Motif Khas Sanggau, Datangkan Tutor dari Jogyakarta

Motif Khas Sanggau, Datangkan Tutor dari Jogyakarta

  Sabtu, 28 November 2015 08:29
BATIK: Aktivitas belajar membatik yang dilakukan di Dekranasda. Datangkan pembimbing dari pusat batik Jogyakarta.sugeng/pontianakpost

Berita Terkait

 

Batik identik dengan budaya masyarakat Jawa. Namun sekarang tidak demikian untuk saat ini. Selain batik Jawa, saat ini sudah ada batik Sumatera. Dan kabupaten Sanggau akan memulai langkahnya menjadikan identitas daerah dengan motif dan corak khas daerah.Sugeng, SanggauADALAH Arita Apolina, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sanggau yang menggagasnya. Dia memastikan meski baru, tetapi membatik dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat. Di samping masalah seni membatik yang perlu ketelatenan dan insting seni yang tinggi.

 “Fashion ini kan terus berkembang, tidak ada matinya. Ini bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat kita disini,” kata dia. Dengan batik bermotif khas daerah, Sanggau akan semakin dikenal oleh masyarakat dunia.

“Kedepan akan diwajibkan menggunakan batik khas Sanggau, terutama untuk kegiatan tingkat nasional,” ujarnya.

Kepada media ini, salah satu pembatik, Ema sedang menggambar motif. Sementara rekannya yang lain ada yang sibuk menggambarkan motif batik dan ada juga yang sibuk menggunakan canting dan mengukir kain dengan motif yang telah dibuat.

Membatik, kata dia, sesuatu yang masih sangat baru bagi masyarakat Sanggau. Dikatakannya, kegiatan membatik tersebut tidak hanya digandrungi oleh kaum wanita saja, tetapi diikuti oleh pria.

“Kami 15 orang. Dua diantaranya laki-laki,” kata dia Jumat (27/11).

Karena membatik adalah hal yang baru, pihak TP PKK Sanggau mendatangkan tutor langsung dari Yogyakarta. Yogyakarta sendiri merupakan salah satu daerah yang sangat terkenal dengan batiknya.

Ema mengakui adanya kesulitan dalam hal membatik, terlebih jika tidak memiliki kemampuan dalam menggambar. Kendala lainnya adalah jika ada yang bisa menggambarkan harus mengambil motif gambar yang menjadi ciri khas Kabupaten Sanggau.

“Kita tidak mungkin mencontek motif dari luar,” ujarnya.

Mengenai bahan baku, kata dia, dibawa langsung dari Yogyakarta karena kebetulan kegiatan membatik di Sanggau baru pertama kali. “Kita tidak punya bahan untuk membuatnya. Makanya langsung bawa dari sana,” katanya.

Untuk sementara, motif yang dicoba untuk batik khas yakni berupa tulisan seven brand images, kemudian Sabang Merah dan juga buah Tengkawang. (*)

Berita Terkait