begitu juga dengan masyarakat, mereka mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan para pemimpin daerah,” ujarnya.

Gubernur Cornelis menyebut open house sebagai sarana kebersamaan. Menurutnya, Hari Raya Natal adalah momentum berbagi cinta kasih dengan masyarakat.  “Momen ini untuk mendekatkan saya dan keluarga dengan masyarakat, di mana karena berbagai kesibukan selaku gubernur tidak setiap saat bisa bertemu warga,” tuturnya. “Kita ingin menciptakan kebersamaan, berbagi cinta dan kasih Natal lewat silaturahmi dan berbagi suka cita Natal dengan kesederhanaan, yakni berkumpul bersama keluarga dan masyarakat Kalimantan Barat,” tukasnya.

Berlangsung Hikmad
 
Ratusan umat kristiani di Kota Mempawah berbondong-bondong menuju ke gereja untuk melaksanakan ibadah misa natal, Kamis (24/12) malam. Mendapatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian setempat, perayaan misa natal berlangsung hikmad dan lancar.Salah satu tempat ibadah yang ramai didatangi masyarakat yakni Gereja Katolik Santo Petrus Mempawah yang terletak di Jalan Teratai Pasar Mempawah. Ketua Paroki Stasi Mempawah, Paulus Yohanes Marutis kepada Pontianak Post mengungkapkan perayaan natal tahun ini mengangkat tema ‘Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah’.

“Tema itu  bermakna menciptakan suasana kebersamaan dan keharmonisan hidup umat manusia dimuka bumi ini dengan meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah,” terang Paulus.Memaknai peraayaan natal 2015 ini, Paulus menilai dititikberatkan pada hubungan sosial umat manusia yang lebih bermutu dan berkualitas. Sehingga akan terciptakan harmonisasi dan kerukunan hidup manusia di bumi.

“Umat kristiani harus senantiasa mengedepankan sikap toleransi sebagaimana telah diajarkan Yesus sejak dulu. Terutama toleransi terhadap masyarakat yang kurang mampu dan kaum majusi yang menyembahnya,” tuturnya.Kemudian, sambung Paulus, umat kristiani senantiasa diajarkan untuk menampilkan gaya atau pola hidup penuh kesederhanaan. Artinya, umat katolik harus mengesampingkan hidup hura-hura dan pesta pora yang tidak memberikan manfaat yang baik untuk diri sendiri dan masyarakat lainnya.

“Semakin tinggi tingkat keimanan kita, maka semakin berbela rasa pula terhadap sesama manusia. Bukan hanya berbela rasa dengan sesama umat kristiani saja, melainkan dengan umat agama lainnya dan alam semesta ini,” tegasnya.
Sebab, imbuh dia, saat ini terlihat umat manusia mulai mengacuhkan kewajibannya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam disekitarnya. Padahal, Tuhan menciptakan manusia dan jagat raya agar saling hidup harmonis dan saling menjaga satu dengan lainnya.
“Sekarang ini bukan alam yang tidak bersahabat dengan manusia, melainkan manusia yang tidak bersahabat dengan alam. Kerusakan alam dimana-mana dan disebabkan oleh ulah oknum-oknum manusia yang tidak bertanggungjawab,” sesalnya.
Untuk itu, Paulus berharap perayaan natal 2015 ini menjadi momentum mewujudkan perubahan sikap umat katolik dalam kehidupannya. Terutama mengantisipasi berbagai isu global yang bersifat negatif dan tidak bertanggungjawab.
“Kita harus mampu memproteksi diri sendiri, keluarga dan seluruh umat dari isu negatif untuk memecahbelah harmonisasi dan kerukunan hidup umat beragama yang selama ini sudah terbina dengan baik. Mari bersama-sama kita jaga situasi yang aman dan tertib hingga tercapai kehidupan yang damai dibumi dan surga,” tukasnya.
Sementara itu, puncak perayaan natal di Kota Mempawah pada Jumat (25/12) tampak meriah dan penuh kekeluargaan. Masyarakat kristiani di Kota Mempawah saling berkunjung kerumah kerabat untuk berkumpul bersama.(wah)

 

Berita Terkait