Mobil Mewah Malaysia Diselundupkan

Mobil Mewah Malaysia Diselundupkan

  Sabtu, 27 Agustus 2016 10:54
MOBIL ILEGAL: Tersangka pemilik sekaligus pemalsu surat-surat mobil klasik asal malaysia yang akan diseludupkan ke Jakarta melalui Pontianak berhasil ditangkap polisi

Berita Terkait

PONTIANAK - Dua unit mobil klasik, Mercedez Benz dan BMW asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Jakarta melalui Pontianak berhasil digagalkan polisi. Tak hanya menyita kendaraan, pemilik sekaligus pemalsu surat-surat kendaraan, Gs turut ditangkap pada 16 Agustus lalu.

 

Kapolresta Pontianak Kombes Iwan Imam Susilo, mengatakan, temuan adanya mobil asal Malaysia yang diduga ilegal tersebut berawal dari adanya temuan anggota yang melihat adanya mobil diduga bukan berasal dari Indonesia tengah berada di toko aksesoris mobil di Jalan M Sohor, Pontianak.

 

Berdasarkan dugaan tersebut, lanjut dia, dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan oleh pemilik mobil, yakni Gs diperlihatkan STNK dengan nomor polisi kendaraan D 1622 RC.

“Setelah dilakukan pengecekan, mulai dari nomor kerangka dan nomor mesin, ditemukan perbedaan antara nomor yang ada di kendaraan dan di STNK,” kata Iwan, Jumat (26/8).

Iwan menjelaskan karena dugaan bahwa mobil tersebut ilegal semakin kuat dengan adanya ketidakcocokan nomor kerangka dan mesin dengan yang tertera di STNK, sehingga pemilik mobil bersama mobil diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Iwan, berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan penyidik, akhirnya ditemukan bukti-bukti telah terjadinya tindak pidana pemalsuan dokumen yang dilakukan pemilik mobil.

“STNK dan BPKB yang digunakannya asli. Untuk mengelabui petugas, nomor rangka, dan mesin mobil Malaysia itu diubah sesuai STNK yang dipegang tersangka,” ungkap Iwan.

Iwan menuturkan, dari pengakuan tersangka, dua unit mobil klasik tersebut dibelinya dari seseorang di Malaysia. Lalu sesampainya di Pontianak, seluruh kelengkapan kendaraan, seperti plat mobil, STNK, dan BPKB dipalsukan.

“Dugaan sementara, pemalsuan dokumen untuk memasukan kendaraan dari Malaysia ini sudah berlangsung lama dan melibatkan sejumlah orang sehingga ketika barang ini masuk terbilang aman,” terangnya.

Iwan menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan pemalsu dokumen kendaraan ilegal tersebut. “Tersangka sampai dengan saat ini masih dimintai keterangan karena kuat dugaannya pelaku pemalsuan dokumen ini tidak hanya satu tetapi melibatkan banyak pihak,” tegasnya.

Tersangka, Gs mengaku membeli dua unit mobil Mercy tersebut dari temannya yang berada di Malaysia. Kedua kendaraan tersebut dibelinya seharga Rp300 juta. “Satu mobil dikirim sementara satu mobilnya saya bawa sendiri melewati pos lintas batas Entikong, Kabupaten Sanggau,” kata tersangka.

Gs mengatakan mobil tersebut sampai dengan saat ini belum ada yang memesan karena rencananya dua unit mobil itu akan dipamerkan di Jakarta. “Rencananya mau saya jual saat acara pameran dengan harga per unit Rp400 juta,” ucapnya. (adg)

Berita Terkait