MES Kalbar dan Bank Kalbar Syariah Sukses Gelar Sekolah Informal Ekonomi Islam

MES Kalbar dan Bank Kalbar Syariah Sukses Gelar Sekolah Informal Ekonomi Islam

  Senin, 2 November 2015 08:58
FOTO BERSAMA: Peserta dan pemateri program literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Islam bertajuk SIEI foto bersama. IST

Berita Terkait

PENGURUS Wilayah Masyarakat Ekonomi Islam Kalbar (PW MES Kalbar) sukses menggelar program literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Islam bertajuk Sekolah Informal Ekonomi Islam (SIEI), Sabtu (24/10). Kegiatan yang berlangsung selama sehari di Sugeban Alianyang Resto & Café ini didukung penuh Bank Kalbar Syariah.Sekolah Informal Ekonomi Islam dibuka oleh Viryan Azis selaku Ketua 1 PW MES Kalbar. Dalam sambutannya, Viryan menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalbar Syariah yang telah berkenan menjadi sponsor tunggal dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan tersebut dia berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan SIEI dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di kehidupan sehari-hari baik dalam manajemen keuangan keluarga maupun usaha rumah tangga.

Dikatakan bahwa banyak orang seolah pesimis sistem ekonomi Islam tidak dapat direalisasikan dalam kehidupan sekarang. “Padahal Adam Smith, yang dianggap bapak ekonomi dunia secara nyata mengatakan dalam bukunya yang sangat terkenal berjudul The Wealth of Nations bahwa ada dua kekuatan ekonomi besar pada masanya yaitu perekonomian Persia dan Romawi, tapi keduanya bukan yang terbaik. Perekonomian yang terbaik adalah di zaman Nabi Muhammad dan para sahabat,” ujar Viryan.

Lebih lanjut Viryan mengatakan bahwa dunia barat, tidak pernah jujur mengakui kemajuan ekonomi di zaman Rasulullah dan para sahabat. Di semua literatur yang ditulis dan diterbitkan ekonom barat selalu disebutkan adanya Masa Kegelapan (Dark Age) yang memutus sejarah ekonomi dunia dari zaman Romawi ke zaman ekonomi modern. “Jika dilihat waktunya, adanya kesenjangan besar di masa kegelapan ekonomi barat berlangsung sekira abad ke-6 sampai ke-14 M. Justru pada masa itulah ekonomi dunia Islam berjaya dibawah kepemimpinan Rasulullaah dan dilanjutkan oleh para sahabatnya,” imbuhnya.

SIEI level dasar ini dibagi menjadi tiga sesi sesuai dengan pokok materi yang diberikan. Materi sesi pertama membahas sejarah pemikiran ekonomi Islam, disampaikan oleh M Hanafi, akademisi sekaligus praktisi ekonomi Islam. Dalam pemaparannya Hanafi mengatakan bahwa praktik-praktik bisnis, pengelolaan keuangan serta kebijakan perekonomian Negara termasuk Indonesia sebenarnya telah dijalankan sejak zaman awal peradabadan Islam.

“Sebagai contoh pada zaman khalifah Ummar Ibn Khattab telah dibuat kebijakan. Melakukan langkah-langkah besar pengembangan ekonomi dibidang pertanian seperti memberikan hadiah tanah kepada masyarakat yang harus digarap sebelum 1 tahun, membangun irigasi, waduk, pintu kanal, pintu air serba guna untuk mendistribusikan air di ladang. Menciptakan perdagangan yang sehat seperti memotong pajak sebesar 50%. Membangun pasar hingga ke wilayah pedalaman”, ungkap Hanafi.

Selanjutnya di sesi kedua, Hanafi menyampaikan materi Konsep Dasar Ekonomi dan Keuangan Islam. Dikatakannya bahwa bagi seorang muslim, seluruh aktivitas ekonominya haruslah berdasarkan prinsip-prinsip Islam yang bersumber pada Alquran dan As Sunnah. “Seluruh bentuk kegiatan ekonomi harus dibangun di atas tiga pondasi, yaitu nilai-nilai keimanan (tauhid), Islam (syariah) dan ihsan (etika). Jika tidak berlandaskan ketiga hal tersebut tidak dapat dikatakan ekonomi Islam,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan materi yang disampaikan oleh Rasiam M.A, yaitu Fiqh Muamalah. Dalam pemaparannya, Rasiam menyampaikan bahwa hukum dasar muamalah adalah semuanya boleh, kecuali yang telah jelas larangannya. “Rekayasa supply yaitu membuat seolah-olah pasokan barang atas produk tertentu berkurang atau rekayasa demand yang mengkondisikan seakan-akan satu atau beberapa produk sangat diminati masyarakat sehingga pedagang dapat menaikkan harga diatas harga normal. Hal semacam ini dengan tegas dilarang dalam Islam karena mengganggu pergerakan ekonomi masyarakat,” tambahnya. (biz)

Berita Terkait