MMP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

MMP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
POTONG PITA: Wabup Gusti Ramlana memotong pita menandai peresmian MMP

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan apresiasi atas realisasi pembangunan Mempawah Mangrove Park (MMP). Sebab, keberadaan MMP diyakini akan menjadi destinasi pariwisata baru yang mampu memberikan dampak positif untuk kemajuan ekonomi masyarakat lokal.

 
“Kita patut bangga dengan adanya MMP yang telah digagas oleh anak-anak mudah kreatif tergabung dalam MMC bekerjasama dengan BI. MMP akan menjadi salah satu destinasi pariwisata baru di Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalimantan Barat umumnya,” pendapat Wakil Bupati, Gusti Ramlana dalam acara meresmikan MMP di Taman Makam Pahlawan Putra Bangsa, Selasa (23/8) pagi.

Peresmian MMP tersebut ditandai dengan pelepasan burung dan pemotongan pita oleh Gusti Ramlana didampingi Pimpinan BI Perwakilan Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto dan Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah.

Ramlana menilai, pengembangan MMP memadukan konsep ekowisata dan edukasi lingkungan hidup. Konsep tersebut akan menjadikan MMP sebagai tempat untuk berwisata sekaligus mempelajari pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir pantai. Sehingga, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam hutan mangrove, melainkan bisa belajar tentang konservasi mangrove.

“Memberikan edukasi dan pembelajaran kepada pengunjung MMP tersebut sejalan dengan motto Kabupaten Mempawah yakni, maju dengan ilmu,” tegasnya.

Karenanya, Ramlana berharap keberadaan MMP mampu menjadi memberikan multiplayer effect bagi pengembangan perekonomian masyarakat lokal. Untuk itu, Ramlana mendorong semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kinerja MMC untuk terus mengembangkan, menjaga dan memelihara MMP agar dapat dikemas dengan baik dan berkualitas.

“Semoga keberadaan MMP ini menjadi momentum pembangunan kawasan dan lingkungan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Sekaligus menjadi prasasti sebagai bukti kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Mempawah,” tukasnya.

Sementara itu, Pimpinan BI Perwakilan Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto menceritakan, awal perkenalannya dengan MMC terjadi pada 2013 silam. Ketika itu, MMC mengajukan proposal pengembangan kawasan hutan mangrove di Kabupaten Mempawah. Melihat besarnya potensi dari upaya penyelamatan lingkungan hidup itu membuat BI merestujui proposal tersebut.

“Kami lihat ada sawah yang sempat tidak bisa ditanami, akibat masuknya air laut dampak dari abrasi. Padahal kontribusi sektor pertanian cukup dominan dalam pertumbuhan ekonomi di Kalbar. Kalau abrasi terus dibiarkan, maka banyak lahan pertanian yang tidak bisa digarap,” ujarnya.

Makanya, lanjut Dwi, pihaknya pun memberikan dukungan kepada MMC untuk melakukan penyelamatan kawasan pesisir pantai melalui konservasi mangrove. Alhasil, setelah konservasi dilakukan secara berangsur masyarakat mulai bangkit. Tanah yang dulunya tidak bisa ditanam, sekarang sudah bisa tumbuh.

“Nelayan yang biasa mencari udang dan kepiring dalam radius yang jauh dari pantai, sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh. Di bawah pohon mangrove banyak udang dan kepiting. Bekerjasama dengan sejumlah komunitas, BI memberikan belasan ribu bibit mangrove,” ungkapnya.

Bahkan, imbuh Dwi, ketika MMC berkeinginan membangun MMP pihaknya pun menyambut baik dan mendukung penuh. Dalam laporan yang kami terima, sudah hampir 2000 pengunjung datang ke MMP.

“Multiplayer effect dari pembangunan MMP ini sangat luar biasa. Pengunjung yang datang akan bertransaksi dengan pedagang UMKM, kemudian ada lahan parkir, jasa pengelolaan sampah, atau penyewaan perahu nelayan untuk mengunjungi pulau penibung dan lainnya. Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi local inilah yang mendorong BI mendukung penuh pembangunan MMP,” tukasnya.

Selain dihadiri Wakil Bupati, Gusti Ramlana dan Pimpinan BI Perwakilan Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto, peresmian tersebut juga dihadiri Direktur Program Yayasan Kehati, Dr. Teguh Triono, pejabat SKPD, sejumlah komunitas, tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan Mempawah Hilir.(wah)

Berita Terkait