Momentum Kebangkitan

Momentum Kebangkitan

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:12
PASKIBRA: Paskibra Kabupaten Sambas saat bertugas mengibarkan bendera di halaman Kantor Bupati. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - Masyarakat kabupaten Sambas terlihat antusias dalam berbagai kegiatan peringatan HUT RI ke 71. Mulai dari pawai obor yang digelar Selasa (16/8) malam kemudian upacara detik Proklamasi, Rabu (17/8), warga pun tumpah ruah menyaksikannya.

Saat pelaksanaan Pawai Obor, yang dilepas langsung Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc, hampir seribuan masyarakat berbondong-bondong ke halaman Kantor Bupati. Demikian juga, warga menyemut memenuhi tepi jalan sepanjang rute pawai dilaksanakan.

Selanjutnya, pada upacara peringatan HUT RI ke 71. Juga terlihat sama. Meski dalam cuaca panas. Warga Sambas menyaksikan upacara yang berlangsung khidmat. Para pedagang minuman dan makanan pun, meraup untung di tengah keramaian yang ada karena dagangannya laku.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengatakan peringatan HUT kemerdekaan ke 71. Diharapkan menjadi momentum yang sangat berharga untuk Pemkab Sambas. Untuk menjadi kabupaten yang bangkit, maju dan hebat ke depan.

“Semangat 17 Agustus harus kita maknai sebagai sebuah tindakan awal kita untuk melakukan perubahan besar di Kabupaten Sambas. Perubahan besar itu bagaimana kepedulian terhadap masyarakat dan rakyat, perubahan terhadap persoalan yang memang dihadapi masyarakat untuk segera kita tangani dan diselesaikan,” kata Bupati Sambas usai menjadi Inspektur Upacara detik-detik proklamasi.

HUT RI ke 71, sebutnya, juga menjadi momentum kembalinya seluruh komponen yang ada pada sebuah komitmen, kekompakan, persahabatan dan perkawanan untuk bersama-sama membangun Sambas ke depan.

“Kita harus terus berkarya, berinovasi, harus ada terobosan brilian untuk majukan Sambas. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh remaja dan tokoh lintas suku etnis lainnya untuk bersama –sama memperkuat dalam upaya pembangunan Sambas,” katanya.

Sebagai kabupaten yang memiliki daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Harus menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Dan sebagai negara, pemerintah harus bisa membuktikan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat di perbatasan.

“Perlu dibuktikan, kehadiran negara, pemerintah. Sehingga mereka (masyarakat perbatasan) merasakan negara dan pemerintah memang hadir,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas, Hj Lusyanah Kosasih SPd Amd Far mengatakan makna dari peringatan HUT kemerdekaan RI ke 71. Bagaimana kaum perempuan terutama para ibu, diberi ruang untuk mengaktualisasikan diri. Baik di rumah maupun di masyarakat.

“Sebagai kaum perempuan, harus diberi ruang untuk mengaktualisasikan diri. Misalkan saat dalam rumah tangga, bisa mengungkapkan pendapatnya. Kemudian di masyarakat, bisa mengaktualisasikan diri,” katanya.

Terkait kondisi sekarang, Istri Bupati Sambas ini mengatakan, kaum Ibu di Sambas baik di pedesaan dan dikota sudah hebat. Di pedesaan misalnya, para kaum ibu bangun pagi kemudian ke kebun untuk menoreh pohon karet, berjualan, dan sebagainya. Dan ini merupakan sesuatu yang hebat dan luar biasa.

 “Ke depan, apa yang dilakukan ibu-ibu di pedesaan kita harus berikan sesuatu agar bisa lebih. Misalkan diikutkan dalam pelatihan, pembekalan kemudian kita bangkitkan kesadaran untuk terus maju,” katanya.

Karena kalau belum maju, dikatakan Lusyanah, itu karena belum ada kesempatan. Dan yang belum ini. Harus didorong, baik itu sisi ketrampilan, ilmu serta lainnya.

“PKK akan berupaya mendorong, kaum ibu, untuk terus maju dan bisa mengaktualisasikan diri di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” katanya.(fah)

Berita Terkait