Mulianya Ibadah yang Tersembunyi

Mulianya Ibadah yang Tersembunyi

Jumat, 4 December 2015 08:40   3,133

Allah Subhanahu wata’ala berfirman “ Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang . “ ( Maryam 96 ). Maknanya, Allah menjadikan si hamba tersebut, dicintai orang lain.

Jika seorang hamba sudah dicintai Allah, Dia akan membuatnya  di terima di bumi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Jika Allah mencintai seseorang, Dia akan memanggil JIbril dan berfirman, ‘ Aku mencintai si Fulan.Maka , cintailah ia.’ JIbril pun mencintainya. Selanjutnya, JIbril memanggil seluruh penghuni langit dan berkata, ‘ Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan. Maka cintailah dia.’ Seluruh penghuni langit pun mencintainya.” Lebih lanjut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Kemudian diturunkanlah untuknya kecintaan penduduk bumi.”

Betapa indahnya jika si hamba yang hidup di bumi ini bisa makan, minum dan tidur, sementara di langit Allah memanggil namanya “ Aku mencintai si Fulan. Maka cintailah ia oleh kalian semua.” Diantara ciri kekasih Allah “ Hanya ingin terkenal di langit dan tidak ingin terkenal dibumi.”. Disinilah peran tahajjud untuk melatih keikhlasan.

Al-Zubair ibn Al Awwam berkata “ Barang siapa di antara kalian mampu melakukan amal saleh dengan tersembunyi, lakukanlah.”.Di antara amal tersembunyi yang sangat dianjurkan ialah salat Tahajjud ( salat malam ) dan bersedekah .Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Orang yang melaksanakan 2 rakaat salat dalam kesendirian ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya selain Allah dan para malaikat-Nya, maka ia akan dibebaskan dari api neraka. ”Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Jika seorang hamba menyendiri dengan Tuhannya pada pertengahan malam, dan kemudian bermunajat, maka Allah pasti akan menetapkan cahaya di dalam hatinya. Kemudian Allah berkata kepada malaikat-Nya, ‘ Wahai malaikat-Ku, lihatlah hamba-Ku, ia tengah menyendiri dengan-Ku, sementara orang yang malas tengah lupa dan orang – orang yang lalai tengah tidur.’ Saksikanlah sesungguhnya Aku telah mengampuninya. “ (Bihar al Anwar juz 38 hal 99).

Tsaur bin Yazid bertutur “ Saya membaca pada kitab dahulu, bahwa Nabi Isa Alaihissalam

memberi nasehat kepada manusia, ‘Perbanyaklah berbicara pada Allah dan kurangilah berbicara pada manusia.” Orang bertanya “ Wahai Rasulullah, bagaimana kami berbicara pada Allah ? “.Nabi Isa menjawab “ Bersunyi dirilah dalam munajat pada Allah dan bersunyi dirilah dalam berdoa pada Allah.”.Imam Nawawi memberi nasehat “ Salat nafilah di rumah, untuk menjauhkan riya. Disamping itu agar rumah memperoleh keberkahan. Rahmat turun melalui malaikat. Setan menjauh “ (Syarah sahih Muslim).

Muslim Al-Abid berkata “ Orang yang taat kepada Allah tidak menemukan kelezatan yang lebih manis daripada berkhalwat dan dialog kepada Allah pada tengah malam sunyi,dimana  tidak ada orang mengetahui “. Ka’ab al Ahbar berkata “ Barangsiapa yang melakukan ibadah di malam hari dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, maka ia lepas dari dosa-dosa sebagaimana ia keluar dari kegelapan malam.”. Ibnu Arabi mengutip hadis Qudsi “ Ketika turun ke langit bumi pada 1/3 malam terakhir, Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘ Sungguh berdusta orang yang mengatakan mencintai-Ku, sementara ia tidur lelap dan lalai kepada-Ku. Bukankah setiap kekasih ingin berkhalwat dengan kekasihnya?. Akulah yang mendatangi kekasih-Ku di kelopak mata mereka. Mereka berbicara dengan-Ku dalam musahadah dan bercakap – cakap dengan-Ku dengan khusyuk. Di hari kemudian, Aku tetapkan mata mereka pada surga – surga-Ku.”.

Menurut penelitian pakar ilmu jiwa, salat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi serta ikhlas dan kontinyu bisa membebaskan seseorang dari berbagai penyakit. ( Buku Dicintai Allah dengan Tahajjud oleh Idrus Hasan ). Muslim bin Yasar berkata “ Tak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan sendiri menghadap Allah dalam sepi ( berkhalwat ) di malam hari.”

Amalan lain yang bagus dilakukan secara tersembunyi ialah  bersedekah. Suatu malam ‘Ali bin Al-Husain Radhiayyalahu ‘Anhu membawa ransel berisikan roti, lalu disedekahkannya. Ia berkata “ Sesungguhnya sedekah yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi meredam murka Tuhan.” Ketika wafat, orang – orang mendapati bekas hitam di punggungnya. Mereka berkata “ Ini punggung seorang kuli angkut. Padahal kami sama sekali tidak tahu ia pernah bekerja sebagai kuli angkut.” Sepeninggal Ali, sekitar seratus rumah yang dihuni para janda dan anak yatim di Madinah tidak mendapatkan bantuan makanan. Biasanya makanan tiba-tiba ada di rumah mereka pada malam hari. Mereka sendiri tidak tahu siapa yang meletakkan makanan itu. Setelah Ali wafat dan bantuan makanan terputus, mereka baru tahu kalau dialah sebenarnya yang datang ke rumah mereka memberi bantuan.Wallahu’alam.

Uti Konsen