Muhammad Raqxel Alkadrie, Juara Nasional Lomba Bercerita Anak

Muhammad Raqxel Alkadrie, Juara Nasional Lomba Bercerita Anak

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:30
PENGHARGAAN : Pelajar asal Kota Pontianak Muhammad Raqxel Alkadrie menunjukan piagam dan piala sebagai juara pertama lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2016. IST

Berita Terkait

​Mewakili Kalbar, Raqxel berhasil menjadi juara nasional lomba bercerita anak tingkat siswa SD/ MI yang digelar di Jakarta 14-17 Agustus 2016. Atas prestasi tersebut, pelajar asal Kota Pontianak ini diundang ke Istana Negara, bertemu Presiden Joko Widodo tepat saat perayaan HUT ke-71 RI, Rabu (17/8) kemarin. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Untuk pertama kalinya, perwakilan Kalbar akhirnya berhasil menoreh prestasi gemilang sebagai juara pertama dalam lomba bercerita anak tingkat siswa SD/MI yang diadakan Badan Perpustakaan Nasional. Setelah sebelumnya menang di tingkat Provinsi Kalbar, pelajar SD Muhammadiyah 2 Pontianak, bernama lengkap Muhammad Raqxel Alkadrie ini kembali membuktikan bakatnya di tingkat nasional. 

Membawakan cerita daerah berjudul Bau Dibayar Dengan Bunyi dan Asal Mula Terjadinya Sungai Landak ia mampu mengungguli 34 peserta dari 34 provinsi se-Indonesia. Atas prestasinya tersebut ia pun diundang ke Istana Negara mengikuti upacara HUT ke-71 Kemerdekaan RI sekaligus bertemu Presiden Joko Widodo. 

Saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (17/8) kemarin, bocah 10 tahun berbadan gempal yang akrab disapa Raqxel itu mengaku sangat senang dan tidak menyangka dirinya mampu menjadi pemenang. Apalagi kali ini dia harus mewakili Kalbar di ajang yang lebih besar. “Senang dan bangga sekali bisa bertemu presiden,” ucapnya senang. 

Bocah kelahiran Pontianak 7 September 2005 itu mengatakan, kegemarannya mengikuti lomba bercerita, pidato, baca puisi dan ceramah dimulai sejak ia berusia tiga tahun. Kala itu ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). “Awalnya iseng tunjuk tangan pengen ikut lomba, eh malah menang juara ke dua,” akunya.  

Sejak itulah, anak dari pasangan Sonny Alkadrie dan Hadiyah Alkadrie tersebut mulai hobi berkompetisi dan ikut lomba-lomba. “Sejak menang jadi suka ikut lomba-lomba, kayaknya seru dan asik,” katanya.

Menurutnya sang ibu lah yang sangat berperan atas prestasinya selama ini. Karena ibunya sendiri yang melatih Raqxel sehari-hari di rumah. “Jika lomba pidato dan ceramah lebih mudah, tinggal menghafal teks, kalau untuk bercerita harus latihan blocking kurang lebih sebulan latihan,” jelasnya. 

Sejak pertama mengikuti lomba serupa, sudah lebih dari lima kali Raqxel memenangkan ajang tingkat provinsi. Diantaranya pada 2011 Juara I mendongeng, tahun 2012 Lomba Bercerita Tingkat Kalbar meraih nilai tertinggi, 2013 Juara 1 Dai Cilik SD dan lomba ceramah agama FASI IX tingkat Kota Pontianak. 

Sebelumnya pada 2014, pelajar yang tinggal di Jalan Tanjung Raya II ini pernah juara 1 lomba ceramah agama FASI IX Tingkat Kalbar, tahun 2015 juara 1 Lomba Baca Puisi  Citra Anak Sholeh, 2016 juara II lomba pidato dan juara satu lomba bercerita tingkat Kota Pontianak.

Sang Ibu, Hadiyah Alkadrie (40 tahun) mengaku bangga dan terharu dengan keberhasilan anaknya. "Tidak terbayangkan anak saya bisa juara satu di tingkat nasional," ucapnya. 

Sebagai orang tua dia berjanji akan terus mendukung bakat dan prestasi sang anak. Bahkan agar bakat seni dan akademik tetap berimbang, Hadiyah selalu mengikutkan Raqxel dalam les tambahan. "Selain bakat seni nilai akademiknya Alhamdulillah tetap bagus, dia suka sekali mata pelajaran Matematika dan IPA," tandasnya. 

Sementara itu, pelatih mendongeng Raqxel, Ilham Setia mengatakan persiapan menghadapi perlombaan di tingkat nasional sudah cukup lama dilakukan. "Orang tuanya yang banyak dukung dari awal, saya hanya sekitar tiga minggu untuk memantapkan," ucap lulusan Teater ISI Jogja itu. 

Menurutnya proses perlombaan memang cukup ketat, di mana Raqxel harus bersaing dengan peserta lainnya yang tak kalah bagusnya. Dari 34 peserta diseleksi menjadi 12 finalis kemudian barulah diambil tiga besar terbaik. Dia menilai, faktor kemenangan Raqxel karena ia sangat menguasai bahan dan mampu bercerita dengan teknik yang baik. 

"Ada keunikan tersendiri, secara fisik begitu muncul dengan postur tubuhnya yang gempal, menjadi lucu, justru dari kelemahan itulah menjadi kelebihan," pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Berita Terkait