Nasib Nelayan Kian Suram

Nasib Nelayan Kian Suram

  Selasa, 21 June 2016 10:00
NELAYAN: Beberapa kapal nelayan bersandar di wilayah peraian kuala, Kecamatan Singkawang Barat. AIRIN PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG — Sejumlah nelayan mengalami nasib suram karena tidak bisa berangkat melaut dalam sepekan terakhir di wilayah peraian Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Akibatnya stok ikan terbatas dipasaran tradisonal. Sedangkan permintaan konsumen setiap hari terus meningkat. Hal ini menyebabkan komoditi ikan mengalami kenaikan harga dipasaran Kota Singkawang.

 “Saat ini ikan lagi sulit didapatkan nelayan. Karena cuaca buruk, bahkan beberapa pedagang kecil mendapatkan ibasnya tidak bisa berjulan karena tidak ada ikan,” ucap Ketua Ikatan Pedagang Pasar Ikan Alianyang Singkawang Muchsin, Senin (20/6) di tempat penjualan Ikan Kota Singkawang.

Dia mengatakan minimnya hasil tangkapan nelayan membuat pedagang ikan harus mencarikan solusi untuk permintaan konsumen. Akhirnya stok ikan AC, pun dikeluarkan pedagang karena minimnya produksi ikan segar yang dihasilkan nelayan di Kota Singkawang.

Ia menuturkan ikan segar hasil tangkapan nelayan dipasaran juga mengalami kenaikan harga. Sedangkan harga ikan AC tidak mengalami gejolak. Yakni perkilogram harga ikan rata-rata antara Rp 20 ribu—Rp 35 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan jenis ikan dan banyaknya permintaan konsumen di pasar ikan tradisonal.

 “Pedagang ikan yang berjualan di sini, pasti menyampaikan kepada konsumen. Jenis ikan stok AC dan ikan segar hasil tangkapan nelayan. Rata-rata konsumen sudah mengerti dan memahami mana ikan segar dan stok ikan AC,” terang ayah dua anak tersebut.

Ditempat terpisah nelayan kuala Hamdani menambahkan, selama satu minggu terakhir hasil tangkapan nelayan berkurang karena memasuki musim cuaca buruk. Bahkan banyak nelayan tidak bisa berangkat melaut karena gelombag tinggi dan angin kencang.

 “Selama beberapa hari banyak nelayan tidak bisa melaut. Karena angin kencang dan gelombang tinggi. Ini membuat tangkapan nelayan juga berkurang dipasaran,” paparnya.

Dia menyatakan jika saat ini nelayan memaksakan berangkat melaut. Hal ini sangat berbahaya untuk keselamatan nelayan. Apalagi kondisi cuaca buruk bisa menimbulkan malapetak terhadap nelayan yang tetap nekad berangkat melaut.

Ia menyarankan kepada para nelayan, lebih baik jangan melaut terlebih dahulu. Menurutnya, mencegah itu lebih baik daripada sudah terjadi. Pastikan kalau kondisi cuaca mulai membaik, barulah nelayan bisa berangkat mencari ikan di laut.

 “Sementara ini lebih baik kami istirahat terlebih dahulu. Persoalan rezeki sudah ada yang mengatur. Apalagi kondisi cuaca saat ini buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi sangat berbahaya untuk keselamatan diri sendiri,” imbuhnya. (irn)

Berita Terkait