Naga Atraksi di Hadapan Wisatawan Mancanegara , Cap Go Meh Berlangsung Meriah

Naga Atraksi di Hadapan Wisatawan Mancanegara , Cap Go Meh Berlangsung Meriah

  Selasa, 23 February 2016 09:10
GENDERANG: Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya memukul genderang tanda dimulainya pawai tatung dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang didampingi Wali Kota Singkawang dan Deputi Pemasaran Wisata Kemenpar, Senin (22/2). FOTO-FOTO: HUMAS PEMPROV KALBAR

Berita Terkait

PERAYAAN Cap Go Meh di Kalimantan Barat berlangsung meriah. Sedikitnya enam naga beratraksi di hadapan wisatawan domestik dan mancanegara di kediaman Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya. Salah satunya naga langit sepanjang 100 meter.

“Sabtu (20/2) malam ada tiga naga. Senin (22/2) tiga naga, diantaranya naga langit sepanjang 100 meter,” ujar Christiandy seusai menerima atraksi naga, kemarin.Atraksi naga ini diwarnai dengan pesta kembang api. Sejak Sabtu (22/2), kehadiran naga di kediaman wagub menarik perhatian masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Ditambah lagi adanya fashion show pakaian unik dan bersinar berukuran besar. Pagelaran pakaian tersebut dibawakan oleh para pelajar.

Senin (22/2), atraksi tiga naga lainnya di rumah wagub juga menjadi pusat perhatian. Bahkan, ada wisatawan mancanegara dari Singapura beserta rombongan turut menyaksikannya.Christiandy mengatakan perayaan Cap Go Meh tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Awalnya ia hanya mengundang naga untuk kalangan terbatas, yakni hanya keluarga saja. Tetapi pada saat bersamaan ada konferensi nasional marga Tio di Pontianak. Sebanyak 200 orang dari marga tersebut berkonferensi hingga 23 Fabruari.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam menyukseskannya. Tahun ini sektor pariwisata ditargetkan ada 12 juta kunjungan wisatawan dan hingga 2020 ada 20 juta kunjungan. Kami dari Pemprov Kalbar juga turut menyukseskan program pemerintah tersebut,” ungkap Christiandy.Christiandy mengatakan festival Cap Go Meh ini layak juga untuk menarik wisatawan di Kalbar. Bukan hanya dinikmati etnis Tionghoa, melainkan juga berdampak positif bagi seluruh masyarakat.

Saya mendapatkan informasi bahwa hampir semua hotel penuh. Ini tentunya berdampak pada semua usaha, seperti restoran padang maupun kuliner lainnya,” jelas Christiandy.Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, paling tidak satu wisatawan yang datang ke Indonesia bisa berbelanja USD11 ribu hingga USD12 ribu. Uang yang mereka keluarkan ini untuk akomodasi, suvenir, transportasi dan lainnya.“Untuk mendukung sektor pariwisata ini, diharapkan semua pihak terus menjaga keamanan, kondusivitas, ketertiban, dan keamanan. Selain potensi alam yang indah, Kalbar juga memiliki banyak potensi budaya yang layak jual seperti naik dango dan robo-robo,” katanya. (*)

Berita Terkait