Musda ke-4 PKS Eko Suprihatino Ketum DPTD

Musda ke-4 PKS Eko Suprihatino Ketum DPTD

  Rabu, 4 November 2015 09:15
BARU: Pelantikan anggota DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) masa bakti 2015 -2020 yakni Eko Suprihatino, SP sebagai Ketua Umum, Nur Ummi, S.Th.I sebagai Sekretaris Umum, Eny Juliati, S.Pd sebagai Bendahara Umum, Sukoco sebagai Ketua Bidang Kaderisasi pada Musda ke-4 PKS Kabupaten Sambas. Har/Pontianak Post

SAMBAS--Musyawarah  merupakan prinsip  dan moral bagi setiap manusia yang menyadari keterbatasan dirinya. Oleh sebab itu manusia diperintahkan untuk senantiasa bermusyawarah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan strategis dan berdimensi sosial. Musyawarah merupakan komitmen PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sejak awal pertumbuhannya.

PKS menjadikan musyawarah sebagai ruh selain sebagai prinsip dan moral dalam setiap langkah dan kebijakannya. Lima tahun  kerja  keras PKS Kabupaten Sambas  selama ini telah membuahkan hasil positif dan patut disyukuri.  Namun demikian dalam rangka mensikapi berbagai  perkembangan sosial dan politik, serta perkembangan permasalahan masyarakat, khususnya di kabupaten Sambas yang semakin kompleks perlu diantisipasi dan membutuhkan solusi secara proaktif, kreatif dan inovatif. Dalam menanggapi perkembangan tersebut PKS  harus senantiasa memperkokoh struktur yang dimiliki dan meningkatkan fungsi peran strategisnya  bagi kebaikan masyarakat itu sendiri.

Dalam rangka inilah dan dengan dilandasi semangat profesionalitas PKS serta menindaklanjuti hasil Musyawarah Wilayah 4 PKS Kalimantan Barat Tanggal 17 Oktober 2015, Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kabupaten Sambas menyelenggarakan MUSDA 4, yang hasilnya diharapkan mampu berperan bagi pembangunan dan peningkatan kualitas bangsa Indonesia khususnya di kabupaten Sambas dengan mengedepankan kerjasama untuk  Kemajuan, Keadilan dan Kesejahteraan untuk masyarakat sambas tercinta dengan mengambil tema “Berkhidmat Untuk Rakyat”.

Dalam MUSDA 4 ini pula telah  dihasilkan kebijakan-kebijakan partai yang untuk tingkat kabupaten guna memberikan  arah, landasan dan program kerja untuk setidaknya 5 tahun kepengurusan yang akan  datang.  Juga penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan partai periode yang lalu. Selain itu yang juga menarik tentu proses pergantian / suksesi kepemimpinan partai. Pada saat MUSDA 4 yang digelar di Hotel Pantura Sambas 31 Oktober 2015  ini  telah  ditetapkan dan dilantik anggota DPTD (Dewan Pimpinan Tingkat Daerah) masa bakti 2015 -2020 yaitu Eko Suprihatino, SP sebagai Ketua Umum, Nur Ummi, S.Th.I sebagai Sekretaris  Umum, Eny Juliati, S.Pd sebagai Bendahara Umum, Sukoco sebagai Ketua Bidang Kaderisasi. Selanjutnya DPTD seperti tersebut diatas bertugas  menyususun kepengurusan lengkap terhitung sejak dilantik sampai dengan 15 hari kedepan. Selain menentapkan Dewan Pimpinan Tingkat Daerah masa bakti 2015/2020 juga menetapkan arah kebijakan lima tahun kedepan. Satu, perolehan Kursi di Tingkat Kabupaten 6 kursi dan 1 Kursi Tingkat Propinsi  dengan perolehan suara diatas 10%  suara pada pemilu 2019. Kedua, menang Pilkada dengan mengusung Calon Bupati pada Pilkada Sambas  2015 yaitu  H. Atbah Romin Suhaili, Lc dan  Hj. Hairiah, SH, MH.

Ketiga meningkatkan kepeloporan dalam pelayanan pemberdayaan dan pembelaan terhadap masyarakat Kalbar dengan melaksanakan mobilitas sumberdaya penguatan kemitraan strategis pengendalian arah kebijakan dan pencitraan partai. Keempat, Kokohnya soliditas struktur dan kokohnya pengelolaan wilayah dakwah sebagai hasil dari kepeloporan partai  untuk pembangunan basis sosial dan peningkatan suara, diantaranya 100% tingkat DPC, 100% tingkat DPRa,  terbentuknya  Markas Da’wah di Tingkat DPD. Kelima Tumbuh, terbina, dan terbentuknya komposisi ideal kader dakwah diberbagai wilayah. Dengan jumlah secara proposional sebesar  1.000 kader di Kabupaten Sambas sebagai kontribusi 2 juta kader secara nasional. Keenam,Kokohnya idiologi dan nilai dasar, paradigma, dan platform partai dakwah dalam rangka membangun integritas, akseptabiltas, profesionalitas, dan kepemimpinan kader di berbagai sektor pengabdian. Ketujuh, Kokohnya soliditas struktur partai dakwah untuk mampu menjalankan fungsi edukasi, advokasi, kaderisasi kepemimpinan lokal dan nasional, agregasi idiologis dan agregasi kepentingan. Kegelapan, mendorong dan menginisiasi terwujudnya kebijkan publik yang berpihak kepada kemaslahatan ummat dan negara. (har)