Mistis di Jalan Raya Air Hitam, Desa Peniti

Mistis di Jalan Raya Air Hitam, Desa Peniti

  Jumat, 24 November 2017 10:00
ANGKER: Lokasi terjadinya kecelakaan dump truk vs motor. Kerap merenggut korban jiwa.WAHYU/PONTIANAK POST

Kerap Ada Penampakan

MEMPAWAH - Jalan Raya Desa Peniti yang lebih familiar dengan sebutan Air Hitam merupakan salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mempawah. Tak sedikit pengendara yang celaka saat melintas di wilayah itu.

Terbaru, kasus kecelakaan yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia dan seorang kritis, Rabu (22/11) pagi. Dari berbagai kasus kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Air Hitam, mengundang beragam cerita dari masyarakat maupun para korban yang pernah mengalami naas di daerah itu.

Mulai dari faktor teknis hingga mistis ditenggarai menjadi penyebab maraknya kasus kecelakaan di Jalan Raya Air Hitam.

Abdul Gani (47) warga Sungai Pinyuh memiliki pengalaman buruk saat berkendara di daerah tersebut. Pada Maret lalu sekitar pukul 20.00 WIB, pria yang akrab disapa Wak Gan itu berkendara dari Pontianak menuju Sungai Pinyuh. Dengan kecepatan cukup tinggi, Gani melewati sebuah jembatan kecil.

Selepas jembatan itulah, Gani seperti kehilangan kendali terhadap kendaraannya dan melihat ada kendaraan lain didepannya. Spontan saja, Gani pun membelokan arah motornya untuk menghindari tabrakan. Naas, Gani yang berkendara dalam kecepatan cukup tinggi lantas mengalami nasib buruk. Dia mengaku menabrak beram jalan hingga menyebabkan kendaraannya terjungkal di jalan raya.

Tak sampai disitu, Gani yang tergeletak di badan jalan itu lantas ditabrak kendaraan lainnya dari arah belakang. Tak pelak, si pengendara yang menabraknya pun ikut tersungkur meski akhirnya mampu berdiri dan kabur dari tanggungjawabnya. Beruntung, Gani masih selamat dari kecelakaan di lokasi maut itu.

 “Waktu itu saya melihat ada sepeda motor tua (antik) didepan. Lalu, saya menghindar dan menabrak beram jalan. Anehnya, ketika saya sadar ternyata posisi kendaraan jauh dari beram jalan,” kenang dia.

Bahkan, lanjut Wak Gan paca kecelakaan itu dirinya tak menemukan adanya sepeda motor tua seperti yang dilihatnya sebelum terjadi kecelakaan. Dan saat ditanyakan kepada masyarakat sekitar yang membantunya juga mengaku tidak melihat adanya kenaraan antik seperti yang dimaksud.

 “Saya dan warga setempat sama sekali tidak melihat sepeda motor tua itu. Menurut warga, kendaraan tua yang saya lihat kemungkinan hanya penampakan ‘penunggu’ jalan raya air hitam yang akhirnya menyebabkan saya mengalami kecelakaan,” pendapatnya.

Pengalaman mistis juga dialami seorang pengendara yang sedang mengendarai sebuah mobil pick-up. Saat itu si sopir naas tersebut mengangkut buah durian untuk dijual ke Kota Pontianak. Sesampainya di Jalan Raya Air Hitam, si supir seketika kehilangan fokus dan keluar dari jalur jalan raya.

 “Saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja mobil saya seperti melewati jalur lain. Dan ketika sadar, saya dan kendaraan sudah terperosok keluar dari jalan raya. Rasanya seperti kehilangan fokus dan langsung kecelakaan. Saya percaya ada hal mistis di daerah itu,” tutur seorang pendara yang enggan namanya dikoran ini.

Berbeda dengan Wak Gan dan pengemudi mobil angkutan buah, pengendara sepeda motor, Rio Raziqin berpandangan lain. Penyebab maraknya kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Air Hitam akibat kondisi jalan yang lengang dan faktor human eror. Apalagi pada malam hari, Jalan Raya Air Hitam lebih sepi hingga memacu andrenalin pengendara untuk menambah kecepatan.

 “Dengan situasi jalan yang sepi dan badan jalan yang mulus, maka setiap pengendara pasti memacu kendaraan lebih kencang. Nah, pada saat itulah terjadi human eror hingga sangat rawan menyebabkan kecelakaan. Apalagi pada malam hari, kondisi penerangan di Jalan Raya Air Hitam tidak terlalu baik,” pendapat Rio yang juga pegawai Pemkab Mempawah yang setiap hari berkendara melewati Jalan Raya Air Hitam.

 

 

Tetapkan Tersangka

Pasca kecelakaan maut di Jalan Raya Air Hitam, kilometer 25,600 Pontianak-Sungai Pinyuh (tepat di depan SDN 19 Siantan) yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia dan seorang kritis, Polres Mempawah langsung penyelidikan. Dari hasil olah TKP, polisi menetapkan supir dump truk berinisial J, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menghilangkan nyawa Sertu Harun Arrasid beserta dua adiknya, Irfan Saputra (17) dan Deki Wahyudi (20) warga Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh itu.

 “Hasil olah TKP mengungkapkan, tersangka supir dump truck mengemudi dengan cara ugal-ugalan hingga membahayakan keselamatan pengendara lain,” ungkap Kasat Lantas Polres Mempawah, AKP Eko Budi Darmawan.

Bahkan, pihaknya pun mendapatkan tersangka telah melanggar aturan berlalu lintas. Yakni tidak mematuhi marka jalan. Sebab, di TKP kecelakaan memiliki marka jalan yang berarti tidak boleh mendahului kendaraan lain. Namun tersangka mendahului kendaraan didepannya hingga menabrak dua sepeda motor korban.

 “Saat tersangka mendahului kendaraan didepannya ternyata dari arah berlawanan ada dua kendaraan korban ini. Karena jarak yang sudah dekat, sehingga tersangka tidak bisa mengelak lagi. Bahkan tersangka tidak sempat mengerem kendaraannya. Itu terlihat dari tidak adanya tanda-tandanya bekas ban di TKP kecelakaan,” terang Kasat.

Berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan di TKP, imbuh Kasat, pihaknya pun menetapkan supir dump truck sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Air Hitam yang terjadi pada Rabu (22/11) sekitar pukul 05.00 pagi itu.

 “Tersangka kita jerat dengan pasal 311 ayat 1,2,4 dan 5 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. Tersangka terancam pidana 12 tahun penjara,” pungkasnya.(wah)