Mesum di Fasum, Didenda

Mesum di Fasum, Didenda

  Selasa, 12 April 2016 10:06
LARANGAN : Plang larangan pedagang berjualan di Taman Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah menjaga kebersihan dan ketertiban fasilitas umum (fasum) dinilai belum maksimal. Sebab, sejumlah masih kerap disalah fungsikan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Kami kerap mendapatkan oknum-oknum pemuda maupun pasangan mesum yang menjadikan fasum di Kota Mempawah sebagai tempat tongkrongan. Ini membuktikan kontrol dan pengawasan terahadap fasum belum berjalan maksimal,” pendapat Sekretaris Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Anti Maksiat (Geram) Mempawah, Muhammad Agus Susanto, Minggu (10/4) di Mempawah.

Prihatin dengan kondisi itu, Agus mengaku Geram telah melayangkan surat kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mempawah selaku instansi yang bertanggungjawab terhadap fasum, terutama taman-taman yang ada di Kota Mempawah.

“Kami mengapresiasi Dinas PU memasang plang peringatan agar pedagang tidak berjualan di lokasi taman. Tindakan itu sudah sangat baik dalam upaya menjaga taman agar tetap bersih dan indah,” pendapatnya.

Namun, imbuh Agus yang juga Sekretaris Gerakan Cinta Masjid (GCM) Mempawah itu, Dinas PU hendaknya tidak hanya melarang pedagang saja melainkan juga perlu membuat plang-plang larangan kemaksiatan.

“Misalnya pasang plang dilarang pacaran maupun mabuk-mabukan di lokasi taman. Para pelanggarnya bisa dikenakan sanksi materi maupun pidana. Bukan pedagang saja, pelaku kemasiatan juga harusnya dilarang,” tegasnya.

Agus pun menyarankan agar Dinas PU Kabupaten Mempawah mencontoh Pemerintah Kota Pontianak yang memberlakukan jadwal waktu kunjungan terhadap fasum taman. Dinas PU dapat mengatur waktu kunjungan sejak pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore.

“Dengan pemberlakuan waktu kunjungan itu, maka fasum akan steril dari pasangan mesum maupun oknum pemuda yang mabuk-mabukan ketika malam hari. Supaya aturan itu bisa berjalan dengan efektif, maka Dinas PU bisa berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja,” usulnya.

Dia pun berharap saran dan masukan yang disampaikan tersebut mendapatkan respon positif dari Dinas PU. Agar tidak ada lagi fasum-fasum di Kota Mempawah dan sekitarnya yang rusak dan kumuh serta menjadi sarang kemaksiatan.

“Kasus kemaksiatan di Kota Mempawah sudah berada di level bahaya. Pekan lalu, warga Pasir Wan Salim menangkap pasangan mesum yang sedang berzinah di eks bangunan warung remang-remang di komplek pelabuhan kuala mempawah pada siang bolong,” sesalnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait