Misteri Penemuan Mayat Wanita Hamil di Kebun Sawit Terungkap

Misteri Penemuan Mayat Wanita Hamil di Kebun Sawit Terungkap

  Rabu, 21 September 2016 20:56
Jasad Marta Priviana saat dilakukan pemeriksaan petugas di kebun sawit.

Berita Terkait

PONTIANAK-  Misteri penemuan mayat perempuan hamil di kawasan perkebunan sawit di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau akhirnya terungkap. Korban diduga kuat merupakan korban pembunuhan yang kemudian mayatnya dibuang ke perkebunan sawit.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari hasil autopsi korban yang dilakukan pada hari ini Rabu (21/9) pukul 10.00 wib, usai Autopsi,  pihak kepolisian melalui Tim Inafis Polda Kalbar, mengambil sidik jari korban, setelah diidentifikasi muncullah identitas korban bernama Marta Priviana, perempuan kelahiran 17 Januari 1991 dengan alamat Jalan Parit Bugis Gang Wijaya Kelurahan Arang Limbung Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya.

Bertitik tolak dari ditemukannya identitas korban, maka Tim Gabungan Serse Polda Kalbar dan Polres Sanggau menemui orang tua korban atas nama Petrus Yanto dan  Vincensia Vina, dimana suami istri  tersebut mengakui bahwa korban adalah putrinya.

"Menurut keterangan orang tua korban, bahwa putrinya memiliki pacar bernama Ando yang tinggal di Jalan Parit Haji Muksin II Kompleks Mega Mas Blok D nomor D 31 Kab Kubu Raya," jelas Suhadi.
Tanpa membuang buang waktu, Tim Gabungan bentukan Dir Reskrimum Kombes Pol Krisnanda dan Kapolres Sanggau AKBP Dony Charles Go, S.Ik mendatangi rumah pacar korban dan Tim Gabungan menemukan  barang bukti berupa pakaian wanita dan pakaian bayi serta pacar korban bernama A Ferando Nyangun, seorang mahasiswa asal dusun Pesing desa Engkahan Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau.

KENANGAN: Tersangka A Ferando saat bersama Marta Priviana.

Berdasarkan hasil interogasi sementara tim kepada A Ferando, ia mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap pacarnya sendiri dengan cara korban dibekap menggunakan  bantal didalam kamar rumah kontrakannya, di Jalan Parit Haji Muksin II komplek Mega Mas.

Setelah mengetahui korban tewas selanjutnya dibawa pelaku kearah simpang Ampat Kecamatan Tayan dan dibuang ditepi Jalan ditumpukan limbah Tandan Sawit, dengan menggunakan kendaraan Avanza warna merah Marun KB 2394 PB.

"Saat ini pelaku diamankan di Dit Reskrimum Polda Kalbar untuk dilakukan proses hukum, karena Tempat Kejadian Perkaranya ada di wilayah hukum Polresta dan TKP ditemukannya korban ada di Wilayah hukum Polres Sanggau, untuk memudahkan proses hukumnya, maka penanganan kasusnya kemungkinan besar diambil alih Dit  Reskrimum Polda Kalbar," katanya.

Sebelumnya pada hari selasa tangal 20 September 2016 sekira jam 13.15 wib di lokasi Quary PT. SMP Dusun Danau Teluk Desa Cempedak Kecamayan Tayan Hilir ditemukan mayat seorang perempuan tanpa identitas.

Mayat perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh Vika (17) Dusun Danau Teluk Desa Cempedak Kecamtan Tayan Hilir saat akan akan mencari jamur sawit di lokasi Quari PT. SMP Dusun Danau Teluk Desa Cempedak Kecamatan Tayan Hilir.

Saat itu Vika melihat mayat perempuan di dekat lokasi tumpukan tangkos, kemudian saksi vika melaporkan kepada rekanya, Mala. Kemudian keduanya pulang dan melaporkan kepada Budiyanto kemudian saksi budiyanto melaporkan ke Polsek Tayan Hilir.

Dari hasil pengecekan di tempat kekadian perkara ditemukan seorang perempuan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Korban ditemukan dengan posisi tertelungkup kepala meloleh ke arah sebelah kiri.

Posisi tangan korban tertengkuk kedalam sedangkan posisi kaki terbuka (mengangkang).

Hasil pemeriksaan di Puskesmas Kampung Kawat,  yang dilakukan dr. Ginting ditemukan fakta bahwa korban hamil sekitar delapan sampai sembilan bulan.

Ditemukan juga bekas benda tumpul di kepala dekat mata sebelah kanan, badan bagian atas hinga bagian kaki melepuh di diduga terbakar, kepala bagian atas berdarah.

Dikepala bagian kening bengkak. Korban  diduga meninggal sudah sekitar 30 jam. (arf)

Berita Terkait