Midji Buka MTQ Pontim

Midji Buka MTQ Pontim

  Minggu, 29 November 2015 10:20
SEMARAK: MTQ XXVI tingkat Kecamatan Pontianak Timur berlangsung semarak. Secara resmi Wali Kota Sutarmidji meresmikan dengan penekanan tombol sirine, Jumat (28/11) malam. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MUSABAQAH Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2015 resmi dimulai. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Pontianak Sutarmidji, bertempat di halaman Kantor Camat Pontianak Timur, Jumat (27/11) malam.Bertajuk: Kita gali potensi minat dan bakat menuju generasi Alquran yang unggul, cerdas, agamis, dan berakhlakul karimah, acara pembukaan diawali dengan pawai kontingen. Turut hadir Camat Pontianak Timur, pejabat Pemkot Pontianak, serta sejumlah tokoh masyarakat. Warga Pontianak Timur dan sekitarnya juga antusias. Mereka datang beramai-ramai menyaksikan acara pembukaan. Suasana semakin meriah oleh penampilan drumband, kasidah, serta pembacaan ayat-ayat suci Alquran.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji berpesan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebagai pihak penyelenggara MTQ, agar terus melakukan inovasi-inovasi. Bahkan, menurut dia, inovasi-inovasi tersebut tidak hanya saat mengadakan kegiatan MTQ. Karena sebagai lembaga pengembangan, LPTQ diminta dia agar aktif dan bisa mencari cara bagaimana melakukan inovasi. Terutama, menurut dia, untuk mengajak anak-anak  muda agar mau memahami isi kandungan Alquran. “Sehingga pola perilaku hidup mereka lebih baik, memiliki bekal untuk menaungi ajaran agama Islam. Jika generasi muda kita tidak mengerti, bagaimana mereka bisa berprilaku seperti itu,” katanya.
Sutarmidji menegaskan bahwa Pemkot siap membantu dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan LPTQ. “Mudah-mudahan bisa terus dikembangkan, berupaya agar para remaja generasi penerus bangsa Kota Pontianak bisa memahami isi kandungan dari Alquran,” ucapnya.

Selain itu, Sutarmidji juga mengajak para orang tua agar mengingatkan anak-anak remaja mereka untuk terus mengkaji kandungan Alquran. Sebab, menurut dia, banyak hal yang bisa dihikmahi, agar pemikiran menjadi benar.Hidup di Kota Pontianak yang masyarakatnya heterogen menurut Sutarmidji layaknya dilakoni dengan konstitusi Madinah. Karena, dijelaskan dia, telah diatur di dalamnya bagaimana umat muslim memperlakukan orang-orang yang bukan seagama. Hanya, disayangkan dia, terkadang masyarakat susah menyosialisasikannya atau banyak yang malas membacanya. Padahal, menurut dia, jika dilakukan tentu tidak ada lagi keributan, kecurigaan, dan konflik antarsesama. “Ini konstitus paling pertama di dunia, paling baik, serta tidak ketinggalan zaman,” pungkasnya. (bar)

 

Berita Terkait