Nasabah SOT Datangi Mapolres Mempawah

Nasabah SOT Datangi Mapolres Mempawah

  Minggu, 15 May 2016 10:53
DATANGI MAPOLRES: Puluhan nasabah SOT mendatangi Mapolres Mempawah, Jumat (13/5) pagi. Mereka mendesak agar kepolisian mampu membawa pulang Mahud, presiden Direktur SOT dalam waktu sepekan. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Lebih dari 50 nasabah investasi save our trade (SOT) mendatangi Mapolres Mempawah, Jumat (13/5), sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka men-deadline kepolisian agar dalam sepekan mampu membawa pulang Mahud, presiden Direktur (Presdir) SOT, ke Mempawah.

Aksi damai para nasabah SOT itu dipimpin Tim Seven. Tim ini sendiri telah dibentuk para nasabah untuk mewakili mereka, dalam penyelesaian kasus investasi tersebut. Dalam aksinya, puluhan nasabah SOT tersebut tampak tertib memenuhi semua prosedur. Mereka mendatangi pos penjagaan Polres Mempawah yang terletak di bangunan pertama gerbang masuk Mapolres.

Tidak ada pengamanan khusus dari aparat dalam aksi damai nasabah SOT ini. Beberapa petugas tampak santai tanpa barikade atau pun peralatan anti huru-hara, seperti lazimnya penanganan aksi.  

Setelah beberapa waktu, Tim Seven diberikan kesempatan untuk berdialog. Mereka pun diterima Wakapolres Mempawah. Perbincangan antara mereka dan Wakapolres berlangsung tertutup.

Humas Tim Seven, Mohlis Saka, usai pertemuan tersebut mengungkapkan beberapa poin penting yang disampaikan mereka kepada Wakapolres. Poin-poin dimaksud berkenaan dengan upaya penanganan dan penyelesaian kasus SOT itu sendiri.

“Sejumlah poin penting yang kami utarakan kepada Wakapolres, seperti menyampaikan visi misi dibentuknya Tim Seven. Kami juga menjelaskan peranan atau posisi kami dalam penyelesaian kasus SOT ini,” ujar Mohlis. Selanjutnya, imbuh Mohlis, Tim Seven senantiasa mengedepankan jalur koordinasi dan musyawarah, dalam upaya penyelesaian kasus investasi ini. Diharapkan dia, melalui tindakan persuasif seperti itu, para nasabah mendapatkan kembali modal yang telah disetorkan kepada para leader dan Presdir SOT, Mahud. “Kami memberikan deadline selama satu minggu kepada pihak kepolisian untuk menghadirkan Mahud, agar terjalin komunikasi antara nasabah, leader, dan Mahud untuk duduk satu meja menyelesaikan masalah ini. Nasabah hanya ingin mendapatkan kepastian secara langsung dari mulut Mahud,” tegasnya.

Namun, timpal Mohlis, apabila dalam waktu satu minggu tersebut tak kunjung menunjukan progress yang baik, Tim Seven dan para nasabah akan menempuh upaya lainnya. Pihaknya tidak akan tinggal diam sebelum kasus SOT ini benar-benar tuntas. “Salah satu kemungkinannya, kita akan menempuh upaya hukum, jika memang dalam satu minggu tidak ada kepastian dari polisi. Seperti apa konsep jalur hukum yang akan ditempuh, nanti akan dibicarakan lagi bersama Tim dan nasabah,” tuturnya.

Bukan hanya upaya hukum, masih menurut Mohlis, jika dalam deadline sepekan itu para nasabah tidak mendapatkan kepastian, maka tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan. Mereka berencana melibatkan massa dalam jumlah yang lebih besar. Dampaknya, dikhawatirkan dia, bisa saja memicu suasana yang tidak kondusif hingga kericuhan.

“Makanya, kami berharap pihak kepolisian bisa bekerja sama dengan baik, untuk memediasi permasalahan ini. Sebab, kita juga tidak mau situasi kamtibmas yang sudah kondusif di lingkungan masyarakat Mempawah menjadi kisruh akibat kasus SOT ini,” pesannya mengingatkan.

Lebih jauh, Mohlis pun mengharapkan kerja sama yang baik dari pihak keluarga Mahud. Jika ada informasi sekecil apapun terkait keberadaan yang bersangkutan, dia meminta agar segera dikoordinasikan kepada Tim Seven. “Dalam aksi ini, pihak keluarga Mahud juga ikut serta, yakni adiknya, Mulyadi. Mudah-mudahan semua pihak bisa bekerja sama dengan baik, agar permasalahan SOT ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Terutama mengembalikan modal investasi nasabah,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang nasabah SOT, Edi, mengucapkan terima kasih kepada Tim Seven dan semua pihak  yang telah berupaya mencarikan solusi dalam kasus SOT ini. Dirinya berharap, melalui upaya-upaya tersebut, kasus SOT dapat segera diselesaikan dengan sebaik mungkin.

“Dengan adanya Tim Seven dan aksi ini, menjadi angin segar bagi nasabah yang sangat berharap modalnya dikembalikan. Kami juga berharap pihak kepolisian bisa bekerja profesional dan maksimal untuk membantu para nasabah,” pintanya.

Edi berpandangan, polisi harus bersikap cepat dan tanggap dalam penyelesaian kasus SOT. Sebab, diungkapkan dia jika permasalahan ini sudah  berlangsung cukup lama. Dia khawatir, jika berlarut-larut, bisa memicu terjadinya tindakan-tindakan di luar kewajaran dari para nasabah yang selama ini belum mendapatkan kepastian.

“Tentunya kita tidak ingin Mempawah ricuh kembali akibat SOT. Apalagi ini menyangkut uang dan harapan hidup orang banyak. Karenanya, agar tidak memicu reaksi negatif dari nasabah, hendaknya kasus ini dapat segera diselesaikan dan dicarikan solusi terbaiknya,” tukas Edi mengakhiri.

Setelah kurang lebih dua jam melakukan dialog tertutup bersama Wakapolres, Tim Seven pun memberikan penjelasan kepada para nasabah yang menunggu di halaman Mapolres. Selanjutnya, mereka pun membubarkan diri dengan tertib. (wah)

Berita Terkait