Miris, Pelajar Mesum di Lokasi Wisata

Miris, Pelajar Mesum di Lokasi Wisata

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
BERI KETERANGAN: Kepala Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, saat dimintai keterangan oleh awak media di Kantor Sat Pol PP, terkait penemuan tindakan asusila di Pemandian Air Paoh, Minggu (14/8) siang. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Sepasang kekasih, RM dan YZ, yang masih bersatus pelajar di salah satu SMA di Sukadana, terpaksa diamankan warga. Keduanya kedapatan berbuat mesum di lokasi wisata Air Pauh, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Minggu (14/8) siang.

 
Lebih miris lagi, sepasang kekasih tersebut juga terlibat dalam penari dalam even akbar yang akan dihelat di Pantai Pulau Datok tidak lama lagi. Warga pun menggiring keduanya, dengan meminta bantuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Beruntung keduanya segera diamankan lantaran pada saat ditemukan, sempat mengundang amarah dari orang tua pihak perempuan kepada pihak laki-laki.

Terkait hal ini, berdasarkan pengakuan YZ, dia sering ke tempat wisata Air Pauh usai latihan tari. YZ sempat menutupi dan enggan memberikan keterangan apa yang dilakukan mereka berduaan di lokasi wisata tersebut. “Hanya saya yang tahu. Memang habis latihan sering ke Air Pauh. Kalau apa yang kami lakukan itu rahasia pribadi kami berdua,” terangnya, sembari menutup mukanya

Dirinya mengaku sudah berpacaran selama 2 tahun lebih. Sementara itu megenai perbuatan yang dilakukan di tempat wisata tersebut, diakuinya baru kali pertama. “Kami pacaran sudah 2 tahun lebih gitulah pacaran. Tetapi baru pertama kali ke lokasi itu,” akunya.

Terkait hal ini, kepala Desa (Kades) Pangkalan Buton, Ansari, ketika ditemui di Kantor Satpol PP, menceritakan, ketika diamankan warga sekitar kawasan pemandian Air Pauh, keduanya sudah hampir melepaskan semua busananya. Bahkan busana keduanya ditemukan di atas bebatuan di lokasi wisata tersebut. “Dari pengakuan tersangka, mereka masih menggunakan baju, pakaian bawahnya disimpan di atas batu sekitar pukul 12 siang,” kata Kades, Minggu (14/8) sore.

Setelah tim mengamankan sepasang kekasih ini, pihaknya langsung menghubungi pihak guru, keluarga keduanya, dan menyerahkan mereka ke Kantor Satpol PP. “Terkait hal ini, kami akan membentuk tim yang anggotanya warga sekitar. Untuk menjaga keamanan, kebersihan tempat pemandian umum Air Pauh. Dan mengenai kejadian ini, akan menjadi pelajaran, agar tidak kembali terulang,” ucapnya.

Semetara itu, Kepala Satpol PP melalui Kanit Provos, Sukardi Abdul Hakim, membenarkan informasi mengenai pengamanan sepasang kekasih yang memadu kasih di lokasi wisata Air Paoh oleh warga. Selanjutnya, dia menambahkan, keduanya telah diserahkan ke aparat desa setempat dan Sat Pol PP.

“Mereka sedang berbuat asusila di tempat wisata. Kita langsung menghubungi pihak keluarga, guru, yang ditangani Satpol PP, untuk diselesaikan secara kekelurgaan. Apalagi keduanya masih bersatus pelajar,” terangnya di Kantor Sat Pol PP.

Ia menambahkan, untuk lokasi wisata sendiri memang sering ditemukan pasangan menyalahgunakan lokasi tersebut, untuk perbuatan tidak senonoh. Di antaranya, diungkapkan dia, seperti perbuatan asusiala. “Tercatat ada 10 kasus asusiala yang pernah kami tangani. Bahkan ada sepasang suami istri yang melakukan perbuatan itu di lokasi terbuka satu dinataranya Pantai Pulau Datok,” katanya. (dan)  

Berita Terkait