Merubah Pola Pikir Masyarakat Dalam Menentukan Calon Pemimpin

Merubah Pola Pikir Masyarakat Dalam Menentukan Calon Pemimpin

  Rabu, 14 September 2016 09:30   533

Oleh: Afriansyah, SKM, M.Psi

 

SETIAP 5 tahun sekali hampir semua daerah di penjuru negeri menyelenggarakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Bakal calon pemimpin akan dipilih langsung oleh masyarakat. Mengingat kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat maka para calon pemimpin yang mempunyai keinginan dan memiliki peluang besar untuk dipilih saling berlomba-lomba melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan hal tersebut. Akan tetapi  menjadi pemimpin tidak semudah atau hanya dengan modal punya keinginan dan peluang saja, karena menjadi pemimpin berarti siap mengemban tanggung jawab yang berat, seorang pemimpin akan dibebani tanggung jawab etis/moril untuk memutuskan satu seleksi dan keputusan ditengah macam-macam peristiwa yang tidak pasti, belum dikenal, dan muncul secara mendadak atau secara tidak terduga.

Tak mudah menjadi Pemimpin yang baik, karena pemimpin bukanlah sekedar orang yang memberikan perintah, bukan pula orang yang harus ditakuti atau di ikuti. Pemimpin adalah orang yang mampu merajut harmonisasi dari yang di pimpinnya hingga mampu bekerja sama untuk meraih cita cita bersama. Banyak kasus sebuah kelompok, organisasi atau perkumpulan berisi orang2 dengan perbedaan keinginan pendapat dan cara pandang yang berbeda beda, ini berakibat munculnya banyak konflik. Hal kecil dan sederhana kadang menjadi masalah besar, perbedaan yang tidak pelru di tonjolkan akhirnya mengganggu perjalanan kepemimpinan yang ada. Tidak mudah untuk bisa segera menyelesaikan konflik demi konflik yang ada karena seringkali masalah muncul pada saat yang tidak tepat.  Dengan pemahaman yang beragam, dengan pendidikan yang tidak sama, dengan isi kepala yang berbeda maka akan sangat sulit buat seorang pemimpin untuk bisa memenuhi seluruh harapan anggota, karenanya dibutuhkan ide kreatif, kesabaran, kebijaksanaan dan tentu saja dukungan dari semua pihak agar seseorang bisa sukses menjadi seorang pemimpin.

Keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh sifat-sifat dan karakter yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin tersebut. Di negara kita sudah banyak kasus atau permasalahan seorang pemimpin yang menyimpang dan sangat tidak sesuai dengan jabatan yang tengah diembannya. Hal tersebut terjadi karena sejak dari awal karakter asli sang pemimpin selalu terkamuflase atau tersamarkan dengan baik sehingga akhirnya mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin. Tentunya kita semua sangat berharap hal sedemikian rupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Seorang Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Kelebihan atau kecakapan seorang pemimpin tentunya dapat kita lihat melalui track record individu tersebut. Namun belakangan ini masyarakat lebih banyak tidak peduli dengan track record calon pemimpin, penampilan fisik dan politik uang, sangat besar pengaruhnya dalam pengambilkan keputusan memilih bagi sebagian besar masyarakat. Keputusan memilih tidak lagi dihasilkan dari proses elaborasi dan pemikiran panjang atas argumentasi dan track record orang yang dipilih.

Pola pikir masyarakat yang belakangan ini salah harus segera diperbaiki, pola pikir merupakan cara otak dan akal menerima, memproses, menganalisi, mempersepsi, dan membuat kesimpulan terhadap informasi yang masuk melalui indra. Salah satu faktor yang turut andil dan berpengaruh untuk pembentukan pola pikir masyarakat adalah informasi dari media. Dari media masyarakat mendapatkan banyak informasi, media menjadi sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi, dan media juga merupakan sarana untuk mempercepat dalam penyampaian informasi. Di era digital ini, tantangan yang dihadapi masyarakat bukan lagi dari mana memperoleh informasi. Namun, bagaimana cara masyarakat menyaring informasi yang bertebaran di dunia maya. Masyarakat perlu lebih cermat untuk memilah-milah informasi dan melihat dari sudut pandang yang luas, karena informasi merupakan salah satu faktor yang memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan pola pikir dan masyarakat. Apabila pola pikir masyarakat terbentuk dengan baik maka kedepannya segala tindakan dan keputusan akan menghasilkan hasil yang lebih baik pula, namun untuk merubah dan memperbaiki pola pikir masyarakat bukan merupakan perkara yang mudah, butuh usaha dari berbagai sektor untuk mendukung keberhasilan dan juga membutuhkan proses yang tidak sebentar. Akan tetapi, jika pola pikir masyarakat dapat berubah kemungkinan besar masyarakat akan lebih bisa berpikir secara positif, berfikir maju dan lebih bisa memahami suatu permasalahan, sehingga masyarakat tidak gampang terpengaruh dengan calon pemimpin yang hanya akan membuat keadaan suatu daerah semakin memburuk. (**)