Nando Disuruh Makan Kotoran

Nando Disuruh Makan Kotoran

  Selasa, 20 September 2016 09:34

Berita Terkait

SINGKAWANG—Sadis, begitulah gambaran sementara terkait sosok pengasuh (babysitter) yang tega menghabisi nyawa Nando bocah 3,1 tahun berdasarkan keterangan orangtua korban dan kepolisian.

 

Julianti alias Afui (24), pengasuh Nando anak dari Bong Bui Fo (31). Kini Afui sudah ditahan, awalnya saksi sebagai pelapor penemuan bocah tenggelam di bak mandi, namun berubah status menjadi tersangka pembunuhan anak di bawah umur.

 

 “Saya minta pelaku dihukum seberat-seberatnya seperti saya merasakan kehilangan anak saya. saya tidak puas jika hanya dihukum belasan tahun, saya mau dihukum setimpal,” ujar ayah korban Bong Bui Fo (31) saat ditemui di kediaman orangtuanya di Jalan Tani Senin (19/9) kemarin.

Ia sedih atas kepergian ketiganya tersebut. Pengakuan pria yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia ini tak menyangka pengasuh anaknya melakukan hal keji tersebut. Selaku orangtua, ia sudah membayar biaya asuh dan makan minum anaknya selama diasuh Afui.

“Dua anak saya titipkan ke dia, saya beri gaji Rp 6 juta per bulan plus untuk makan minum anak saya tapi apa yang dilakukannya, saya tidak terima,” katanya.

Meski tidak menyaksikan didepan mata, ia sering mendapatkan laporan, bahwa jika telat mengirim biaya anaknya tidak diberi makan, bahkan sering anaknya dipukul. Yang ironis juga, Afo sang ayah mendengar aduan dari orang terkait pengasuhan Afui, dimana anaknya sering jadi korban kekesalan pelaku.

“Pernah anak saya (Nando,red) buang kotoran, lalu kotoran itu diberikan makan kepada anak saya,” dengan nada kesal. Makanya ia berterimak kasih kepada kepolisian khususnya Polsek Singkawang Barat, Rumah Sakit Abdul Aziz yang sudah berupaya maksimal hingga terbongkarnya misteri kematian anaknya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa melalui Kapolsek Singkawang Barat Kompol Sunarno mengatakan sudah menahan pelaku aksi pidana penganiayaan dan menghilangkan nyawa orang yakni anak dibawah umur tersebut. “Sudah ditahan sejak berganti status 18 September lalu dari pelapor jadi tersangka,” kata Kapolsek.

Pergantian status ini, kata Kapolsek, didasarkan pada petunjuk dan bukti yang ada setelah polisi olah tempat kejadian perkara. Kemudian dilakukan visum serta otopsi terhadap jenazah korban. “Dari hasil visum yang dilakukan ada tanda tanda benjolan pada dahi, luka lecet bawah mata kanan, luka lecet di pipi kanan, luka lecet bibir atas, termasuk ada bekas lecet di tangan dan kaki diduga akibat sulutan rokok, sedangkan soal hasil autopsi menunggu dari tim polda Kalbar,” katanya.

akibat perbuatannya, kini pelaku dijerat pasal 338 KUHP (ancaman 15 tahun penjara) dan/atau subsider pasal 351 ayat 3 KUHP (ancaman 7 tahun penjara) dan/atau lebih subsider pasal Pasal 80 ayat 3 UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun. (har)

Berita Terkait