Murray Makin Tempel Djokovic

Murray Makin Tempel Djokovic

  Selasa, 11 Oktober 2016 09:30
Andy Murray

Berita Terkait

LONDON--Andy Murray Minggu kemarin (9/10) meraih trofi ke-40 dari berbagai ajang sepanjang karier melalui Tiongkok Terbuka 2016. Prestasi tersebut membuat petenis Britania Raya itu makin menempel ketat poin ranking milik peringkat satu dunia, Novak Djokovic.

Tambahan 500 poin Murray dari gelar juara di Beijing (dan pengurangan 500 poin untuk Djokovic lantaran mengundurkan diri karena cedera bahu) membuat Murray kini hanya berjarak 3.695 poin dari Nole-sapaan akrab Djokovic. Apa mungkin dia bisa mengakuisisi puncak ranking dunia sebelum tahun berganti?

Jika itu pertanyaannya, jawabannya adalah tidak. Jelang ajang ATP (Association of Tennis Professionals) Final bergulir pada 13 November mendatang di London, ada tiga kejuaraan elit yang dijadikan sasaran Murray mengurangi defisit poin yang dia punya atas Djokovic. Tiga ajang itu adalah Shanghai Masters (ATP 1000), Wina Open (ATP 500), dan Paris Masters (ATP 1000).

Jikapun Murray sanggup menjuarai tiga ajang tersebut, mentok poin maksimal yang dia kumpulkan adalah 2.500. Masih kurang untuk mengejar Djokovic. Apalagi, Djokovic sudah dijadwalkan kembali tampil pada Shanghai Masters yang kini telah menggelar babak pertama. Namun, jika Murray tetap fokus di setiap kejuaraan yang diikuti sampai akhir tahun, plus Djokovic belum menemukan performa terbaiknya kembali seperti saat tumbang di babak pertama Olimpiade Rio dan babak ketiga grand slam Wimbledon, bukan tidak mungkin Murray segera mewujudkan mimpinya pada awal atau pertengahan tahun depan.

Menurut peraturan ATP, poin yang didapat petenis pada ajang ATP Final 2016 akan dikalkulasikan untuk ranking poin tahun depan. Jika Murray juga menjadi juara di ajang tersebut, ada 1500 poin tambahan yang bisa membuatnya mengejar defisit poin atas Djokovic.

Murray sendiri sudah berkali-kali mengatakan, tujuan utamanya saat ini adalah merebut ranking satu dunia dari tangan Djokovic. “Aku datang ke Shanghai dengan hasil yang sangat positif (di Beijing),” ucapnya dilansir AFP. 

“Aku masih terus berharap bisa mengakhiri musim ini dengan posisi yang kokoh,” tambah Murray menyinggung usahanya mengejar Djokovic. 

Djokovic sendiri sudah menduduki ranking satu dunia sejak Juli 2014. Jika dikalkulasikan per minggu, sudah 119 minggu berturut-turut pengoleksi 12 titel grand slam itu berada di ranking tertinggi dunia. Mungkinkah Murray segera merebutnya dari tangan Djokovic? (irr)

 

 

Berita Terkait