Muscab VII IBI Kabupaten Ketapang, Bidan Mengawal 100 Pertama Kehidupan

Muscab VII IBI Kabupaten Ketapang, Bidan Mengawal 100 Pertama Kehidupan

  Selasa, 9 February 2016 10:27
MUSCAB IBI: Penjabat Bupati Ketapang Kartius didampingi istri, Ny Yuliana Kartius, saat membuka Muscab VII IBI di Hotel Aston Ketapang, Sabtu (2/7) lalu. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan stategis yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kebidanan. Kehadiran mereka untuk meningkatkan status ibu dan anak, khususunya kesehatan reproduksi perempuan dan tumbuh kembang bayi dan balita

"Keberhasilan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat dipengaruhi kinerja bidan," kata penjabat (Pj) Bupati Ketapang, Kartius, ketika membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VII IBI di Hotel Aston Ketapang, Sabtu (2/7). Pj Bupati mengatakan sebagai wujud disiplin dalam berorganisasi, dengan harapan sikap disiplin yang demikian juga berimbas pada displin dalam menjalankan tugas profesi sebagai bidan "Tantangan di bidang kesehatan ibu dan anak akan terus megalir yang membutuhkan penyelesaian setiap saat," terang dia.

Upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi, diingatkan dia, harus dilakukan secara komprehensif. Bahkan, menurut dia, harus melibatkan lintas program, lintas sektor, serta seluruh lapisan masyarakat. "Seorang bidan terus menerus dituntut untuk untuk mengembangkan profesi dan disiplin dalam menjalankan tugas," tegas Kartius.Bidan, menurut dia, juga menempati peranan penting dalam mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas, dimulai sejak dini. Yaitu, dijelaskan dia, sebelum hamil atau bahkan dimulai dari masa remaja, dengan siklus kesehaan reproduksi perempuan. "Seribu hari pertama kehidupan yakitu sejak masa konsepsi tumbuh kembang dikenal dengan seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK)," jelas Kartius.

Kegagalan tumbuh kembang pada periode 1000 HPK, diingatkan dia, akan berakibat pada fisik anak tidak normal, kecerdasan anak yang rendah, daya tahan tubuh anak yang lemah, dan berakibat pada gangguan metabolix sebagai salah satu resiko penyakit tidak menular. "Kualitas generasi tercermin melalui indeks pembangunan manusia atau IPM sebagaimana yang kita ketahui bersama," ujarnya.

Khusus untuk bidang kesehatan, maka, menurut dia, IPM tersebut diwakili oleh 30 indikator yang disebut sebagai indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM). Kartius memaparkan berdasarkan data hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, maka beberapa indikator yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak cukup baik. Namun, dia menambahkan, beberapa indikator masih harus ditingkatkan seperti rasio bidan perpuskesmas, hingga cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan termasuk bidan. (afi/ser)

 

Berita Terkait