Misil Penghancur Pesawat Oerlikon Skyshield MK II Buatan Swiss

Misil Penghancur Pesawat Oerlikon Skyshield MK II Buatan Swiss

  Rabu, 11 November 2015 08:25
SKYSHIELD: Pasukan TNI AU Lanud Supadio mendapat empat unit Oerlikon Skyshield MK II, buatan Swiss. Misil ini memiliki kecanggihan memonitor serangan dan menghancur pesawat musuh. Tiba di pelabuhan Pontianak, Selasa (10/11). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK-Pasukan TNI AU Lanud Supadio mendapat 4 unit alutsista baru bernama Oerlikon Skyshield MK II, buatan Swiss. Selasa kemarin, kapal pengangkut senjata itu bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak.Kecanggihan senjata itu dapat memonitor serangan dan menghancurkan pesawat musuh.
Dandenhanud 473 Paskhas Lanud Supadio, Komandan Detasemen Anang Baskoro menjelaskan alutsista baru ini bernama Oerlikon Skyshield MK II dari Rheinmetall Air Defence Swiss.

“Sebelumnnya Makassar dan Jakarta telah menerima senjata yang sama. Masing-masing 4 unit. Pontianak Kota ke tiga, sehingga total alutsista baru yang dimiliki TNI AU 12 unit,” ucapnya ketika menjelaskan kecanggihan senjata itu kepada beberapa awak media.Ia menjelaskan ada beberapa alasan yang membuat Kalbar kecipratan senjata canggih ini. Pertama, wilayah Kalbar merupakan perbatasan dengan negara tetangga. Kemudian Bandara Lanud Supadio sekarang ini juga telah berubah status dari tipe B, menjadi tipe A. Ke tiga adanya wacana untuk membuat Pangkalan Lanud Supadio menjadi pangkalan induk juga menjadi prioritas utama dengan menambah peralatan tempur canggih.    

Untuk penempatan senjata ini, rencananya akan disesuaikan dengan SOP nya. Dengan tujuan untuk melindungi Bandara Supadio dari serangan udara. Karena bandara termasuk objek vital di lingkup penerbangan. “Tugas kami (TNI AU) untuk melindungi ancaman serangan yang datang dari udara,” jelasnya.Serangan udara bisa bermacam-macam. Kecanggihan senjata Oerlikon Skyshield MK II ini tidak hanya bisa mencegah tetapi dapat pula menangkis misil atau rudal, bisa menghadang mortir dan roket milik pesawat musuh. Apabila ada serangan dari udara, sebelumnnya senjata ini dapat terlebih dulu mendeteksi bahaya itu, sehingga ketika musuh menyerang dari udara, senjata dari pihak lawan tidak akan sampai ke pangkalan udara, karena misil yang diluncurkan dapat meluluh lantakkan pesawat dan senjata musuh.Terspesial, senjata ini bisa menembakkan satuan peluru di udara dengan kecepatan tinggi.

Ketika ditanyai soal pengoperasian senjata buatan Swiss tahap II ini, ia mengungkapkan prajurit telah diberi pelatihan khusus untuk mengoperasikan snejata ini, baik di luar negeri maupun di Indonesia. “Bulan April lalu, senjata ini telah di uji coba di Lumajang. Hasilnya sukses,” ucapnya.Kabar gembira lainnya lanjut Anang, Indonesia merupakan pemasok pertama senjata jilid II buatan Swiss ini. Kalau MK I sudah dioperasikan di beberapa Negara besar di dunia. “Sedangkan MK II baru Indonesia yang memiliki,” tukasnya.

Selain 4 unit alutsista Oerlikon Skyshield MK II, wacana kedepan TNI AU juga akan membeli rudal jarak menengah berkecepatan 60-100 kilometer. Jika MK II hanya bisa difungsikan satu titik, tetapi senjata tersebut perhitungannya tepat karena telah menggunakan sistem komputerisasi. Kedepan ucapnya Paskhas akan mengembangkan sayap untuk melindungi tanah air, dengan menambah 10 kesatuan yang memiliki kemampuan Hanud, baik tingkat jarak pendek maupun jarak sedang.(iza)

 

Berita Terkait