Musibah Jelang Pernikahan

Musibah Jelang Pernikahan

  Jumat, 30 September 2016 10:00
KEBAKARAN: Petugas pemadam saat menyiram bangunan yang terbakar di Komplek Imigrasi Jalan Paris II, Kamis(29/9). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Satu bangunan rumah di Komplek Imigrasi, Jalan Parit Haji Husin nyaris ludes terbakar, Kamis (29/9) siang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Dugaan munculnya api sementara berasal dari korsleting listrik.

Musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan sepi. Hanya ada Tina, sedang menjalankan salat dzuhur. 

Tina tidak menyadari api sudah mengepung di bumbung rumah belantai dua itu. Dia sadar, saat seorang warga berteriak di halaman depan rumahnya. “Saya ndak tahu kalau ada api. Saya dengar orang teriak dari luar,” sebut Tina terisak. 

Tina bukan pemilik rumah. Dia kerabat yang kebetulan sedang menginap di rumah milik Elianti. Rencananya, malam ini akan ada acara selamatan di rumah yang terbakar. Sabtu ini, Deny akan melangsungkan akad nikah di Singkawang. Beruntung, semua barang persiapan sudah diantar ke rumah calon mempelai perempuan. 

Keterangan Tina, dibenarkan Hendi suaminya. Dia sendiri mengaku, tidak berada di rumah saat peristiwa itu terjadi. 

“Saya keluar beli lauk. Istri saya sedang salat di rumah. Ada yang teriak kebakaran. Saya di telepon Deni, adik saya. Kebetulan besok kami mau pergi ke Singkawang, Sabtunya dia nikah,” kata Hendi. 

Saat Hendi tiba di rumah, kondisinya sudah disesaki warga dan pemadam kebakaran. Tidak banyak barang berharga yang bisa diselamatkan. Hanya beberapa kursi dan CPU computer serta mobil yang terparkir di garasi rumah. 

Deni, calon mempelai laki-laki tampak pasrah melihat rumah milik ibu angkatnya itu dilahap si jago merah. Saat kejadian, dia juga sedang tidak berada di lokasi kejadian. “Saya dapat telpon sudah kebakaran,” ungkapnya. 

Sabtu ini, Deni akan melangsungkan pernikahan di Singkawang. Dia mengaku pasrah atas musibah yang menimpanya jelang pernikahan. Beruntung semua barang antaran sudah dihantarkan. 

“Kira-kira korsleting listrik penyebabnya. Soalnya yang terbakar bagian atas lantai dua. Kalau kompor, yang habis pasti bagian bawah,” ungkapnya. 

Musibah kebakaran yang hampir menghanguskan rumah di Komplek Imigrasi, Senin siang langsung menjadi viral di jejaring sosial facebook. Hanya dalam dua jam, video yang diunggah melalui live di facebook itu, ditonton 3,5 ribu orang dan 44 kali dibagikan. 

Nanang (36) mengaku binggung saat melihat api mulai membakar atap dan lantai dua rumah no 56 tersebut. “Saya bingung mau lapor ke siapa. Insting saja saya rekam live di facebook,” kata Nanang. 

Diungkapkan nanang, peristiwa kebakaran itu berlangsung cepat. Hanya butuh waktu tiga menit, atap di atap di lantai dua itu roboh dibakar api. 

“Saya lihat rumah pintu terbuka dan ada mobil di garasi. Saya teriak-teriak. Warga juga langsung berdatangan,” katanya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Aswin Taufiek mengatakan, pemilik rumah atas nama Dewi. Dia menyebut, dugaan sementara kebakaran disebabkan arus pendek listrik. “Tidak ada korban jiwa. Dugaan sementara konsleting listrik,” katanya. (gus) 
 

Berita Terkait