Modal Dari Eropa

Modal Dari Eropa

  Minggu, 22 May 2016 10:47

Berita Terkait

MADRID – Entrenador Sevilla Unai Emery memberikan gestur agar pasukannya melambatkan tempo di akhir pertandingan final Europa League Kamis (19/5) lalu. Perintah dari Emery kepada Coke dkk menunjukkan : jangan habiskan tenagamu. Masih ada final Copa del Rey. 

Dini hari nanti (23/5) di Vicente Calderon, Sevilla akan menantang Barcelona. Kedua tim sama-sama memburu gelar keduanya musim ini. Barca, nama lain Barcelona, sudah menggenggam tropi La Liga usai kejar-kejaran yang mendebarkan dengan Real Madrid. Lalu Sevilla memenangi Europa League secara beruntun untuk ketiga kalinya. 

Kemenangan di Europa League yang kelima buat klub Andalusia Spanyol itu membuat mereka adalah tim tersukses sepanjang sejarah kompetisi. Demikian juga status Barca di ajang kompetisi Copa del Rey ini. 

Di ajang Piala Raja ini Blaugrana, julukan Barca, sudah menjadi kampiun sebanyak 27 kali dan sepuluh kali jadi runner-up. Tak salah jika memenangi final Copa del Rey musim ini maka Barca akan kian menebalkan rajanya Piala Raja. 

“Kami termotivasi dan bergairah dengan final Copa del Rey ini. Pendukung kami yang tak hadir di Basel akan memenuhi Vicente Calderon,” kata Emery seperti diberitakan Four Four Two kemarin (21/5). 

Rekor pertemuan Barca versus Sevilla musim ini sementara 2-1 buat keunggulan Barca. Andres Iniesta dkk menang di UEFA Super Cup dengan skor 5-4 (11/8) dan jornada ke-26 La Liga (28/2) dengan skor 2-1. Sedang kemenangan Sevilla atas Barca terjadi di jornada ketujuh (3/10) juga dengan skor 2-1. 

“Kami sudah mempersiapkan strategi macam apa yang akan disiapkan demi membendung Barca. Ini adalah tantangan besar kami buat memukul tim yang jauh lebih besar dan kuat ketimbang kami,” ucap Emery. 

Pria asal Hondarribia Spanyol itu punya beberapa modal buat menghalani pesta Barca di Copa del Rey dalam dua tahun beruntun. Pertama jelas konfidensi Sevilla sedang tinggi-tinngginya. 

Kedua rotasi di tubuh Sevilla berjalan mulus. Tampil di enam ajang kompetisi berbeda Sevilla melakukan tambal sulam dengan 33 pemain yang berbeda. 

Strategi ala Emery bisa dipahami sebagai kekuatan merata antara pemain inti dan cadangan. Juga karena Sevilla hidup dari 'jualan' pemain. Maka satu-satunya yang abadi adalah identitas klub itu sendiri. Belum ada status pemain 'legenda' sejak masuknya Direktur Olahraga Ramon Rodriguez vardejo alias Monchi. 

Dalam analisis Outside of The Boot saat Sevilla menjinakkan Barca di Ramon Sanchez Pizjuan Oktober lalu, Emery meminta setiap dua pengumpan terbaik Barca mengkontrol bola, Iniesta dan Sergio Busquets, harus ada pressing.

Empat pemain mengerubung baik Iniesta dan Busquets lalu menggirinnya ke pinggir lapangan. Ketika bola sudah didapatkan, maka Sevilla yang punya transisi serangan balik cepat akan menghukum Barca dengan kejam. 

Sementara ketika Sevilla kalah 4-5 oleh Barca di ajang UEFA Super Cup, Emery gagal mematikan serangan Barca yang diawali dari sayap. Bek sayap Sevilla gagal mengisolasi pergerakan pemain Barca yang mengiris lini belakang Sevilla dari pinggir. 

Menjelang laga ini, Sevilla kehilangan tiga nama pemain. Yakni Jose Antonio Reyes, Benouit Tremoulinas, dan Michael Krohn-Dehli. Sementara bek Adil Rami diragukan kebugarannya di laga ini. 

Kapten Sevilla Coke menuturkan kepada Marca kemarin jika kans menang atas Barca sangat besar. Sebab musim ini, Sevilla bertemu dengan Barca tiga kali dan menang sekali. 

“Jelas kami tak boleh barang sedikitpun mengedip atau berkata lelah. Karena kelengahan akan berakibat fatal ketika kami mengahadapi klub sekelas Barca,” tutur Coke. 

Pemain 29 tahun itu juga menambahkan trio MSN (Messi-Suarez-Neymar) yang jadi mesin gol Barca wajib diwaspadai kontribusi ketiga yang mencapai 80 persen dari total gol Barca musim ini sudah jadi buktinya. 

Di sisi lain, entrenador Barca Luis Enrique pun yakin seandainya Barca bisa menyetop kisah sukses Sevilla. Walau pernah kalah musim ini di La Liga, Barca tetaplah unit terbaik saat ini di kolong jagad. 

“Pekan lalu kami baru saja menuntaskan La Liga dengan kemenangan atas Granada. Kami akan membawa euforia itu melawan Sevilla kali ini,” tutur Enrique kepada Marca. 

Pria berusia 45 tahun itu pun meyakini kekalahan di Liga Champions atas Atletico Madrid akan terobati jika musim ini mereka menang dua tropi. Yakni La Liga dan Copa del Rey. 

Dalam laga ini, versi Whoscored tiga pemain mengalami cedera. Yakni Claudio Bravo, Sandro Ramirez, dan Sergi Samper. Dua nama terakhir jelas bukan nama reguler. Artinya Barca akan tampil full team. 

Enrique menilai jika Sevilla punya style permainan yang mirip mereka. Umpan pendek dan cepat. Enrique lantas mencontohkan bagaimana Sevilla menghabisi Liverpool di final Europa League Kamis lalu. 

“Sevilla adalah penakluk Eropa sama seperti apa yang kami lakukan dalam satu dekade belakangan ini. Juga Sevilla punya pelatih yang sangat berpengaruh,” tambah pria kelahiran Gijon Spanyol itu. 

Namun Enrique merasa punya keuntungan dengan tampilnya Sevilla di final Europa League Kamis lalu. Yakni masalah tenaga para pemainnya yang sepertinya kelelahan. 

“Dua final dalam empat hari adalah gila. Kami sudah pernah merasakan hal itu sehingga kami tahu seberat apa beban yang akan dihadapi,” kata Enrique. 

Sementara itu, kapten Barca Andres Iniesta kepada Marca mengatakan lawan kali ini adalah lawan terbaik. Bahkan jika dibandingkan dengan Real atau Atletico, Sevilla berada alam level kesusahan yang sama. 

“Sevilla punya banyak kombinasi serangan dan banyak pemain bagus. Dan final akan selalu berbeda dengan laga biasa terutama di atmosfernya,” jelas Iniesta. (dra)

Berita Terkait