Naik Haji dari Hasil Nabung 20 Tahun

Naik Haji dari Hasil Nabung 20 Tahun

  Selasa, 10 November 2015 08:46

Berita Terkait

BERKAH, itulah kata yang terlontar dari mulut pria 56 tahun bernama Sabri ini. Pertama kali tiba ke Pontianak dari tanah kelahirannya di Madura, tahun 1982 ia langsung bekerja sebagai penyapu jalanan. “Awalnya saya menyapu di kawasan Pasar Tengah, pindah-pindah lokasi dan terakhir kena tugasnya sudah lima tahun disini,” katanya menjawab For Her, sembari menyapu dedaunan di Jalan Abdurrahman Saleh Pontianak. Dari dulu upahnya 800 rupiah, hingga kini per harinya ia menerima upah Rp 20.900. “Kami kerja terima honornya 15 hari sekali. Dengan upah segitu, memang sangat kurang untuk kebutuhan hidup yang kian tinggi. Saya syukuri saja apa yang diterima sekarang ini, sambil berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kenaikan honor untuk kesejahteraan kami para petugas,” bebernya.

Ada kisah membahagiakan sekaligus mengharukan dari Sabri ini. Dari hasil kerjanya menabung selama 20 tahun sebagai penyapu jalanan, tahun 2012 lalu ia bisa menjalankan Rukun Islam kelima yakni naik haji. “Saya daftar haji tahun 2009, baru bisa berangkat 4 tahun kemudian. Alhamdulillah istri saya juga bisa berangkat haji setahun kemudian. Semuanya ongkos saya sendiri, hasil dari tabungan kerja selama ini,” bebernya.

            Dari pekerjaannya, selain berkah naik haji, Sabri juga bersyukur dengan kebaikan dari masyarakat yang menghargai kerja mereka di jalanan. “Biasa ada saja masyarakat yang datang mendekat dan memberi uang untuk kami. Dari yang terkecil lima ribu hingga ada yang murah hati memberi selembar seratusan ribu,” katanya haru. Bahkan ada masyarakat yang rutin memberi mereka makanan tiap hari Jumat. “Sehabis kerja, kami penyapu jalanan di kawasan BLKI ini berkumpul di masjid dan makan bersama. Setelah itu barulah kami menjalankan shalat Dhuha,” timpalnya. (mrd)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait