Naik Dango Dorong Kedaulatan Pangan

Naik Dango Dorong Kedaulatan Pangan

  Kamis, 28 April 2016 10:27
NAIK DANGO: Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis, MH membuka Gawai Dayak Naik Dango XXXI tiga Kabupaten yakni Kabupaten Landak, Kubu Raya, dan Mempawah. Gawai dipusatkan di Kecamatan Toho, Mempawah, Rabu (27/4) ditandai pemukulan Gong 7 kali. Sebanyak 29 Kecamatan di tiga kabupaten menjadi peserta even tahunan itu. ISTIMEWA

Berita Terkait

LANDAK - Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis, MH menyatakan, Gawai Dayak Naik Dango selain menjaga nilai budaya, juga dapat mendorong kedaulatan di bidang pangan di Kalimantan Barat. Gawai diharapkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, apalagi di Kabupaten Landak, Kubu Raya dan Mempawah yang merupakan salah satu lumbung padi Kalimantan Barat.

Pernyataan gubernur tersebut disampaikan dalam pembukaan Gawai Dayak Naik Dango XXXI di tiga Kabupaten yakni Landak, Kubu Raya, dan Mempawah yang dilaksanakan di Kecamatan Toho, Mempawah, Rabu (27/4). Hadir Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, Bupati Landak Adrianus A Sidot, Wakil Bupati Kubu Raya, Wakil Bupati Mempawah, serta aktor film asal Kalbar Piet Pagau.

Kedaulatan pangan menurut Cornelis bukan hanya pada tanaman padi saja namun berbagai macam tanaman pangan seperti ubi, sukun, jagung dan sayuran. Dengan adanya kedaulatan pangan, Kalbar tidak harus tergantung dengan daerah luar. “Jadi tidak perlu makan beras miskin lagi atau impor beras Thailand,” ujar Cornelis.

Cornelis berharap setelah Naik Dango, petani kembali bercocok tanam. Jangan terlalu larut apalagi sampai berjudi dan mengkonsumsi narkoba. Karena narkoba adalah upaya negara tertentu merusak generasi muda Indonesia secara terencana terstruktur dan massif.

Mantan bupati Landak itu mengimbau masyarakat di tiga kabupaten itu mewaspadai bahaya rabies, teroris dan aliran radikal. Serta yang paling baru, agar mewaspadai babi yang mati digigit kelelawar karena mengandung virus berbahaya, "Kalau ada babi yang matinya seperti itu jangan dimakan," ujar Cornelis.

Ungkapan Syukur

Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengungkapkan, Gawai Naik Dango merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan. Selain itu ajang silaturahmi dengan sesama setelah masa panen, dan mengingatkan setiap prribadi manusia agar menjaga hubungan baik dengan alam yang sudah memberi rezeki.

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengatakan bahwa kegiatan ini selain merupakan promosi wisata juga untuk menggali dan mengenal tradisi masyarakat Dayak.

Ketua Panitia Amon Amed menjelaskan, Naik Dango adalah upacara adat Dayak Kanayatn sejak mengenal cocok tanam padi. Naik Dango dilaksanakan setelah selesai panen. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan (Jubata) karena anugerahnya kepada masyarakat terutama bidang pertanian. Naik dango dilaksanakan setiap April dan dilakukan secara bergilir di tiga kabupaten.

Naik dango dimulai dengan mengantar padi hasil panen yang masih bertangkai ke lumbung yang disebut dango. Rangkaian prosesi ini disebut Ngantatn tangkeatn padi ka dango padi diiringi tarian dan nyanyian amboyo, dilanjutkan nyangahatn atau memanjatkan doa kepada Tuhan. Selesai nyangahatn dilanjut ngantat panompo' ke temenggung. (*/r)

Berita Terkait