Minimal Satu Emas dari Bulu Tangkis

Minimal Satu Emas dari Bulu Tangkis

  Senin, 1 Agustus 2016 08:59
Ahsan/Hendra

Berita Terkait

​EUFORIA Olimpiade 2016 akan mulai berlangsung pada 5 Agustus mendatang. Tetapi sebagian besar kontingen Indonesia sudah berada di Brasil untuk memperjuangkan prestasi terbaiknya. Menarik untu disimak kesiapan Merah Putih dalam memperbaiki prestasi ketimbang Olimpiade 2012 London lalu.

--

EKSPEKTASI besar memang lebih banyak disematkan pada dua cabor andalan Indonesia, bulu tangkis dan angkat besi. Dari total tujuh cabor Indonesia yang lolos ke Olimpiade, cabor cabor tersebut punya peluang cukup besar untuk bisa membawa pulang medali ke tanah air.

Itupun jika mengacu dari track record para atlet Indonesia selama setahun ke belakang. Setidaknya, dari cabor bulu tangkis, Indonesia minimal bisa membawa satu pulang medali emas dari sektor ganda putra. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sangat diandalkan dalam hal ini untuk bisa memberikan kejutan di ajang multievent empat tahunan itu.

Itupun kalau Ahsan/Hendra bisa menjalankan penampilan terbaik sejak di fase grup. Mereka akan bersua Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), Chai Biaou/Hong Wei (China) dan Manu Attri/Reddy B Sumeeth (India). Secara teknis, Ahsan/Hendra diprediksi bisa menjadi juara grup D. Head-to-head masih berpihak buat keduanya.

Catatan pertemuan mereka sejauh ini masih unggul atas Endo/Hayakawa 9-0, sedangkan dengan Chai Biaou/Hong Wei mereka unggul tipis dengan Chai Biaou/Hong Wei, 2-1. Sedangkan menghadapi Attri/Sumeeth akan menjadi perjumpaan perdana buat mereka.

Untuk mengamankan posisi di babak knock out, Ahsan/Hendra seharusnya bisa mengamankan posisi juara grup D. Meskipun setiap grup akan meloloskan dua pasangan, juara grup akan menghindarkan final dini buat Ahsan/Hendra dari unggulan lainnya. Sebenarnya, tiga ganda lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto di ganda campuran plus Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di ganda putri juga punya peluang yang sama.

Tetapi, performa mereka selama ini kurang menonjol. Terlebih buat Owi/Butet, sapaan karib Tontowi/Natsir. Grafis penampilan mereka menurun drastis hingga Indonesia Open tahun ini. Mereka yang diandalkan PP PBSI di ganda campuran belum bisa kembali di performa terbaik mereka.

Sedangkan Greysia/Nitya sebelumnya diterpa kendala cukup serius ketika Nitya mendapatkan cedera lutut kanan di Kejuaraan Asia belum lama ini. Namun, seiring waktu, kondisi Nitya memang sudah cukup siap untuk menghadapi Olimpiade kali ini. 

Sementara itu, Praveen/Debby yang sempat menjadi kampiun di pentas All England memang cukup mengejutkan. Hanya, penampilan mereka sampai saat ini juga belum stabil benar. Setelah mengantongi gelar superseries premier pertama, mereka masih belum bisa stabil di event-event selanjutnya.

Rexy Mainaky, Kabidbinpres PP PBSI menjelaskan bahwa pihaknya tetap menenkankan kepada pebulu tangkis Indonesia untuk menjaga peluang masing-masing. Caranya yakni dengan menjaga performa mereka tetap di peak performance hingga hari pertandingan nanti. ”Semua masih 50-50, tetapi melihat kondisi sekarang, sektor ganda memang punya kans lebih besar,” terangnya.

Sementara itu, untuk sektor tunggal Rexy tidak menutup diri atas kans yang bisa saja dimaksimalkan Tommy Sugiarto dan Linda Wenifanetri. ”Untuk lolos dari fase grup, Tommy punya peluang lebih bagus ketimbang Linda,” lanjutnya.

Terpisah, tim angkat besi masih mengandalkan sebagian besar lifter yang menjadi delegasi Merah Putih di Olimpiade 2012 silam. Dari tujuh wakil Indonesia, empat diantaranya adalah muka lama. Mereka antara lain, Eko Yuli Irawan, Deni, M. Hasbi, dan Triyatno.

Khusus Eko Yuli dan Triyatno diusung PB PABBSI untuk memperbaiki prestasi mereka di London 2012. Kala itu, Eko mendulang perunggu di kelas 62 kg, sedangkan Trityatno membawa pulang perak. Angkat besi di London 2012 lalu memang menjadi penyelamat muka kontingen Indonesia dengan raihan satu perak dan satu perunggu tersebut.

Bagi Eko, Olimpiade tahun ini sekaligus akan menjadi pembuktian dia setelah mengalami cedera di awal tahun ini. Dia mengaku masih penasaran untuk bisa mendapatkan sekeping medali emas dari pentas Olimpiade. Sebab, dua kali mengikuti Olimpiade 2008 dan 2012, selama itu pula dia hanya mendapatkan perunggu. ”Sebagai atlet, perbaikan prestasi terutama di Olimpiade itu adalah sebuah tujuan, tahun ini kalau bisa saya juga berharap bisa mendapatkan emas di Brasil,” beber lifter Jawa Timur di PON 2016 mendatang. (nap)

Berita Terkait