Mulai Benahi Rumah

Mulai Benahi Rumah

  Senin, 25 January 2016 09:10
Foto HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Hantaman angin puting beliung Sabtu (23/1) sore mengakibatkan kerusakan  rumah di Kecamatan Pontianak Timur. Tingkat kerusakan rumah warga berfariasi dengan kerusakan rerata di bagian atap. Pantauan Pontianak Post, Minggu (24/1) pagi, warga mulai membenahi atap rumah yang rusak dengan memasang terpal sementara sambil menunggu bantuan atap dari pemerintah.

Sahlan warga Gang 86, Kelurahan Tanjung Hulu, Pontianak Timur menuturkan, kejadian hujan disertai angin kencang berlangsung kurang lebih 40 menit. “Kejadiannya jam 16.20. Angin kuat, saya lihat air Sungai Kapuas berputar dari bawah. Yang bisa saya lakukan saat itu hanya berlindung di rumah,” tuturnya.Kejadian puting beliung baru kali ini menghantam sebagian rumah penduduk di tempat ia tinggal. Akibat angin kencang mengakibatkan sebagian atap rumah warga rusak. Tingkat kerusakan lanjutnya bervariasi, mulai sedang dan parah.

Usai kejadian pihaknya langsung memanggil petugas BPBD Kota Pontianak untuk membantu rumah warga yang terkena puting beliung. “Kebetulan di kampung kami kampung siaga bencana, makanya usai kejadian petugas BPBD, Tagana dan realwan langsung datang cepat. Wali Kota juga telah menijau kerusakan rumah warga yang rusak,” terangnya.Sebagian atap yang rusak itu telah dipasangi terpal oleh petugas BPBD guna mencegah terjadi hujan susulan. Angin kencang tidak merusak atap warga saja, namun satu tiang PLN ikut rusak. “Setelah ditinjau, Wali Kota minta agar tiang PLN yang rusak itu segera diganti,” terangnya.

Satu rumah di Jalan Tekam juga menjadi korban keganasan alam. Akibat kuatnya tiupan angin mengakibatkan satu pohon di samping rumah Anip tumbang dan menimpa kanopi rumahnya. “Kejadian sekira jam 4 sore. Angin kencang berlangsung kurang lebih 10 menit. Angin kencang tidak seperti biasanya, seperti badai..!,” terangnya.Saat kejadian pohon tumbang dan menimpa kanopi rumah ada dua warga numpang berteduh. Untung kanopi tidak langsung roboh, seandainya roboh dipastikan ke dua warga itu jadi korban, karena pohon yang tumbang menimpa kanopi rumah cukup besar. “Saat pohon tumbang, dua warga itu langsung bergegas menghindar. Kendaraan mereka juga langsung dilarikan ke tempat aman,” katanya.

Ketika ditanya wartawan, apakah mendapat bantuan dari pemerintah, ia mengaku belum tahu. Pasalnya, usai kejadian, BPBD atau Dinas Sosial belum datang ke tempatnya apalagi sampai membicarakan bantuan. Namun, prihal pohon tumbang langsung di respon Dinas Kebersihan. “Usai kejadian, petugas Dinas Kebersihan datang ke sini untuk membersihkan pohon tumbang ini,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak akan memberi bantuan kepada warga yang rumahnya terkena puting beliung. Pemkot telah menyiapkan 303 keping seng. Setelah dilakukan pendataan, jumlah rumah terkena hantaman angin keras mencapai 33 rumah dengan lokasi di Kecamatan Pontianak Timur.

Pendataan itu dilakukan BPBD Kota Pontianak, bersama dinas terkait. Tak ketinggalan pergerakan cepat juga dilakukan camat, lurah, Rt, Rw untuk melakukan pendataan rumah terkena hantaman angin kencang. Diketahui amukan angin kencang itu terjadi di 10 lokasi berbeda di Kecamatan Pontianak Timur. Namun yang terparah di wilayah Tanjung Hulu. Ia berharap, bantuan pemerintah bermanfaat. “Saya imbau untuk memperkuat pondasi atap, sebab hujan yang dibarengi angin kencang masih berpotensi terjadi khususnya di Bulan Januari dan Februari,” imbaunya.(iza)

Berita Terkait