Nasabah Serbu Kantor SOT Mempawah

Nasabah Serbu Kantor SOT Mempawah

  Jumat, 25 March 2016 10:58
TUNTUT : Puluhan nasabah SOT Mempawah mendatangi Kantor SOT menuntut kejelasan pembayaran profit, kemarin (24/03).

Berita Terkait

Investasi Bodong Hebohkan Masyarakat

MEMPAWAH-Save Our Trade (SOT). Mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Namun, tidak bagi masyarakat Mempawah. Sejak satu tahun ini, nama SOT semakin familiar seiiring bertambahnya jumlah nasabah yang bergabung dan menginvestasikan dananya. 

Pontianak Post melakukan penelusuran terhadap aktivitas sekelompok orang yang menamakan dirinya SOT ini. Sebuah bangunan ruko yang disulap menjadi Kantor SOT terletak di Jalan Teratai Pasar Mempawah. Bangunan ruko dua lantai itu sejak beberapa hari ini selalu ramai didatangi para membernya.

Salah seorang sumber terpercaya yang juga nasabah SOT menceritakan, dirinya mulai bergabung sejak Februari 2015 silam. Ternyata sebelum dirinya bergabung pun, SOT sudah terbentuk walau dengan jumlah nasabah yang sedikit.

“Mungkin sudah satu tahun lebih SOT ini ada di Mempawah,” sebutnya.

Sejak itulah, SOT mulai berkembang dan dikenal masyarakat. Bahkan, dirinya pun mengaku cukup aktif menerima nasabah baru untuk bergabung dengan SOT. “Kalau total seluruh nasabah, saya kurang tahu. Sebab, setiap jaringan memiliki jumlah nasabah yang berbeda. Ada yang 1000 bahkan sampai 2000 nasabah. Keseluruhan mungkin bisa mencapai 5000-an nasabah,” ungkapnya.

Dia menerangkan, SOT menerapkan dua paket investasi yang bisa dipilih para nasabah. Yakni paket reguler dan kompon. Untuk paket reguler, nasabah akan mendapatkan profit 50 persen dari jumlah investasi. Pencairan profit dilakukan setiap bulan sesuai tanggal pendaftaran nasabah bersangkutan.

“Aturannya investasi minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp1 miliar. Kalau pilih reguler, setiap bulan akan mendapatkan profit 50 persen hingga enam bulan kedepan. Jika sudah selesai enam bulan, nasabah bisa berinvestasi lagi,” paparnya.

Kemudian, paket investasi kompon. Paket ini menawarkan kelipatan yang lebih besar dari reguler. Setiap nasabah akan mendapatkan profit sepuluh kali lipat dari nominal investasi. Syaratnya, pencairan profit hanya bisa dilakukan setiap enam bulan.

“Misalnya investasi Rp 5 juta, maka setelah enam bulan profit yang didapat nasabah lebih dari Rp 50 juta. Bisa juga dua bulan pertama menggunakan sistem pencairan profit reguler, sedangkan empat bulan sisanya kompon. Tetapi kelipatannya sudah tidak sepuluh kali,” terangnya.

Kedua paket investasi yang ditawarkan SOT pun terbukti ampuh menarik minat para nasabah untuk berinvestasi. Bak magnet, ribuan nasabah di Kabupaten Mempawah, Singkawang, Kota Pontianak bahkan Bali maupun Sulawesi tak sungkan untuk menanamkan modalnya.

“Nasabah yang datang sendiri kepada kita untuk bergabung. Kami hanya membantu saja mendaftarkan. Kalau bicara jaringan hingga keluar daerah, mungkin mereka tahu dari sahabat, saudara atau kenalan yang ada di Mempawah,” terkanya.

Seiring berkembangnya dan semakin populernya SOT. Sehingga, para nasabah yang berinvestasi datang dari berbagai kalangan masyarakat. Baik itu masyarakat ekonomi menengah hingga atas dengan berbagai latar belakang status sosial ikut bermain investasi tersebut.

“Macam-macamlah status sosial atau pekerjaan nasabah. Yang pasti  mereka memenuhi syarat yakni modal investasi, KTP dan buku tabungan, maka sudah bisa terdaftar,” timpalnya.

Perkembangnya SOT terus menanjak. Ribuan nasabah mampu mengumpulkan dana yang  tidak sedikit. Namun tidak ada nominal yang pasti berapa jumlah dana yang terkumpul dalam praktek SOT tersebut. Ada yang mengatakan puluhan, ratusan miliaran bahkan triliunan rupiah. Lantas, kemana dana nasabah SOT ini bermuara dan usaha apa yang ditekuni pengurusnya untuk membayarkan profit 50 persen itu ?

Kami pun mendapatkan nama MS yang disebut-sebut sebagai President SOT Mempawah. Didalam surat perjanjian kerjasama tabungan, MS berperan sebagai pihak kedua yang juga pengelola modal. Pria yang beralamat di Jalan Habib Husin Rt 001 Rw 001 Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur itu bekerja sebagai Trader System.

Ada sepuluh pasal yang ditetapkan dalam surat perjanjian kerjasama tabungan SOT. Pada pasal VII keadaan memaksa atau Force Majeur, ayat (2) jika dalam pelaksanaan perjanjian ini terhambat atau tertunda baik secara keseluruhan maupun sebagian yang disebabkan hal-hal tersebut dalam ayat (1) maka pihak kedua bersedia mengganti sejumlah dana tabungan pihak pertama secara penuh apabila belum ada pembagian hasil keuntungan. Atau pengembalian dana tabungan dikurangi dengan pembagian hasil yang sudah diterima pihak pertama.

Sedangkan pada Pasal IX ayat (2) mengatakan apabila tidak menemukan kesepakatan dalam penyelesaian masalah antara kedua pihak maka semua sengketa yang timbul dari perjanjian akan diselesaikan ke Kantor Pengadilan setempat. Setelah nasabah menyetujui kesepakatan itu, maka surat perjanjian yang dibubuhi materai Rp 6000 itu pun ditandatangani bersama oleh kedua pihak.

Kemudian MS pun sepenuhnya mengelola dana nasabah tersebut. Kabarnya, dana nasabah dikelola oleh MS pada bidang komoditi berjangka seperti Valuta Asing (Valas) dan semacamnya. Hasil dari perdagangan itulah yang kemudian digunakan MS untuk memenuhi kewajibannya kepada para nasabah.

Namun sejak Kamis (17/3) lalu, SOT secara tiba-tiba menyetop penerimaan nasabah baru dalam jaringan investasinya. Nah, sejak itulah aroma ‘busuk’ SOT mulai merebak. Pembayaran profit mulai tersendat. SOT beralasan pihaknya sedang melakukan penataan administrasi. Para member pun diminta bersabar menunggu proses itu selesai.

“Alhamdulillah, semua sudah selesai jadi tinggal bagi-bagi aja!! Jadi mulai hari  selasa sudah dibagikan hak masing-masing!! Mohon pengertian karena saya pastikan Senin (21/3) sudah clear semua!! Demi kelancaran semuanya kami akan berusaha kasi yang terbaik dan buat lebih baik lagi!!,” tulis akun facebook MS.

Pada status facebook yang diposting pada Kamis (17/3) pukul 08. 26 WIB itu, MS juga menyampaikan ucapan permintaan maaf kepada para member atas keterlambatannya dalam pembayaran profit investasi SOT.

“Mohon maaf sebelumnya atas semua keterlambatan dan kami insya allah tidak akan kecewakan semuanya!! Mohon doanya ya!! Dan agar kita tidak saling salah paham atau pun salah pengertian hehehehehehe,” kelakarnya yang mengakhiri postingan facebook dengan #saveoutrade tetap jaya hingga nanti!!.

Postingan itupun seakan menjadi angin segar bagi para member atas keterlambatan pembayaran profit SOT. Tak heran jika postingan tersebut mendapatkan beragam komentar dan tanggapan dari para member maupun netizen lainnya. Hingga Kamis (24/3) tepat satu Minggu pasca postingan dibuat, ada 326 like, 314 komentar dan 5 kali dibagikan.

Tetapi sejak Senin (21/3), MS seakan hilang ditelan bumi. Berbagai spekulasi pun berkembang, informasi miring tentang investasi SOT pun menjadi tranding topik dikalangan masyarakat Mempawah. Kondisi pun diperparah lantaran MS memutuskan komunikasi dengan seluruh nasabah dan jaringan dibawahnya.

“Kabarnya MS pergi ke Kota Pontianak. Mungkin saja dia sedang mengurus proses pencairan uang untuk membayar profit para nasabah,” sambung sumber terpercaya kepada Pontianak Post.

Hingga akhirnya sebuah mobil Honda Jazz berwana putih KB 1116 HT yang diduga milik MS ditemukan terparkir di halaman Bandara Supadio Pontianak. Dari sana lah memunculkan dugaan kalau MS sedang tidak berada di Kalbar.

Tak pelak, informasi itu pun menyebar dari mulut ke mulut hingga memantik reaksi para nasabah. Setiap hari para nasabah ini berkumpul di depan Kantor SOT Mempawah. Mereka menuntut kejelasan terhadap nasib investasinya.

“Saya awalnya berinvestasi Rp 10 juta. Setelah bulan pertama mendapatkan profit 50 persen sesuai perjanjian, maka saya pun semakin percaya. Lantas pada bulan berikutnya, saya menambah investasi sebesar Rp 40 juta atas nama anak,” terang Nurmilah warga Sungai Pinyuh sembari menunjukan surat perjanjian kerjasama tabungannya kepada Pontianak Post, Kamis (24/3) siang.

Berbagai spekulasi informasi  tentang keberadaan MS pun terus menyebar dikalangan masyarakat. Terbaru, kabarnya MS sedang berada di Surabaya dan sudah diamankan Polda Jatim.

“Kami mendapatkan kabar kalau Pak Mahut ini sudah diamankan di Mapolda Jatim. Pak Mahut kabarnya ke Surabaya untuk mengejar bosnya itu. Namun, para nasabah harus sabar menunggu informasi yang akurat terkait permaslahan ini. Intinya kami percayakan kepada pihak pengurus SOT untuk mencari informasi lebih lanjut,” ujar salah seorang nasabah, Haryadi.

Menenangkan para nasabahnya, salah seorang pengurus SOT Mempawah, Eko meminta semua pihak sabar dan menahan diri. Dirinya berharap seluruh nasabah mempercayakan masalah ini kepada para pengurus untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat agar menemukan keberadaan MS.

“Intinya kita tunggu dulu Pak Mahut ditemukan keberadaannya dan kembali ke Mempawah. Kalau kita semua ngotot terus maka tidak akan menyeselesaikan masalah. Kita sudah cek semua sumber terpercaya, sampai saat ini belum tahu dimana keberadaan Pak Mahut,” terang Eko.

Dilain pihak, Kapolsek Mempawah Kota, Iptu Galih Wicaksono, S.Ik, SH membenarkan keberadaan investasi SOT bergerak dibidang forex yang menawarkan profit 50 persen kepada nasabahnya.

“Seiring berjalannya investasi ternyata saudara Mahut yang juga leader SOT menghilang begitu saja. Inilah yang menyebabkan para nasabah mendatangi  kantor SOT. Disini, kita mengamankan agar tidak terjadi tindakan anarkis dan perbuatan lainnya yang tidak diinginkan. Namun, sampai sekarang belum ada nasabah atau member SOT yang membuat laporan polisi,” papar Galih.

Terhadap  permasalahan itu, Galih menghimbau agar nasabah SOT tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya. “Kami juga menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan isu. Saat ini sudah banyak sekali isu yang mengatakan saudara Mahut di Surabaya atau mobilnya di bandara dan lainnya. Sampai saat ini kita belum tahu dimana keberadaan saudara Mahut,” tukasnya.(wah)

 

 

Berita Terkait