Minta Pasien Lapor BPJS

Minta Pasien Lapor BPJS

  Kamis, 4 February 2016 10:51
Foto JPNN Com

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Unting Patri Wicaksono Pribadi meminta kepada masyarakat pengguna BPJS Kesehatan dapat melapor apabila mendapat perlakukan tidak sesuai dari fasilitas kesehatan (rumah sakit) terutama akan haknya sebagai pengguna BPJS Kesehatan tidak didapatkan. Menurutnya kebanyakan masyarakat masih takut untuk melapor ke BPJS. Apabila laporan di terima BPJS Kesehatan akan segera di tindak dan ia menjamin identitas pelapor.

“Kalau misal ada keluhan dari peserta BPJS Kesehatan mohon disampaikan ke kami, tidak perlu takut. Ini kadang pasien takut melapor dengan alasan takut tidak dilayani atau nanti akan diapa-apakan oleh pihak fasilitas kesehatan,” ucapnya kepada Pontianak Post, Rabu kemarin.

Ia menyarankan apabila mengalami hal itu di tempat pengguna BPJS Kesehatan berobat, maka laporkan saja ke BPJS. Nanti lanjutnya akan dibantu untuk mengkonfirmasi ke pihak rumah sakit. Tidak perlu khawatir dengan kenyamanan pengguna BPJS, karena pihak BPJS akan mengkonfirmasi secara anonim. “Saya akan jamin kerahasiaan pasien. Kalau tidak ada laporan gimana kami menegur rumah sakit,” tanyanya.

Dalam penelusuran tentu BPJS Kesehatan akan menelusuri penyebab terjadinya hal tersebut, apabila kenyatan kesalahan memang berada di rumah sakit, maka pihaknya akan memberi peringatan. Karena dalam pandangan keluhan pihaknya juga mesti hati-hati dalam mengambil keputusan.

Sejauh ini temuan ada tetapi BPJS Kesehatan bisa menyelesaikan persoalan itu, dan tidak sampai diberikan sanksi. Persoalan selesai melalui komunikasi. “Saat ini masih sebatas teguran sudah cukup. Bahkan setelah ditegur pihak rumah sakit ada yang mengembalikan kerugian yang dialami pasien,” terangnya.

Persoalan itu muncul diakibatkan masyarakat belum memahami mekanisme seperti rujukan berjenjang. Dijelaskan, pelayanan kesehatan itu dimulai dari fase kesehatan tingkat pertama atau dokter praktek perorangan. Kadang masyarakat belum paham dengan aturan ini. Ia mencontohkan, pelayanan dokter spesialis bisa diberi kalau ada indikasi medis yang mengharuskan menggunakan dokter spesialis. Jika pasien menderita demam atau flu itu cukup ditangani fase kesehatan tingkat pertama.

Kenapa kita atur seperti ini? supaya pelayanan bisa merata terjangkau dan adil. Bayangkan masyarakat yang butuh dokter spesialis kalau tidak diatur seperti itu bisa terjadi antrean panjang karena di depannya pasien dokter umum semua.Di era JKN, tambah Unting BPJS Kesehatan mengelola orang banyak sehingga harus ada aturan tertentu untuk mengelolanya, tidak bisa harus masing-masing persepsi masyarakat, jadi pahami apa aturan dan prosedurnya.(iza)

Berita Terkait