Mutu Raskin Rendah

Mutu Raskin Rendah

  Rabu, 17 February 2016 08:09
Gambar dari jpnn com

Berita Terkait

PONTIANAK - Pendistribusian beras untuk masyarakat tidak mampu sebenarnya tidak ada kendala dan bisa dikatakan lancar. Namun ketika raskin disalurkan ke tiap kelurahan, justru menemui kendala, salah satunya tempat penyimpanan beras yang kurang baik, mengakibatkan kualitasnya menurun.

Asisten Administrasi dan Pembangunan Sekertaris Pemerintah Kota Pontianak Herry Hadad mengatakan, secara keseluruhan distribusi raskin Bulog ke tiap kelurahan tidak ada masalah. Masalah muncul justru ketika raskin di simpan di kelurahan.“Tidak semua kelurahan dilengkapi tempat penyimpanan beras yang layak. Kami minta kepastian agar Cipta Karya melihat kondisinya seperti apa,” ucapnya usai rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pendistribusian raskin Kota Pontianak di ruang rapat wali kota, Selasa (16/2).

Sejauh ini, lanjutnya, hambatan hanya itu. Jika dilihat sisi administrasi ia berpikir tidak ada masalah. Bahkan dalam pendistribusian raskin pemkot memiliki dana talangan untuk membayar apabila sewaktu-waktu masyarakat belum memiliki uang membeli raskin, maka insisiatif pemkot akan menalangi dulu.Dengan demikian keterlambatan pembayaran dari penerima raskin bukan jadi penghambat. Untuk pendistribusian raskin, Bulog tinggal menunggu kesiapan dari tiap kelurahan. Sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi terkait kualitas raskin yang tidak baik. “Apabila temuan raskin tidak bagus, bisa dikembalikan dan Bulog akan mengganti dengan yang baik,” ungkapnya.

Mengenai data penerima raskin 2016 masih menggunakan data tahun sebelumnya. Tak banyak perubahan mengenai mekanisme, dengan peruntukan raskin kepada masyarakat kurang mampu. Dipaparkan pagu beras untuk rumah tangga miskin kecamatan/kelurahan Kota Pontianak 2016, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) 15.271, kuantum perbulan 229.065 kilogram dengan total distribusi selama 12 bulan mencapai 2.748.780 kilogram.

Secara rinci lanjutnya, Kecamatan Pontianak Selatan ada 652 RTS, Pontianak Tengggara sebanyak 632 RTS, Pontianak Kota sebanyak 1.725 RTS, Pontianak Barat sebanyak 3.328 RTS, Pontianak Timur sebanyak 3.852 RTS dan Pontianak Utara mencapai 5.082 RTS. “Bantuan raskin ini sementara untuk satu tahun,” ujarnya.Ketika ditanya apakah ada keluhan warga terkait kualitas raskin? Ia mengungkapkan selama ini laporan masuk soal kualitas raskin terbilang jarang. Hanya saja kembali pada masalah tempat penyimpanan yang kurang representatif.

Kepala Divre Bulog Kalbar Muhammad Attar Rizal menuturkan sesuai Surat Kemenko 2016 tentang pendistribusian raskin di Kalbar tidak ada perubahan dan masih menggunakan data PPNS tahun 2011, dengan tebusan harga Rp 1.600 per kilogram.Terkait masalah tempat penyimpanan raskin, jelasnya terkadang dalam distribusi pengiriman ke gudang Bulog sampai distribusi ke tempat tujuan memakan waktu. Terlebih belakangan ini cuaca cukup ekstrem. Ia meminta ini diperhatikan terutama dalam menempatkan raskin itu.

Jika satu tempat daerahnya lembab atau basah maka dapat merubah kualitas beras tersebut. Dikatakan Attar ini bisa terjadi ketika di perjalanan dari gudang. “Saya juga menganjurkan untuk mengecek kondisi beras, apabila tidak sesuai maka akan diganti. Dalam perjanjian waktu tenggang diberi 3x24 jam,” ucapnya.(iza)

 

Berita Terkait