Nadine Chandrawinata Diperiksa Polisi

Nadine Chandrawinata Diperiksa Polisi

  Selasa, 20 September 2016 09:37
NADINE CHANDRAWINATA | FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Berita Terkait

ARTIS Nadine Chandrawinata berurusan dengan pihak berwajib. Nadine-sapaan akrabnya,-dipanggil penyidik resmob Polda Metro Jaya, Senin (19/9). Eits….jangan salah sangka. 

Mantan putri Indonesia 2005 dipanggil pihak berwajib sebagai saksi atas kepemilikan senjata api mantan ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)  Gatot Bradjamusti yang diduga digunakan dalam pembuatan film Azrax: Melawan Perdagangan Wanita. ”Saya baru datang sekarang, karena waktu dipanggil pertama berhalangan,” ujar Nadine saat ditemui di Polda Metro Jaya.

Pemanggilan Nadine sebagai saksi sejatinya dilakukan seminggu yang lalu. Namun, karena menjalani syuting di Labuan Bajo. Nadine mangkir. ”Saya lagi syuting di Labuan Bajo, ini saja baru balik,” ujarnya.

Nadine tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.55 WIB. Mengunakan kemeja lengan panjang warna biru navy, dipadu dengan celana jins hitam, Nadine terlihat begitu tenang memasuki kantor Subdit Resmob Polda Metro Jaya. 

Selama kurang lebih tiga jam, pemain film Realita, Cinta dan Rock’n Roll diperiksa penyidik. Nadine diminta keterangan terkait proses syuting film Azrax yang diproduseri dan dimainkan Gatot Bradjamusti. ”Hari ini berjalan lancar, semuanya sudah selesai,” ujar kakak kandung Marcel Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata itu. 

Dara berdarah Jerman ini dicecar 21 pertanyaan seputar pembuatan film Azrax. ”Pertanyaan seputar film,” jelas pemain film Generasi Biru itu.

Karena tak ada adegan fighting. Nadine mengaku tak tau menahu atas senjata yang digunakan dalam film, asli atau palsu. ”Di scene saya tidak ada adegan berbau senjata api atau senjata tajam. Saya cuma ada dua frame dengan AA Gatot, tidak ada dialog dan fighting. Pertanyaan seputar itu saja sih,” tambahnya. 

Nadine berperan sebagai wartawati bernama Fani di film Azrax. Ia berbagi peran dengan Gatot Brajamusti, Reza Artamevia, dan Elma Theana. Film yang diproduksi PT Gatot Brajamusti Film ini, mulai proses produksinya sejak tahun 2011 silam. ”Saya berperan sebagai wartawati di film ini, namanya Fani,” terangnya. 

Terkait Padepokan Brajamusti, Nadine pun membeberkan kepada penyidik bahwa dirinya tak pernah tahu keberadaan padepokan tersebut. ”Tidak pernah, saya tidak pernah datang (ke padepokan). Saya hanya kenal dia sebatas film, pertemuannya di lokasi syuting, sebelumnya belum pernah ketemu,” pungkasnya. (anh)

Berita Terkait