Mijdi-Norsan Menuju KB-1

Mijdi-Norsan Menuju KB-1

  Minggu, 8 Oktober 2017 10:55

Berita Terkait

Resmi Diusung Golkar, Koalisi Rapatkan Barisan

PONTIANAK – Kontestasti pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat 2018 mulai memanas. Setelah Partai PDIP yang dipastikan bisa mengusung satu calon menuju kursi KB-1, pengganti kepemimpinan Cornelis-Christiandy Sanjaya,  Sabtu (7/10) kemarin, Partai Golongan Karya (Golkar) mengumumkan secara resmi mengusung Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Bupati Mempawah Ria Norsan sebagai calon gubernur dan cawagub Kalbar 2018.  

“Iya benar, Partai Golkar sudah fix mengusung Pak Midji dan Pak Norsan di pilgub Kalbar 2018,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pemenangan Pemilu dan Korwil Kalbar DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman, Sabtu (7/10).

Maman menjelaskan, bahwa setelah penetapan pasangan Sutarmidji-Ria Norsan, komunikasi politik ke seluruh elemen, masyarakat dan kelompok di Kalbar terus dibangun. ”Golkar 9 kursi. Posisi pak Sutarmidji sendiri sudah diusung Nasdem (5), PKB (2) dan PKS (2). Secara komunikasi sudah bicara ke semua partai. Kamu juga perwakilan DPP berkomunikasi dengan PKS, PKB termasuk  PPP sendiri. Kami akan bangun komunikasi dengan seluruh partai. Semakin  semakin banyak partai pengusung dan pendukung, maka akan semakin baik,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, partai-partai yang menyatakan dukungan ke Sutarmidji-Ria Norsan dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi. “Segera kami umumkan ke media masa,” ujarnya.

Maman melanjutkan sebetulnya keputusan politik Partai Golkar mengusung Sutarmidji-Ria Norsan dari usulan DPD 1 tentang penjaringan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar. Dari rekomendasi DPD 1, aspirasi dari bawah sebelunya muncul lima nama. Mulai dari nama Karolin Margret Natasha, Hildi Hamid, Sutarmidji, Ria Norsan, Asia Sidot dan Bacalon Wagub, Boyman Harun.

Dasar pertimbangan DPP Golkar untuk Pilgub Kalbar ada tiga rujukan. Pertama hasil survei, kedua rekam jejak  dan program selama menjabat sebagai kepala daeah dan ketiga program ke depan seperti apa.

Untuk rujukan pertimbangan berbagai hasil survei nasional dan local termasuk hasil survei internal terakhir dari Indo Barometer sudah muncul hasilbta. Berdasarkan urutan Sutarmidji memegang posisi pertama sekitar 38 persen, kedua Karolin Margret Natasha sekitar 23 persen dan posisi ketiga Ria Norsan sekitar 16 persen. “Posisi Asia Sidot, Hildi Hamid dan Milton prosentase surveinya hanya sekitar 3-5 persen saja,” ucapnya.

Berangkat dari hasil survei kemudian dilakukan seleksi kembali. Tersisa tiga nama yakni Sutarmidji, Karolin dan Ria Norsan. Berdasarkan hasil survei sebetulnya tak ada keraguan mendukung Sutarmidji. DPP Golkar melihat hal lainnya seperti rekam jejak hasil survei  respon tingkat kepuasan publik. Paling tinggi 82 persen Bupati Mempawah, Ria Norsan. Posisi kedua Waikota Pontianak 78 persen dan ketiga nama Milton Crosby dan seterusnya. ”Kenapa tidak ada nama Karolin. Sebab baru menjabat sebagai Bupati Landak, belum bisa diukur survei  respon tingkat kepuasan publiknya,” jelas Maman.

Rujukan pertimbangan terakhir DPP Golkar yakni membangun Kalbar ke depan. Prioritas utama melakukan optimalisasi daerah pedalaman. Itu karena terjadi disparitas dan ketimpangan pembangunan antara wilayah Kota dengan Pedalaman. Berdasarkan kajian Golkar, salah satu penyebab lambatnya pembangunan daerah pedalaman dikarenakan rentang luas wilayah sangat luar biasa besar. 

Makanya, sambung Maman, langkah paling utama mempercepat pembangunan pedalaman dengan melakukan pemekaran provinsi Kalbar. Berdasrarkan diskusi dan survei kepada masing-masing kandidat, Golkar melihat Sutarmidji-Ria Norsan dapat mempercepat pembagunan wilayah pedalaman dengan Pemekaran Provinsi Kapuas Raya. “Kami menilai DOB Kapuas Raya sudah luar biasa tinggi. Namun terkendala administrasi Provinsi Kalbar. Padahal aspirasi DPD, DPR RI sangat mendukung,” ujarnya.

Golkar juga melihat komitmen DOB Kapuas Raya melekat pada Milton Crosby, Ria Norsan dan Sutarmidji. ”Dari pertimbangan inilah, DPP memutuskan melalui rapat tim pilkada pusat berkali-kali dan panjang bahwa SK DPP dilimpahkan kepada Sutarmidji-Ria Norsan sebagai bacalon kepala daerah pada pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar,” ucapnya.

Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik menyambut baik tawaran koalisi Partai Golkar mengusung Sutarmidji-Ria Norsan. ”PKB bersyukur Golkar akhirnya bergabung dan menentukan sikap dengan berkoalisi ke Sutarmidji-Ria Norsan,” ucapnya. 

Harapan PKB terhadap dua figur visioner ini sangat fokus membangun Kalbar. Itu terbukti pada saat keduanya menjabat sebagai kepala pemerintahan di Kota Pontianak-Kabupaten Mempawah. “Figur inilah dikehendaki PKB untuk diusung dengan flatform membangun Kalbar,” ujarnya.

Untuk peluang, anggota DPRD Kalbar ini berpendapat diukur secara elektabilitas, popularitas dan adu program, sepertinya kemenangan sudah di depan mata, ”Bukan berarti menyepelekan bacalonkada lainnya. Yang pasti kerja mesin partai pendukung akan lebih efektif dan strategis,” ucap dia.

Ditempat terpisah Wakil Sekretaris Jenderal  PKB Daniel Johan mengatakan, partainya juga masih mematangkan dukungan kepada Midji. Menurut dia, keputusan mengusung calon ditentukan oleh DPP dengan mendengarkan suara dari DPC dan DPW PKB di Kalbar. “Iya PKB masih terus mematangkan. Nanti kita lihat,” kata Daniel singkat, Sabtu (7/10). 

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kalbar Syarif Abdullah Alkadrie menegaskan, sejak awal memang mereka menginginkan Partai Golkar maupun lainnya mengusung Midji sebagai cagub. NasDem pun sudah sejak awal menyatakan mengusung mantan anggota DPRD Kota Pontianak itu sebagai calon orang nomor satu di Bumi Khatulistiwa. 

“Kalau kami Partai Nasdem sudah sejak awal mengusung Pak Midji. Soal calon wakilnya, Nasdem dari awal sudah menyerahkan ke Pak Midji,” kata Abdullah. 

Anggota Komisi V DPR itu menegaskan, Partai Nasdem akan segera bertemu partai koalisi yang telah menyatakan mengusung Midji. Selain Golkar, ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

“Kami akan bersama-sama menyusun agenda untuk memenangkan calon yang kami usung dan dukung ini,” kata Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR itu. 

Dia berharap, semua partai yang tergabung dalam koalisi untuk bergerak memenangkan Midji-Norsan di kontestasi pesta demokrasi lima tahunan di Kalbar itu. 

Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalbar lulusan IOWA State University United State –Amerika menilai sudah disahkannya pasangan Sutarmidji- Ria Norsan oleh DPP Golkar mulai membuka peta pertarungan Pilgub Kalbar 2018. 

 Dukungan Partai Golkar, Nasdem, PKB dan PKS sudah lebih dari cukup mengusung Walikota Pontianak dan Bupati Mempawah ini melaju. ”Ada kemungkinan partai lain menyusul atau bertambah. Masalahnya Pilkada masih jauh juga. Prosesnya di KPU saja belum dimulai,” ujarnya.

Ireng berpendapat sepak terjang Sutarmidji-Ria Norsan sudah dikenal masyarakat Kalbar secara lebih luas. “Baik masyarakat Kota Pontianak dan Mempawah sudah merasakan tangan midas keduanya. Untuk Kota Pontianak-Mempawah, kemungkinan pasangan ini bisa unggul telak,” ungkap dia.

Bukan hanya di Kota Pontianak-Kabupaten Mempawah saja, daerah lain seperti Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas termasuk Kabupaten Ketapang dengan Kabupaten Kayong Utara diprediksi menjadi lumbung suara keduanya. ”Wilayah Timur Kalbar seperti Kapuas Hulu-Sintang-Melawi juga bisa menjadi basis suara. Sebagaimana diketahui Kabupaten Sintang, kepala daerahnya Jarot Winarno yang juga pengurus Nasdem termasuk di Kabupaten Melawi, Panji. Di Kapuas Hulu ada A.M Nasir,” jelas dia.

Hanya saja bukan berarti bacalonkada Provinsi Kalbar lainnya tak diperhitungkan. Walaupun belum ada pengumuman resmi melalui media, nama-nama seperti Karolin Margret Natasha, Lasarus, Milton Crosby, Suryadman Gidot, Adrianus Asia Sidot, Boyman Harun juga memiliki basis masa dan pendukung fanatik di Kalbar. ”Intinya semua berpeluang menang melalui proses demokrasi pada Juni 2018 mendatang,” ujarnya.  

Komisi Pemilihan Umum Kalbar sudah menetapkan bahwa  parpol atau gabungan parpol dapat mengusung pasangan calon jika memiliki 20 persen kursi  di DPRD provinsi atau 25 persen suara sah. Jaid, 20 persen dari 65 kursi yang ada di DPRD Kalbar adalah 13 kursi. Di Kalbar, hanya PDIP yang bisa mengusung sendiri tanpa berkoalisi. Partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki 15 kursi.  Kendati demikian, KPU belum secara resmi membuka pendaftaran bacalonkada Provinsi Kalbar. Semua masih bisa bereaksi dan berubah. “Politik itu statis. Dalam hitungan hari, jam, menit, dan detik bisa berubah. Kita lihat saja jelang pendaftaran,” kata Ireng.

Informasi yang dihimpun Pontianak Post, selain pasangan Sutarmidji-Ria Norsan  (18 kursi) yang sudah pasti maju dalam Pilkada Provinsi Kalbar, Pasangan Karolin Margret Natsha-Askiman  ramai disosialisasikan.  Pasangan ini dikabarkan bakal diusung partai  PDIP (15 kursi) , Gerindra (7 kursi) dan PKPI (3 kursi).    

Selain dua pasangan itu, masih ada beberapa nama calon yang bisa maju. Karena masih ada sisa 22 kursi dari parpol.  Yakni, Suryadman Gidot (bupati Bengkayang) , Hildi Hamid (Bupati Kayong Utara), Milton Crosby (Mantan Bupati Sintang). Poros ketiga ini bisa saja mengusung pasangannya.   Gidot  didukung Partai Demokrat ( 9 kursi),  Begitu pula posisi Hildi Hamid identik dengan Partai Hanura Kalbar (3 kursi). Ketua NU Kalbar ini layak dipertimbangkan sebagai kuda hitam.  Sedangkan Milton dikabarkan akan berpasangan dengan Boyman Harun (Ketua PAN Kalbar). Keduanya diprediksi bisa bersatu dan bisa tidak. (den/ody)
 

Berita Terkait