Monchi Mampu Naikan Nilai Jual Pemain

Monchi Mampu Naikan Nilai Jual Pemain

  Rabu, 3 Agustus 2016 10:28
Ramon Rodriguez Verdejo

Berita Terkait

 
Pelatih dengan strategi brilian dan keberadaan pemain andalan mutlak diperlukan jika suatu klub ingin menjadi juara. Namun, tanpa keberadaan direktur olahraga kuat adu otot dengan tim lain dalam mendapatkan pemain yang diinginkan, mustahil gelar tersebut bisa dicapai.

Dalam urusan jual-beli pemain, seluruh Benua Eropa mungkin bakal angkat topi kepada Ramon Rodriguez Verdejo, atau yang akrab disapa Monchi. Di tangannya, dia menjelma pemain dari antah-berantah menjadi permata bermutu tinggi Sevilla, yang kemudian dijual kepada klub peminat dengan harga tinggi.

Mari lihat starting XI pertama yang dicetaknya ketika berkiprah di Ramon Sanchez Pizjuan awal 2000. Nama-nama seperti Andres Palop, Dani Alves, Ivan Rakitic, hingga Carlos Bacca semua direkrut dengan harga sekitar EUR 25 juta (Rp 365,69 miliar dengan kurs EUR 1= Rp 14.627).

Namun, ketika dilepas, harga mereka menggelembung hampir tujuh kali dengan nilai EUR 170 juta (Rp 2,49 triliun).Itu belum para pemain yang dibesarkan oleh akademi mereka sendiri. Sergio Ramos, Jesus Navas, dan Alberto Moreno yang mampu menjadi andalan dari klub mereka saat ini.

Terbaru adalah transfer bomber Kevin Gameiro yang bernilai EUR 32 juta (Rp 468,01 miliar) ke Atletico Madrid. Mengalami kenaikan 300 persen yang hanya berharga EUR 10 juta (Rp 146,19 miliar).Monchi membeberkan strateginya dalam mendapatkan pemain bagus. Sepanjang lima bulan pertama, dia dan para kepala pemandu bakat bakal memantau berbagai liga. Dia menginstruksikan kepada mereka untuk sekedar mengumpulkan data. Tidak lebih.

Baru, pada Desember, dengan hati-hati Monchi memperhatikan para pemain yang tampil reguler baik bersama klub maupun timnas. Nama-nama itu kemudian ditandai sehingga memudahkan Monchi ketika pelatih meminta pemain yang sesuai dengan karakteristik strateginya.

Ke-11 nama itulah yang bakal coba dibujuk Monchi agar bersedia pindah ke Sevilla. Monchi menyatakan, dia selalu berusaha memiliki opsi alternatif dengan kualitas tak jauh berbeda ketika pemain utama gagal dibujuk.”Kami mencoba mendapatkan Kevin-Prince Boateng sebelum beralih ke Seydou Keita. Begitu juga Fred yang merupakan buruan utama kami sebelum ke Frederick Kanoute,” tuturnya.

Tidak hanya sekedar membeli pemain, Monchi juga harus menjadi babysitter yang bertugas membuat pemain baru itu betah. Sebab, dalam presentasinya di hadapan pemain dan agennya, Monchi sering memamerkan keindahan Kota Sevilla yang kadang jauh dari kenyataan.Nah, ilmu transfer hebat yang dimiliki oleh pria berkepala plontos itu bakal mendapat ujian musim ini. Sebab, dia dihadapkan pada cuci gudang yang dilakukan oleh klub berjuluk Los Nervionenses tersebut.

Selain Gameiro, beberapa nama lain yang hengkang adalah Ever Banega, Grzegorz Krychowiak, dan Coke yang hijrah ke Schalke 04 dengan mahar EUR 3 juta (Rp 43,91 miliar).Bahkan, Unai Emery, entrenador yang telah memberikan tiga trofi Europa League, juga ikut-ikutan hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG).

Situasi yang sangat berbahaya bagi Sevilla mengingat mereka harus berjibaku kontra Real Madrid pada Piala Super Eropa di Trondheim, Rabu pekan depan (10/8). Monchi mengaku bahwa menjual Coke merupakan kesalahan terbesar yang dilakukannya. ”Sebab, dia tidak sekdar bek kiri. Dia adalah nyawa tim ini,” papar Monchi.

Dia pun ”terpaksa” membangun kembali skuad dari nol. Dari sektor pelatih, Monchi berhasil mendapatkan pelatih yang membawa Cile kali pertama merengkuh Copa America, Jorge Sampaoli.Kemudian, satu-persatu Monchi menggaet pemain yang dibutuhkan untuk menambal lubang yang telah ditinggalkan. Di lini tengah, Ganso dan Mattias Kranevitter direkrut, di depan, Monchi meminjam Luciano Vietto dari Atletico Madrid, serta membeli bomber Toulouse Wissam Ben Yedder. (apu)

Berita Terkait