Michelin Janjikan Tontonan Sengit

Michelin Janjikan Tontonan Sengit

  Jumat, 11 Agustus 2017 10:00

Berita Terkait

Iannone Dapat Kopling Baru

SPIELBERG- Mendengar nama Red Bull Ring, yang langsung muncul dalam benak adalah kecepatan tinggi, akselerasi, dan pengereman dalam. Tiga hal itu akan memberikan beban berat pada ban, yang berarti masalah untuk Michelin. Tahun ini produsen ban asal Pransir tersebut terus diterpa kritik keras karena performa yang tidak konsisten. Namun untuk Austria akhir pekan ini mereka menjanjikan ban yang dibawa mampu menciptakan tontonan menarik.

Manajer Ban Kendaraan Roda Dua Michelin Piero Taramasso menjelaskan, tahun lalu ban yang dibawa ke Austria punya performa sangat baik. Ban-ban tersebut mampu bekerja maksimal pada dua suhu ekstrim. Dingin saat latihan bebas hari pertama dan sangat panas pada saat balapan (Minggu). Saat itu, suhu trek nyaris menyentuh angka 50 derajat celsius.

''Ketahanan ban sangat mengagumkan karena rekor lap tercepat justru dicatat ketika balapan sudah hampir selesai,'' terangnya dilansir GP One. Rekor lap pada saat balapan adalah 1 menit 24,561 detik yang diraih juara tahun lalu Andrea Iannone. Saat itu rider Italia tersebut masih mengendarai Ducati.

Jika melihat tingkat kerusakan ban, semua sisinya tampak berwarna merah. Itu berarti, baik sisi kiri, tengah, dan kanan mendapatkan tekanan yang sama signifikan. Dengan data positif yang didapat dari tahun lalu Michelin percaya performa ban untuk akhir pekan ini akan sama atau bahkan lebih baik.

''Ini adalah trek yang sangat unik dengan hanya dua tikungan yang benar-benar berbelok ke kiri. Tahun ini aku yakin akan sama seperti tahun lalu dan membuat balapan sama menghiburnya dengan tahun lalu,'' tambahnya.

Michelin akan membawa tiga jenis ban seperti peraturan yang berlaku. Masing-masing tiga kompon simetris dan asimetris untuk ban depan. Yakni soft, medium, dan hard. Plus tiga ban asimetris untuk ban belakang dengan sisi kanan lebih tebal. Kompon yang sama juga berlaku untuk ban basah.

Ducati baru saja meneken kontrak dengan perusahaan peranti lunak ternama MegaRide. Teknologi mereka akan membantu menganalisa perilaku ban Michelin dari mulai latihan bebas, kualifikasi, dan juga balapan. Data yang diperoleh, termasuk temperatur dan tingkat keausan ban bisa langsung didapat secara real time.

Sementara itu, juara GP Austria tahun lalu Andrea Iannone mengaku bakal lebih pede akhir pekan ini setelah melakoni uji coba di Brno Senin lalu. Suzuki akan membawa teknologi kopling baru yang sudah dijajal pada uji coba tersebut. Hasilnya, baik Iannone dan rekan setimnya Alex Rins senang dengan teknologi tersebut.

''Kopling baru ini menarik. Khususnya ketika motor memasuki tikungan dan juga pada titik pengereman,'' ulas Bos Suzuki Davide Brivio. Kopling tersebut sudah dipakai sejak di Brno dan bakal dipakai di Red Bull Ring demi mengonfirmasi keampuhannya. Brivio juga memastikan Rins bakal menggunakan chassis baru yang digunakan Iannone sejak uji coba paska lomba di Barcelona akhir pekan ini. 

Hasil kurang memuaskan yang Iannone sejauh ini mendorong pabrikan asal Hamamatsu, Jepang itu melipatgandakan usahanya untuk mendongkrak performa mantan pembalap Ducati tersebut. Saat ini, Iannonen berada di posisi 16 klasemen pembalap dengan 28 poin.   

Iannone sendiri mengklaim, kecepatannya di balapan tahun ini lebih baik ketimbang pendahulunya di Suzuki Maverick Vinales. Data dan statistik Suzuki membuktikannya. Tapi dia juga mengakui, apa yang membuatnya terpuruk adalah tingginya level persaingan MotoGP tahun. Dengan kata lain, saat Iannone tampil lebih cepat dengan Suzuki, rider-rider tim lain jauh lebih cepat.

Fakta bahwa Iannone tampil tak seperti yang diprediksi sebelumnya memunculkan spekulasi bahwa kemenangan dua kali Suzuki musim lalu lebih dipengaruhi faktor skill Vinales ketimbang kehebatan motornya. (cak)

Berita Terkait