MUNAJAT KEMULIAAN

MUNAJAT KEMULIAAN

Jumat, 21 Oktober 2016 08:57   435

DARI khazanah Alquran dan hadits, kita ketahui tersedia anugerah dan kebahagiaan yang teramat besar bagi orang–orang yang melaksanakan salat tahajjud. Meskipun termasuk ibadah sunah, Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya sepanjang hidupnya. Jadi bagi kaum muslim yang ingin mengikuti sunnah Nabi SAW melaksanakan salat tahajjud adalah teramat penting.

Menurut Az-Dzariyat (51 ) : 56, visi dan misi hidup kita di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah.  Sesungguhnya dengan taat kepada Allah, merupakan kejayaan tertinggi manusia di muka bumi ini dan satu satunya jalan mencari rahmat-Nya. Firman-Nya “Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan–amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan besar” (Al Ahzab (33): 71). Untuk inilah para sahabat Rasulullah SAW dan kaum muslimin generasi awal berusaha keras mencapai tujuan utama dan kemenangan besar ini seumur hidup mereka meskipun sehari–hari mereka disibukkan dengan berniaga, bertani dan lain-lain aktivitas mencari nafkah. Semua aktivitas itu tidak menghalangi mereka untuk tetap mengingat Allah SWT. Sebagaimana dimaksud ayat “Laki–laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual–beli dari mengingat Allah, dan dari mendirikan salat, dan dari membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi guncang. Mereka mengerjakan yang demikian itu supaya Allah memberi balasan  kepada mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. “ (An-Nur (24):37-38).

Mereka menghabiskan hampir seluruh malam mereka dengan salat khusyuk memohon ridha dan rahmat-Nya. Mereka melaksanakan firman-Nya, “Dan orang–orang yang menghabiskan malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.“ (Al-Furqan (25): 64). 

“Dan pada sebagian malam, maka sujud dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian panjang di malam hari. “ (Al Insan (76) :26 ). Ini membuktikan bahwa kaum muslim pada zaman itu sangat memperhatikan tujuan hidup. Ibadah dan ketaatan kepada Allah telah menyerap dalam setiap urat dan jaringan tubuh mereka. Mereka tidak hanya menjalankan secara istiqamah salat tahajjud yang penuh berkah yang merupakan hubungan penting dalam mencari kedekatan dengan Allah SWT, tetapi juga menjalankan salat sunah lainnya dan beramal saleh untuk meraih pahala besar si akhirat. 

Syaddad bin Awas misalnya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang bijak adalah mereka yang memandang rendah nafsunya dan bekerja untuk hidup setelah mati.  Sedangkan orang bodoh adalah mereka yang membiarkan dirinya dibuai hawa nafsu dan berangan–angan kepada Allah.“ (HR.Tirmizi dan Ibnu Majah). 

Dalam kaitan ini salat tahajjud menempati kedudukan penting untuk mengekang setan dalam diri manusia dan mendekatkan manusia kepada Allah.

Memasuki surga tanpa hisab pada hari pembalasan seharusnya menarik kita untuk segera dan istiqamah melakukan salat tahajjud. Di samping itu sebaiknya kita mengerjakan salat-salat sunnah dan ibadah sunah  lainnya, seperti membaca Alquran secara teratur, puasa Senin Kamis, puasa sunah tanggal 13,14,15 setiap bulan Qamariah, puasa enam di bulan Syawal, puasa Arafah pada 9 Zulhijjah, puasa Assyura 10 Muharam, iktikaf dan lain-lain. Melakukan salat tahajjud hendaknya di rumah. 

Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan wajib di masjid untuk memperkuat aspek sosial. Namun pada saat  yang sama beliau menganjurkan pelaksanaan salat sunnah dalam rumah, tersembunyi dari tatapan orang. Salat sunat dalam rumah adalah penting dilihat dari berbagai sudut pandang. 

Pertama, menanamkan ketaatan tulus kepada Allah karena perbuatan ibadah di rumah terhindar dari keinginan pada pujian orang lain. Kedua dengan salat dan taat suasana rumah menyerap kesalehan beragama yang memberi pengaruh sehat pada pikiran penghuninya. Ketiga, anggota keluarga, terutama perempuan dan anak-anak dapat belajar beribadah dan mereguk semangat ketuhanan. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,  “Apabila salah seorang dari kamu bersembahyang di  masjid, sebaiknya ia menyisakan bagian salatnya untuk dilakukan di rumah, karena Allah mencurahkan rahmat ke dalam rumahnya karena salatnya itu “ (HR.Muslim).

Abu Umamah mengabarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah kalian menghidupkan malam (salat tahajjud), karena hal itu biasa dilakukan orang–orang saleh sebelum kamu. Ia adalah kedekatanmu kepada Tuhanmu, perintang segala kejahatan dan pencegah segala perbuatan dosa. “ ( HR.Turmuzi )

Hal serupa diriwayatkan Bilal dan Salman dengan tambahan “.. pengekang iri hati dan obat penyakit tubuh “. Hal yang terakhir ini cukup logis dan menarik karena bangun lebih awal memungkinkan seseorang buang hajat kecil dan besar yang jika tidak dikeluarkan bisa menimbulkan gas kotor dalam perut dan menekan ginjal sehingga mengakibatkan sakit kepala, jantung dan sebagainya. Selanjutnya menghirup udara segar di pagi hari yang banyak mengandung oksigen dapat meningkatkan kesehatan, tenaga  dan kebugaran seseorang. Subhanallah.

Wallahu’alam.

Uti Konsen