Momentum Hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah

Momentum Hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah

  Senin, 3 Oktober 2016 10:26
PAWAI: Bupati Mempawah, H Ria Norsan melepas peserta pawai takruf 1438 H//

Berita Terkait

Banyak masyarakat muslim yang tidak tahu penetapan 1 Muharam sebagai awal tahun baru Islam. Akibatnya, banyak para orang tua yang tidak menyampaikan ihwal perayaan itu kepada anak-anaknya.

 

 

Wahyu Izmir, MEMPAWAH

 

BUPATI Mempawah, H Ria Norsan mengaku prihatin dengan perayaan tahun baru Islam yang dirasakan kurang semarak dan meriah, jika dibandingkan tahun baru nasional. Menurut dia, hal itu dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat muslim dengan penetapan tanggal 1 Muharam itu sendiri.

Keprihatinan tersebut disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu ketika melepas 143 regu pawai takruf di Halaman Masjid Agung Alfalah Mempawah, Minggu (2/10) pagi. Pawai takruf itu sendiri dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerjasama dengan ormas islam dan pengurus Masjid Alfalah Mempawah.

“Seperti yang kita lihat di Indonesia umumnya, Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Mempawah khsuusnya, perayaan tahun baru islam setiap tahun selalu kalah meriah dibandingkan peringatan tahun baru nasional,” sesal Norsan.

Kenapa? Sebab banyak masyarakat muslim yang tidak tahu 1 Muharam sebagai awal tahun baru Islam. Sehingga banyak masyarakat dan para orang tua yang tidak menyampaikan kabar perayaan itu kepada anak-anaknya.

“Para orang tua dan pendakwah tidak memberikan nasehat atau pemberitahuan kepada anak-anak dan seluruh umat. Akibatnya, banyak yang tidak tahu kapan tanggal 1 muharam itu ditetapkan. Berbeda dengan perayaan tahun baru nasional yang ditetapkan pada setiap 1 Januari,” tuturnya.

Karena itu, Norsan menghimbau kepada seluruh orang tua dan elemen masyarakat muslim di Kabupaten Mempawah untuk memberikan pemahaman yang baik kepada anak dan lingkungannya tentang perayaan tahun baru islam. Agar, perayaan 1 Muharam akan lebih semarak dan meriah lagi.

“Jangan sampai kita sebagai orang islam tidak tahu dengan tahun baru Islam,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati pun menerangkan, penetapan 1 Muharam ditandai dengan momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah.

Sejak itulah perhitungan tahun baru islam dimulai sampai sekarang. Untuk itu, Norsan mekankan seluruh masyarakat dan generasi muslim harus tahu dengan sejarah tahun baru islam.

“Kepada peserta pawai taaruf, selalu jaga ketertiban ketika melewati rute-rute pawai. Gunakan separuh jalan saja, sedangkan separuhnya lagi untuk lalu lintas kendaraan umum,” pesan Norsan.

Menambah motivasi peserta pawai takruf, Bupati pun menambahkan hadiah uang tunai yang akan diterima para pemenang. Juara pertama ditambah Rp 2 juta, juara kedua mendapat tambahan Rp 1, 5 juta dan juara tiga Rp 1 juta.

“Tetapi yang paling penting bukan nominal hadiah, melainkan syiar islam di maysarakat. Sebab, tujuan utama dari pawai takruf ini untuk mensyiarkan islam di Kabupaten Mempawah. Agar, agama islam semakin popular dan dikenal seluruh kalangan,” tukasnya. Sementara itu, Panitia Pawai Takruf, Ismail mengungkapkan kegiatan pawai takruf perayaan tahun baru islam 1438 H itu diikuti 143 regu. Terdiri dari 65 regu kategori umum, 35 regu remaja dan pelajar, 33 regu anak-anak dan TPA serta 10 regu arak-arakan.

“Juara pertama akan mendapakan piala tetap Bupati Mempawah beserta uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, juara kedua Rp 4 juta dan juara ketiga Rp 3 juta. Bagi peserta lainnya akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu per regu,” ucapnya.

Selain melaksanakan pawai takruf, dalam momentum tahun baru islam 1438 H tersebut Pemerintah Kabupaten Mempawah juga menggelar tabliq akbar dengan mendatangkan penceramah, Ustaz Noor Albar di Masjid Agung Alfalah Mempawah. Tabliq akbar tersebut dihadiri ribuan jemaah. (wah)

Berita Terkait