Minta Buka Gerbang Aruk – Sarawak dan Brunei Darussalam

Minta Buka Gerbang Aruk – Sarawak dan Brunei Darussalam

  Minggu, 7 Agustus 2016 11:01
KUNJUNGI SAMBAS: Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang didampingi Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat mengunjungi dermaga transportasi air di Dermaga Pendawan Sambas. DOKUMEN

Berita Terkait

Beberapa Tokoh Masyarakat Tulis Surat untuk OSO

Beberapa tokoh masyarakat dan warga menulis surat kepada Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO), saat melakukan penyerapan aspirasi di Kabupaten Sambas. Hal ini dilakukan mereka lantaran senator asal Kalbar tersebut memiliki waktu yang terbatas saat di Sambas. Tokoh Kalbar di pusat tersebut harus menyelesaikan beberapa agenda lainnya di Kota Pontianak.

FAHROZI, Sambas

""JADI saya sekarang menyampaikan bagaimana pentingnya empat pilar. Tapi untuk tanya jawab, karena ini Jumat juga, tolong ditulis di kertas, sampaikan ke saya," pesan OSO, saat hadir di Kabupaten Sambas, Jumat (5/8) lalu. Saya sekarang menyampaikan bagaimana pentingnya empat pilar. Tapi untuk tanya jawab, karena ini Jumat juga, tolong ditulis di kertas, sampaikan ke saya," pesan OSO, saat hadir di Kabupaten Sambas, Jumat (5/8) lalu.

Saat berada di Sambas, OSO mengaku bangga. Terutama dengan kelebihan daerah ini dibanding dengan daerah lain. Dia menilai bagaimana masyarakat di kabupaten ini masih memegang nilai budaya. Meski demikian, diakui dia jika jika nasionalisme warga di sana, bahkan rasa memiliki akan NKRI-nya tetap dijunjung tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, OSO juga mengisahkan bagaimana dirinya merintis usaha hingga kondisi sekarang ini. Meski demikian, dia menggugah bahwa masih banyak pembangunan yang harus dilakukan. "Sambas harus bangkit," katanya. 

Bahkan dia juga mengajak masyarakat agar memanfaatkan niat baik Presiden Joko Widodo untuk membangun daerah, termasuk Sambas. "Saya ingatkan kepada DPRD, bupati, atau wali kota, untuk memanfaatkan keinginan Jokowi untuk membangun daerah," katanya. 

Saat akan meninggalkan Sambas, beberapa masyarakat menyempatkan diri menulis, kemudian menyampaikan aspirasinya kepada OSO. Seperti disampaikan salah satu tokoh masyarakat, H A Kadir Aziz. Dirinya mengharapkan adanya percepatan pembangunan jalur angkutan kendaraan di perbatasan, misalnya yang masuk daru gerbang Aruk dan masuk ke wilayah Sarawak, Malaysia; dan Brunei Darussalam. "Selama ini kami menunggu dibuka kembali. Karena sejak 1 Januari 2011 jalur ini pernah dibuka secara resmi atau diresmikan. Dan dengan alasan tidak ada petugas Dishub Provinsi sehingga ditutup kembali," kata Kadir Aziz.

Padahal, sebutnya, jika gerbang itu dibuka, akan memperlancar hubungan warga Sambas yang ada di Sarawak. Hubungan yang dimaksud dia baik itu sebagai tenaga kerja Indonesia, kemudian yang sudah bermukim di Sarawak ataupun Brunei Darussalam.

"Bisa juga menambah peluang kerja bagi masyarakat, tentunya dengan harapan bisa mendorong perkembangan ekonomi karena adanya keluar masuk secara resmi ataupun impor-ekspor seperti yang terjadi di border lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan Kadir Aziz, apa yang telah menjadi aspirasinya serta beberapa tokoh lainnya, telah disampaikan kepada OSO. "Pernyataan ini adalah aspirasi kami, dan beberapa tokoh masyarakat Sambas lainnya. Dan sudah kami sampaikan ke OSO," katanya. (*)

Berita Terkait