Naga Bersinar Semarakkan Cap Go Meh

Naga Bersinar Semarakkan Cap Go Meh

  Kamis, 19 January 2017 09:30
NAGA ULTRAVIOLET : Aksi naga menggunakan penerangan cahaya ultraviolet memeriahkan Cap Go Meh di Kota Pontianak tahun lalu. Tahun ini, Cap Go Meh di Pontianak kembali disemarakkan kehadiran naga bersinar. MUJADI/DOKUMEN PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Panitia Perayaan Cap Go Meh Kota Pontianak terus mematangkan kegiatan. Beragam rangkaian acara dipersiapkan. Ketua Panitia Abi Hasni Tahir, Rabu (18/1) siang memimpin rapat sekaligus mengecek kesiapan panitia di Pemadakam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak, Jalan Suprapto.

Abi menjelaskan pihaknya sudah mendapat surat rekomendasi dari Wali Kota Pontianak Nomor 556/02/I/DISPORAPAR, tanggal 11 Januari 2017.  Pemerintah Kota Pontianak tidak keberatan digelarnya Festival Kuliner dan Cap Go Meh Tahun 2568 ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Wali atas diizinkannya kegiatan ini,” kata Abi.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan aparat Polresta Pontianak dan pihak terkait lainnya terutama dalam menjaga ketertiban umum, kebersihan lokasi kegiatan, menjaga taman, keamanan dan kenyamanan pengunjung. 

Beragam kegiatan kini telah dirancang panitia. Rangkaian acara akan dilaksanakan pada 7-12 Februari 2017 dengan pusat kegiatan di Jalan Diponegoro, Pontianak. Agenda kegiatan berupa Festival Kuliner Vaganza dan Chinese Ghost House The Forbidden City.

Kemudian ada Lomba Karaoke Mandarin pada 8 Februari. Acara tak kalah seru Prosesi Ritual Naga Buka Mata di Klenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro pada tanggal 9 Februari. Kegiatan ini juga diikuti dengan Karnaval Kostum Cap Go Meh dan Festival Barongsai Mandiri, Malam adu Bakat Finalis Gege Meimei.

Sedangkan 10 Februari, Grand Final Pemilihan Gege Meimei 2017, Pawai Naga dan Barongsai, Karnaval Kostum Cap Go Meh.

11 Februari dilaksaksanakan Pawai Cap Go Meh 2568 pada siang hari. Sedangkan pada malam hari Pawai Naga Bersinar. Pawai akan diikuti tujuh naga, barongsai, parade kostum, parade mobil hias, Marching Band, Gege Meimei  lantern Parade, Pawai Lampion 3 Etnis dan Perwati. Rangkaian diakhir kegiatan pada 12 Februari dengan Prosesi Ritual Pembakaran Naga. 

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji memastikan pihaknya tidak akan pernah melarang adanya perayaan CGM di Kota Pontianak. Bahkan Midji menyampaikan kalau ada pihak yang bilang melarang itu salah besar, karena Pemkot selalu mendukung even budaya yang ada. "Saya pastikan Pemkot tidak melarang, kegiatan keagamaan apapun dan istiadat apapun di Kota Pontianak  ini, silakan, asal berjalan dengan baik," ucapnya.

Malah Midji menyarankan silakan membuat naga yang paling bagus dan sepanjang-panjangnya. Hingga bisa memecahkan rekor Muri bahwa naga terpanjang ada di Kota Pontianak. Bahkan kalau bisa tiga hari tiga malam ada arakan naga yang bisa disaksikan oleh warga. "Jangan buat naga banyak-banyak, cukup buat satu dua tapi besar dan panjang sekalian pecahkan rekor," sarannya.

Namun Midji tetap memberikan pengecualian khusus tatung, bahwa tidak boleh diarak keliling kota. "Kalau tatung memang tak boleh, selama saya masih jadi wali kota, karena itu tidak layak ditonton oleh anak-anak. Kalau membuat tatung silakan di klentengnya saja," tegasnya.

Terpisah, Ketua PHRI Kalbar Yuliardi Qamal mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan berbagai kegiatan demi memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak tahun ini. Yakni menggelar festival kuliner terbesar dan spektakuler di Kalbar. Rencananya berlangsung di halaman Ayani Megamal, Jalan Ahmad Yani, Pontianak pada 1-5 Februari 2017. 

Panitia akan menyiapkan 113 stan kuliner di sana. “Rencananya makanan yag disajikan harus berciri lokal, kami juga akan mengundang Chef Farah Quinn,” ujarnya. 

Selain festival kuliner, even ini juga akan diisi lomba balap kopi dan lomba masak antar TP PKK. Adapula lomba busana daerah untuk anak-anak, lomba tari daerah kontemporer anak-anak, lomba tari daerah Kalbar, kompetisi marching band pelajar, fashion show designer Kalbar, serta senam zumba bersama, game dan doorprize. "Juga pemecahan rekor Muri penggorengan pisang terbanyak," tambahnya. 

Festival ini bertujuan untuk menggali lebih banyak kekayaan kuliner dan budaya yang selama ini belum banyak diketahui. Harapannya banyak wisatwan yang bakal datang di momen ini, tidak hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Karena pasti akan berdampak pada tingkat hunian hotel serta aktivitas ekonomi lainnya yang menguntungkan bagi pemerintah maupun masyarakat.     

Menurut dia, Kalbar memang punya alam yang indah, namun selama ini branding dan fasilitasnya kalah dibanding daerah lain. Namun untuk wisata kuliner, Pontianak tergolong top di mata para wisatawan. “Makanya kita lebih fokus pada branding kuliner ketimbang alam,” sebutnya.(bar)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait