Metode Hazton Mulai Rambah Ketapang

Metode Hazton Mulai Rambah Ketapang

  Sabtu, 14 November 2015 10:44
PERSAWAHAN PELANG: Dahlan Iskan saat masih menjabat sebagai Menteri BUMN bertandang ke Desa Sungai Pelang. Persawahan di desa tersebut kembali menjadi pilot project metode hazton. KABARDAHLANISKAN.COM

Berita Terkait

PESAGUAN – Metode tanam padi sistem hazton mulai diujicobakan di Ketapang. Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat mendemonstrasikan penanaman sistem baru ini di areal persawahan seluas 4 hektare (Ha) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.Di sini para petani menggunakan bibit padi varietas mekongga. Karakteristik yang satu ini merupakan beras pulen, dengan umur panen tanaman kisaran 116 – 125 hari. Bentuk tanaman tegak, tinggi tanaman sekitar 91–106 sentimeter, anakan produktif berjumlah 13 – 16 batang, serta mampu menghasilkan kisaran 6 ton perhektare.

Pelopor penggerak petani Desa Sungai Pelang, Hadi Kusuma Negera, mengaku tertarik menggunakan teknologi hazton. Dengan menggunakan sistem ini, para petani dapat meningkatkan kapasitas produksi padi. "Petani menanam 20 batang bibit padi perlobang tanaman, tentu dapat meningkatkan hasil panen hingga 10 ton perhektare," katanya, beberapa hari lalu.

Terkait cara penanaman, diakui dia, tidak terlalu sulit dan tidak berbeda dari cara penanaman padi konvensional lainnya. "Caranya tak terlalu sulit, hanya dengan menambah bibit tanam yang biasanya satu atau dua bibit padi. Lewat sistem ini menjadi 20 atau lebih perlobang tanaman," jelasnya.

Namun ia juga mengingatkan jika penanaman dengan sistem ini, tidak serta merta ditinggalkan begitu saja setelah padi ditanam. Menurutnya, diperlukan perawatan sebagaimana perawatan padi semestinya. "Setelah tanam, tidak boleh langsung ditinggalkan. Pupuk dan pengendalian hama juga harus tetap dilakukan agar hasil panennya maksimal," ungkapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Anggraito, berharap agar pola penanaman padi dengan sistem ini dapat ditiru oleh petani lainnya. Menurutnya, terdapat beberapa keunggulan dari sistem ini, di antaranya hasil panen sangat menjanjikan. "Asalkan para petani taat mengikuti petunjuk dari para penyuluh yang sudah terlatih," katanya.

Metode hazton merupakan teknologi yang diperkenalkan oleh Hazairin dan Anton. Di mana, teknologi digunakan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi lebih besar bila dibandingkan dengan teknologi biasa. "Satu rumpun dapat menghasilkan lebih berat dari cara biasa. Selain itu, panen dapat lebih cepat sekitar satu sampai dua minggu dari cara biasa," jelasnya.

Teknologi ini telah dicoba di Kalbar dan dicontoh di beberapa daerah di Indonesia. Selain diberikan penyuluhan, para petani juga akan diberikan bantuan perawatan tanaman padi. "Para petani pelaksana percontohan juga akan dibantu pembelian benih, pupuk, pestisida dan teknik pengilahan metode hazton," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait