Mitos VS Fakta ODHA

Mitos VS Fakta ODHA

  Senin, 30 November 2015 09:36

Berita Terkait

TAHUN 2015 udah mau berakhir, Bro. Udah nggak zaman lagi kalau kamu masih percaya mitos-mitos nggak jelas, termasuk soal AIDS. Nggak ada alasan kamu boleh mengucilkan atau menjauhi ODHA. Nah, dalam rangka mau memperingati Hari AIDS Sedunia, X mau kasih tahu beberapa mitos yang salah mengenai ODHA (orang dengan HIV/AIDS) nih.

Mitos: HIV/AIDS bisa menular lewat aktivitas sehari-hari dan gigitan nyamuk.
Fakta: It’s totally wrong. HIV/AIDS itu sebenarnya tergolong penyakit yang cukup mudah untuk dihindari. Sebab, media penularan HIV/AIDS tersebut sebenarnya terbatas pada cairan tubuh manusia. Yep, menurut data dari dinas kesehatan, cairan tubuh yang dimaksud adalah darah, cairan sperma, dan ASI. Dan, penyakit itu juga nggak mungkin menular lewat nyamuk karena virusnya cuma bisa hidup di tubuh manusia.

 

Mitos: ODHA memiliki umur yang relative singkat.

Fakta: Eits, jangan salah. Meskipun HIV/ AIDS itu memang menyerang system kekebalan tubuh, nggak selalu orang yang mengidap penyakit tersebut punya umur singkat loh. Soalnya, dengan perawatan yang baik dan gaya hidup yang sehat, orang yang udah divonis mengidap HIV/ AIDS masih bisa hidup sampai puluhan tahun dengan mengikuti terapi rutin dan yang paling penting adalah dukungan moral dari teman-teman terdekat.

 

Mitos: Menurunnya nafsu makan/ berat badan adalah gejala AIDS.

Fakta : Wah kalau kamu sampai mikir kayak gini sih, sepertinya kamu kebanyakan nonton sinetron deh. Salah banget kalau kamu menilai gejala tersebut merupakan satu-satunya tanda seseorang mengidap HIV/AIDS. Nyatanya, nafsu makan berkurang dan berat badan menyusut dengan cepat itu bisa dialami siapa pun dan dalam berbagai kondisi loh. Jadi, jangan sampai ya kamu nakut nakutin teman kamu yang kebetulan lagi mengalami masalah tersebut. Kan kasian kalau dia panik… Hiks

 

Mitos: Jika ibu mengidap HIV, anaknya pasti terinfeksi HIV.

Fakta: Lagi lagi salah. Anggapan kayak gini juga termasuk salah satu yang popular gara-gara sinetron nih.. Emang sih, kemungkinan sang calon bayi buat terinfeksi HIV selalu ada. Tapi, tidak berarti pasti terinfeksi loh. Seorang wanita hamil pengidap HIV masih dapat melindungi bayinya dari penularan HIV lewat perawatan intensif dan pengobatan khusus untuk mengurangi infeksi virus tersebut. (*/det)

 

Berita Terkait