Momen Terbaik Bangkit

Momen Terbaik Bangkit

  Minggu, 17 April 2016 09:59

Berita Terkait

BARCELONA – Barcelona masih sangat jumawa sampai dengan jornada ke-29 atau 12 Maret lalu. Dengan sangat gagah Barcelona menggulung Getafe dengan setengah lusin gol di Camp Nou. 
Selain poin absolut, Barcelona juga unggul delapan poin dari Atletico Madrid, sang penguntit terdekat menuju gelar La Liga. Yang lebih membanggakan, Blaugrana, julukan Barcelona, unggul 12 poin di depan seteru abadinya, Real Madrid. 

Kini rajutan bayang-bayang indah mengulang prestasi treble winners Barcelona dalam tiga pekan belakangan hancur. Dini hari nanti (18/4) di Camp Nou menjamu Valencia, tak ada kata lain selain : harus menang. 

Ya, keruntuhan mimpi Barcelona diawali hasil imbang 2-2 di El Madrigal, kandang Villarreal (20/3). Disusul kalah 1-2 dari Real di el clasico (3/4). Sedikit 'hiburan' berkat kemenangan 2-1 di first leg perempat final lawan Atletico (5/4). 

Akan tetapi, dua laga selanjutnya betul-betul bikin patah hati penggawa dan suporter Barcelona. Dipermalukan 0-1 oleh Real Sociedad (9/4). Kemudian tersisih dari Liga Champions usai kalah 0-2 oleh Atletico di second leg perempat final Liga Champions di Vicente Calderon (14/4) adalah titik nadir Andres Iniesta dkk musim ini. 

Gara-gara rangkaian hasil buruk itu Barcelona tidak hanya tersisih di Liga Champions. Namun juga jarak poin dengan para pemburu gelar La Liga lain, Atletico dan Real, makin pendek. Sampai jornada ke-32 pekan lalu, Barcelona hanya punya margin tiga poin dengan Atletico dan empat angka dengan Real. 

Pundit ESPN Sid Lowe kemarin (16/4) sampai menulis ada yang sedang tak benar di tubuh Barcelona. Mengutip beberapa keluh kesah pemainnya, seperti Iniesta juga bek Gerard Pique, ada beban berlebihan yang tak bisa dilepaskan para pemain Barcelona saat ini. 

“Terakhir kali perjumpaan Valencia versus Barcelona di Camp Nou mirip pertunjukan sulap. Luis Enrique, Lionel Messi, dan Luis Suarez hanya berkomat-kamit 'abracadabra' lalu muncullah skor kemenangan 7-0,” tulis Lowe. 

Pertemuan Valencia versus Barcelona di semifinal Copa del Rey musim ini memang menyesakkan buat Los Che, julukan Valencia. Secara agregat Barcelona menang 8-1 dalam dua pertemuan. 

Kali ini pertemuan kedua tim tak akan semudah di Copa del Rey. Mental tanding Barcelona sedang runtuh. Suasana ruang ganti sudah tak kondusif. Percikan kecil ego para bintang bisa semakin memperkeruh suasana. 

Entrenador Barcelona Luis Enrique berusaha kelihatan tenang-tenang saja. Meski faktanya Barcelona sedang limbung. Ibarat petinju, Barcelona sudah sempoyongan dan setiap saat bisa mencium kanvas. 

“Tentu saja kami kecewa dengan serangkaian hasil yang terjadi. Namun kami terus berjuang menjaga konsentrasi kami sambil terus berpikiran positif hingga enam laga ke depan di La Liga,” terang Enrique seperti diberitakan Four Four Two kemarin (16/4). 

Dari enam pertandingan yang tersisa di depan Barcelona, laga bertemu Valencia ini punya posisi krusial. Kalau menang, Barcelona punya konfidensi menjulang buat memenangi La Liga. Kalau kalah atau imbang, gelar La Liga bisa disikat Atletico juga Real. 

Rentetan jadwal Barcelona usai lawan Valencia yakni tandang versus Deportivo La Coruna (20/4), kandang lawan Gijon (23/4), tandang lawan Real Betis (30/4), kandang lawan Espanyol (8/5), dan tandang versus Granada (15/5). 

Setelah itu, masih ada perebutan gelar juara Copa del Rey. Di partai puncak yang berlangusng di Vicente Calderon Madrid, Barcelona akan berjumpa Sevilla 21 Mei mendatang. 

“Saya katakan kami harus menyudahi segala kesalahan yang kami perbuat saat ini. Kami harus tetap optimis dan tak ada gunanya untuk menangisi kekalahan juga tersingkir di Liga Champions,” ujar Enrique. 

Menjelang laga versus Valencia ini, tiga pemain Barcelona menepi karena cedera. Sandro Ramirez, Thomas Vermaelen, dan Jeremy Mathieu. Arda Turan tak ada di bangku cadangan karena terkena akumulasi kartu. 

Sementara di kubu Valencia, dua pemain yang minggir karena cedera. Yakni Zakaria Bakkali dan Pablo Piatti. Sedang pemain pinjaman dari Real Denis Cheryshev diragukan kebugarannya. 
Bek Javier Mascherano memberikan dukungan bagi rekan-rekan setimnya. Menurut mantan pemain Liverpool ini masih ada dua tropi yang bisa didapatkan Barcelona di akhir musim ini. 

“Kami tak harus menyesali dengan apa yang kami alami. Kami harus bisa mengangkat dan menolong diri kami sendiri saat ini,” kata pemain berusia 31 tahun itu. 

AS kemarin menulis anjloknya performa Barcelona dalam lima pertandingan terakhir dibarengi meredupnya performa bintang utama mereka, Lionel Messi. Dalam 452 menit Messi tak berkontribusi apapun. Baik gol atau assist. 

Memang faktor Messi dan ketergantungan Barcelona kepada pemain 28 tahun itu bukan fakta anyar. Tak heran jika Messi adalah personifikasi kesuksesan Barcelona di era Millenium ini. 

Sementara itu, entrenador Valencia Pako Ayestaran menuturkan akan memberikan perlawanan keras kepada Barcelona. Usai pergantian entrenador, dari Gary Neville ke Ayestaran, Valencia membaik. 

Pekan lalu, pada jornada ke-32 (10/4) Valencia menang 2-1 atas Sevilla. Kemenangan itu mengangkat posisi Valencia satu setrip. Dari peringkat ke-15 naik menjadi ke-14. 

Ayestaran seperti dberitakan ESPN berhasil menyuntikkan motivasi baru kepada Paco Alcacer dkk menghindari degradasi. Meski berjarak sembilan poin dari tim di zona degradasi, Ayestaran ogah lengah. 

“Kami tak akan menyerah dan memberikan kemenangan kepada Barcelona begitu saja. Hasil obyektif imbang di Camp Nou mungkin akan menyenangkan bagi kami semua,” tutur pria berusia 53 tahun itu. (dra)

 

Berita Terkait