Misi Menuju MARS

Misi Menuju MARS

  Senin, 4 April 2016 09:36

Berita Terkait

ADAKAH kehidupan lain selain di Bumi? Nah, berbagai temuan, mulai gambar garis yang diduga bekas air hingga temuan metana di permukaan dan atmosfer Martian, bikin manusia makin penasaran. Pertanyaan soal bisa tidaknya manusia hidup di Planet Mars belum terkuak hingga sekarang. 

Nah, pada 2016, eksplorasi ke Mars dilakukan lagi. Yap, pada 14 Maret lalu, European0
Space Agency (ESA) dan Roscosmos (Rusia) sukses meluncurkan misi ExoMars atau Exo- Biology on Mars. Wah!

FYI nih, sebelumnya Rusia juga meluncurkan misi ke Mars, yaitu misi Mars 96 pada 1996 dan Phobos-Grunt pada 2011. Sayangnya, keduanya gagal mencapai orbit. 

Kegagalan tersebut justru dijadikan pelajaran untuk misi ke Mars selanjutnya, ExoMars. Bukan tanpa halangan, perjalanan ExoMars juga sempat terkendala loh. Beberapa jam setelah jalur komunikasi terhubung, mesin mengalami overheat. Lalu, pada 25 Maret lalu, booster Breeze-M atau roket penggeraknya meledak beberapa saat terlepas dari spacecraft. Tapi, misi tetap berlanjut kok. 

’’Ledakan tersebut tidak berisiko,’’ ungkap Michael Denis, fl ight director dari ExoMars, seperti dilansir dari Universe Today.

ExoMars terdiri atas dua tahap. Pertama, diluncurkan dari kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada Maret 2016 dan diperkirakan tiba di Mars pada Oktober di tahun yang sama. Selanjutnya, peluncuran tahap kedua dijadwalkan terlaksana pada 2018. 

Pada ExoMars 2016, robot yang dikirim terdiri atas Trace Gas Orbiter (TGO) dan Schiaparelli. Trace Gas Orbiter bertugas mencari beberapa elemen penting di atmosfer Mars, antara lain, metana. 

Berbeda dengan TGO, mesin pendarat Schiaparelli yang awalnya berupa satu kesatuan dengan TGO akan terlepas dan mendarat di permukaan Mars. Ia bertugas memeriksa kondisi iklim dan menganalisis badai pasir musiman di planet itu. Termasuk mempersiapkan lokasi yang cocok untuk kehadiran penjelajah (rover) Mars lainnya pada 2018. 

Setelah semuanya berjalan, peluncuran ExoMars tahap kedua dilakukan pada 2018. Tahap kedua tersebut akan membawa rover atau robot penjelajah ke permukaan Mars. Fungsinya adalah membawa bor serta laboratorium untuk mencari tanda kehidupan, baik dahulu maupun sekarang. Rover itu akan mendarat di Oxia Planum, bagian yang memiliki kandungan tanah liat yang sangat besar. (space/ESA/fer/c23/wka) 

Berita Terkait