Namanya saja Taman Nasional, Kontribusinya ‘Nol’

Namanya saja Taman Nasional, Kontribusinya ‘Nol’

  Selasa, 2 Agustus 2016 09:30
DANAU SENTARUM: Kawasan Danau Sentarum yang memilik pemandangan eksotis, dengan ditetapkannya kawasan taman nasional, sehingga berharap ada perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan taman nasional ini. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Masyarakat Kapuas Hulu yang tinggal dipemukiman danau dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) mengeluhkan tidak adanya kontribusi taman nasional terhadap warga sekitar. Karena, sejak dibentuk, hanya ada larangan, sementara program nyata dan solusi bagi masyarakar agar tak mengambil hasil hutan (bumi) di kawasan taman nasional terbilang masih minim.

MUSTA’AN, Badau

SALAH satu desa dari puluhan desa yang masuk dalam kawasan TNDS tidak mendapat perhatian dari taman nasional adalah Desa Pulau Majang. “Sampai saat ini saya rasa tidak ada yang diperbuat TNDS untuk desa kami. Yang ada hanya peraturan dan larangan agar tidak mengambil hasil hutan di sekitar kawasan,” ungkap Elias, kepala Desa (Kades) Pulau Majang, Kecamatan Badau, Minggu (31/7) di Putussibau.

Elias mengaku dirinya bingung atas keberadaan TNDS dan apa fungsinya. Sebab, sejak dibentuknya kawasan ruang gerak masyarakat semakin sempit. Sementara, sebelum taman nasional dibentuk, jauh sebelumnya masyarakat danau memang menggantungkan hidup dari hasil hutan dan danau. “Kami hanya boleh mengambil ikan, sementara hasil hutan tak dibolehkan,” kata kades bersahaja ini.

Menurut Elias, sampai hari ini belum ada program dari taman nasional yang menyentuh kepentingan masyarakat, terutama bagi 302 kepala keluarga (KK) di Desa Pulau Majang. Mestinya, kata dia, taman nasional membuat program peningkatan ekonomi masyarakat danau. Yang merupakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. “Kami berkeinginan TNDS pro masyarakat miskin di danau,” tuturnya.

Tentu, sambung dia lagi, dengan membantuk kelompok usaha bagi masyarakat sekitar, agar mereka bisa lebih giat menjaga kelestarian danau sentarum. “Dalam kawasan danau sentarum itu terdiri dari berbagai danau, salah satunya daerah pulau majang,” terang Elias.

Salah satu kelompok usaha yang mungkin bisa dibentuk, guna memelihara kawasan hutan danau adalah kelompok tani atau nelayan.

Yang jelas, sambung Elias, pihak pengelola TNDS jarang berada di taman nasional itu sendiri. Mestinya pengelola taman nasional lebih intens mendekati masyarakat dan menyampaikan program-program serta merealisasikannya. Sehingga program tidak hanya sebatas wacana, akan tetapi langkah nyata bagi masyarakat di danau yang sebagian besar merupakan masyarakat berekonomi kurang mampu.

Arief Mahmud, kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBNBKDS) dihubungi via telpon mengaku jika pihaknya tidak mungkin mampu men-cover semua kebutuhan masyarakat. Sehingga ini perlu dukungan pemerintah, karena masyarakat di pulau Majang itu bukan hanya tanggung jawab TNDS, tetapi pemerintah setempat juga memiliki tanggungjawab membangun.

"Itu kan masyarakatnya Kapuas Hulu, jadi pemerintah kabupaten juga mesti berperan bagaimana mengsejahterkan masyarakatnya," ujarnya. Arief memastikan jika pihaknya ada membuat program dan kegiatan di pulau Majang, namun ia tidak tahu persis apa kegiatan tersebut. Berkaitan dengan aturan larangan mengambil hasil hutan bukan kayu, ucap Arief, pihaknya bukan halangi masyarakat.

Menurut dia, larangan memanfatkan hasil hutan karena ada aturan yang melarang hal  tersebut. "Aturan ini berlaku diseluruh Indonesia bukan hanya di TNDS. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Pemanfaatan Kayu di dalam wilayah taman nasional tidak diperkenankan," tegas Arief.

Dia juga mengingatkan kepala desa yang wilayahnya berada di taman nasional berkoordinasi dengannya.

Terutama jika ada ketidakpuasan atau keluhan terhadap pengelola taman nasional diharapkan dapat menyampaikan langsung masalahnya ke pengelola TNDS yang ada diwilayahnya. Sehingga antara desa dan pengelola taman nasional menghasilkan titik temu apa yang diharapkan. “Saya berharap jika ada persoalan dan ketidakpuasan, sampaikan langsung kepada pihak pengelola," pinta Arif.(*)

Berita Terkait