Narkoba Musuh Bersama

Narkoba Musuh Bersama

  Jumat, 24 November 2017 10:00
BUKA: Sekda Sintang, Yosepha Hasnah membuka sosialisasi bahaya narkoba.HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG - Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah membuka sosialisasi dan penyebaran informasi tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Sekda mengatakan, Pemkab menyambut baik adanya sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena, narkoba telah menjadi musuh bersama. Maka, semua  harus meneguhkan semangat perlawanan terhadap narkoba sebagai kejahatan yang luar biasa. 

Menurut Sekda, catatan di akhir tahun 2016 secara nasional, diperkirakan angka prevalensi penggunaan narkoba sudah di atas 5,1 juta orang. Angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba setiap hari mencapai 40-50 orang. Dominan korban berusia produktif. 

Ia mengatakan, kerugian material secara nasional akibat masalah narkoba di perkirakan Rp 63 triliun. Baik kerugian akibat belanja narkoba,  biaya pengobatan, barang yang dicuri dan biaya rehabilitasi yang harus ditanggung. 

Ia menambahkan, bahaya narkoba sangat mengkhawatirkan. Dan, menyebar secara sistemik ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak TK anak SD pelajar SMP dan SMA mahasiswa. “Orang dewasa serta orang lanjut usia juga terkena narkoba,” katanya.

Menurutnya, ancaman narkoba  tidak hanya di kota besar juga bahkan di desa. Segala cara para pengedar coba terus bergerak untuk menyebarkan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. 

Untuk itu, kata Sekda, kunci melawan penyalahgunaan narkoba adalah peduli dan sekaligus bersinergi. “Saya berpendapat upaya pencegahan harus semakin diperkuat, agar tidak bertambah korban narkoba baru terutama dari para generasi muda,” katanya. 

Yosepha berharap semua pihak di Sintang memahami dengan seksama, baik secara dampak dan upaya pencegahannya. Dan, berupaya tidak memberikan peluang kesempatan dan bahkan toleransi terhadap para pemakai dan pengedar narkoba. “Maka, harus diperkuat kepedulian dan bersinergi bagi semua pihak yang ada,” kata Hasnah.  

Menurut Sekda, konkritnya  harus melakukan fungsi sosialisasi dan penyebaran informasi yang menyeluruh kepada semua komponen masyarakat. Kemudian dipadukan dengan meningkatkan deteksi dini dan mendorong kepedulian untuk terus melakukan pengawasan terpadu. 

Ketua panitia sosialisasi, Mislan mengatakan, pentingnya sosialisasi melibatkan pelajar dan mahasiswa karena di tingkat usia itu, termasuk kelompok yang rentan terpengaruh pergaulan negatif. 

Dirinya mengharapkan dengan adanya kegiatan tersebut semua pihak terutama pelajar dan mahasiswa memahami tentang dampak dan bahaya narkoba.(humas)

Berita Terkait