Midji Banggakan Pendidikan di Pontianak

Midji Banggakan Pendidikan di Pontianak

  Minggu, 20 November 2016 11:01
HARI GURU: Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyerahkan piala lomba usai upacara HUT ke-71 PGRI dan Hari Guru Nasional di Kota Pontianak, Kamis (19/11) di Jalan Rahadi Usman.HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, melihat secara keseluruhan pendidikan di Kota Pontianak semakin baik. Sebagai parameternya, diungkapkan dia bagaimana hasil nilai ujian nasional (Unas) murni mengalami peningkatan setiap tahun. Demikian dikatakan dia usai memimpin Upacara HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional 2016, di depan halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (19/11) pagi.

“Saya ucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71. Jajaran Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan terima kasih kepada guru dan PGRI yang sudah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan SDM Kota Pontianak,” ujar orang nomor satu di Kota Pontianak tersebut.

Selain hasil Unas, parameter lain yang menjadikan pendidikan di Kota Pontianak semakin baik, diungkapkan dia adalah beragam prestasi yang diraih pelajar kota ini. Tak hanya di tingkat lokal, menurutnya, pelajar di Bumi Khatulistiwa ini bahkan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional.

Diceritakan Midji, sapaan karibnya, belum lama ini ada pelajar dari SMKN 4 Pontianak berhasil meraih juara III dalam ajang roket air internasional di Filipina. Kemudian, dia menambahkan, prestasi yang membanggakan dia ketika pada 26 November lalu, satu pelajar perwakilan SMAN 1 Pontianak akan berangkat ke Selandia Baru membawa nama Indonesia. Berdasarkan informasi yang ia dapat, di sana pelajar ini akan mempersentasikan proposalnya tentang kota layak anak. 

“Beragam prestasi ini menunjukkan bahwa pelajar kita kreatif. Mereka berani memberikan pemikiran yang konstruktif untuk pembangunan Indonesia,” terangnya.

Mengenai pengalihan kewenangan SMA/SMK oleh provinsi, dipastikan dia jika Pemerintah Kota Pontianak telah menyerahkan asetnya. Selain aset sarana dan prasarana, terhitung 1 Januari 2017 mendatang, 9 ratusan guru dan pegawai tata usaha yang semula menjadi tanggung jawab mereka penggajiannya, akan akan beralih ke Provinsi.

Kalau kebutuhan guru di Pontianak, diakui dia, sampai sekarang ini masih bisa ditangani. Kalau pun kekurangan guru, ia meminta agar mahasiswa praktik mengajar dari FKIP dan IKIP Pontianak diperbantukan di sekolah-sekolah. 

Untuk akreditasi sekolah, diungkapkan dia, jika rerata nilainya sudah B dan A. Bahkan, dia menambahkan, pada 29 November ini, kota yang dipimpinnya mendapat penghargaan dari Badan Akreditasi Nasional. “Artinya pendidikan di Kota Pontianak sudah sangat baik,” ungkapnya. 

Hal senada juga dikatakan kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi. “Kita mendapat penghargaan akreditasi yang diberikan Badan Akreditasi Nasional. Penyerahannya akan dilakukan akhir November nanti. Perlu diketahui, satu- satunya kabupaten/kota di Kalbar, hanya Pontianak yang mendapat penghargaan itu,” katanya.

Terpisah, ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, melihat pendidikan di Kota Pontianak tiap tahunnya semakin baik. Dinas Pendidikan, diakui politikus PDI Perjuangan tersebut, juga telah melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan mutu SDM gurunya. 

“Diknas (Dinas Pendidikan, Red) akan memetakan guru perbidang studi. Menurut saya, dengan dilakukan pemetaan ini sangat baik. Kita akan tahu kelemahan dan kekurangan guru di Pontianak. Kemampuan SDM perguru harus diketahui. Setelah didapat, saya pikir Diknas akan tahu tindakan apa yang akan dilakukan. Semua yang dilakukan untuk membawa pendidikan kita semakin baik ke depan,” tutupnya. (iza)

 
 

Berita Terkait