Mereka Inspirasi untuk Negeri

Mereka Inspirasi untuk Negeri

  Senin, 13 November 2017 10:16

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemilihan Duta Baca Cilik merupakan even pendukung dari Pemilihan Duta Baca Kalbar 2017. Diharapkan, ini dapat menginspirasi banyak orang untuk menanamkan budaya baca sejak dini.

Inspirasi bisa didapat dari mana saja, dan dari siapa saja. Termasuk dari anak kecil. Ini tergambarkan dari penampilan lima finalis Duta Baca Cilik Kalbar dalam mengajak membiasakan membaca sejak dini.

Tak hanya terhibur, tetapi penonton juga kagum dengan semangat membaca dari kelimanya. Gelak tawa penonton menyaksikan penampilan lima finalis Duta Baca Cilik. Beragam gaya ditampilkan para finalis. Mulai dari gaya orasi, bercerita, hingga gaya lupa-lupa ingat  apa yang ingin disampaikan.

Muhammad Raqxel Alkadrie langsung berucap syukur ketika namanya nobatkan sebagai Duta Baca Cilik 2017. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya. Penampilannya malam itu mengagumkan. 

Ini bukanlah prestasi pertama anak berusia 12 tahun ini. Tahun 2016, dia mewakili Kalbar dan berhasil menjadi juara nasional lomba bercerita anak tingkat siswa SD/ MI yang digelar di Jakarta 14-17 Agustus 2016. Dia berkesempatan diundang ke Istana Negara, bertemu Presiden Joko Widodo tepat saat perayaan HUT ke-71 RI.

Raqxel mengaku, prestasi gemilangnya itu didapat karena dia sering membaca. Buku-buku cerita rakyat dan komik menjadi bacaan kegemarannya. “Ada juga buku lain, seperti  buku kumpulan puisi,” ceritanya.

Bersama ibunya, Raqxel  berkolaborasi membaca dan meringkas buku sehingga menjadi suatu cerita yang singkat dan jelas. “Saya menularkan minat baca itu dimulai dari lingkungan sekitar. Mulai dari keluarga, hingga ke teman,” papar dia saat menyampaikan visi misinya.

Kebahagiaan tak hanya milik Raqxel, tetapi juga Dalilah Sephi Adzhani berada di posisi kedua, dan di posisi ketiga ada Galuh Edelweiis S Rosyad.  Setiap harinya Dalilah, murid kelas 1 SMP Al Mumtaz ini  membaca buku. Dia memiliki keinginannya bisa keliling dunia dengan menulis. "Setiap hari saya baca 2 sampai lima buku," kata dia.

Tak hanya buku Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) saja yang dibacanya, tetapi buku karangan Asma Nadia, Tere Liye pun dilahapnya. Seperti buku Hapalan Shalat Delisa, dan Moga Bunda disayang Allah. “Setiap hari saya selalu membaca. Membaca itu mengasyikkan. Membuka jendela dunia. Sekali duduk bisa satu hingga satu setengah jam,” ulas dia.

Penampilan  Galuh Edelweiis R Rosyad tak kalah membuat kagum penonton. Murid SMP N 3 Pontianak sudah ada lima karyanya yang  diterbitkan  di penerbit nasional." Empat cerpen antologi dan satu lagi surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata dia.

Edelweiss terbiasa membaca setiap hari. Dia juga membiasakan dirinya setiap hari membawa minimal satu buku dalam tasnya. Baik saat ke sekolah maupuan saat ke mall atau ke tempat lain. Cerita menginspirasi juga datang dari Talita Khairunnisa. Berada di posisi empat tak membuatnya sedih. Saat di panggung, dia berbagi cerita sering mengajar temannya yang belum bisa baca saat menunggu jemputan pulang sekolah.

Murid yang berusia 9 tahun ini mengaku senang membaca karena sering diajak ke rumah baca. Sedangkan penampilan Ghadiza Athaira  tampil menghibur. Gaya bicaranya tak jarang membuat penonton tertawa. Anak berusia 9 tahun ini menumbuhkan rasa ingin tahunya dengan membaca. "Saya paling suka baca buku ke perpustakaan," kata murid SDIT Al Karima Kubu Raya ini. (mrd)

Berita Terkait