Minimnya Motivasi untuk Ajang PON

Minimnya Motivasi untuk Ajang PON

  Minggu, 10 April 2016 10:45   654

PEKAN Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang yang diadakan 4 tahun sekali. Dilihat dari PON ini memiliki jangka waktu yang lama akan diselenggarakan. Sebelum PON terdapat prakualifikasi PON yaitu seleksi yang pantas untuk mengikuti ajang yang bergengsi tersebut, perlu perjuangan untuk lolos dalam mengikuti ajang tersebut.

Akhir-akhir ini terdapat permasalahan yang sangat miris sekali sehingga menimbulkan banyaknya gangguan terhadap pengurus maupun atlet yang akan berlaga di PON nanti. Permasalahan yang miris tersebut terdapat pada dana yang minim sehingga berdampak pada atlet dan pengurus yang lain seperti pelatih dan sebagainya. 

Dari berbagai kegiatan yang dilakukan memang hal yang paling diperhatikan memang dana, karena apabila dana minim hasil yang didapat juga tidak akan maksimal. Dana merupakan salah satu bukti dari dukungan pemerintah terhadap suatu ajang yang bergengsi ini. Apabila hasil yang didapat tidak maksimal jangan salahkan atlet atau pembina, ini dikarenakan kurangnya dukungan dari pmerintah sendiri. Jangan hanya hasil yang dilihat tapi dukungan tidak ada, untuk mendapatkan hasil yang baik harus ada pembinaan yang baik pula. 

Pelatih anggar asal Mempawah Sunardi menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah pada koran Pontianak Post pada tanggal 5 April 2016. Sangat miris sekali, anggar merupakan salah satu cabang unggulan di PON nanti, sebelum bertanding motivasi sudah menurun bagaimana nantinya. Seharusnya semakin dekat dengan ajang, atlet dan pembina semakin dimotivasi tapi sekarang justru sebaliknya. dari daerah lain sangat besar motivasinya, sehingga untuk kedepan para atlet lebih giat untuk berjuang dan bersaing lolos PON. 

Apabila seperti ini terus besar kemungkinan untuk kedepannya tidak akan ada cabang yang diunggulkan nanti untuk melaju ke PON, mungkin semua hanya partisipan. Apakah seperti ini wajah olahraga di Kalimantan Barat?

Jecki, pemerhati olahraga