Mereguk Untung dari Bisnis Kue Rumahan

Mereguk Untung dari Bisnis Kue Rumahan

  Senin, 27 June 2016 10:25
KUE RUMAHAN : Hobi memasak mengantar Neng Niawati dan Fatima menggeluti bisnis kue rumahan. Hobi yang menghasilkan keuntungan yang cukup besar. FATIMA DAN NENG NIAWATI FOR PONTIANAK POST

Banyak orang yang tertarik terjun berbisnis makanan. Selain karena hobi, menjalani bisnis ini juga dapat meraup keuntungan yang cukup besar. Apalagi pada momen-momen seperti hari besar keagamaan.

Ramses L Tobing

BISNIS makanan di Pontianak tumbuh pesat. Sangat mudah menemukannya di setiap sudut jalan kota ini. Dari makanan asli olahan masyarakat setempat hingga dari daerah luar termasuk luar negeri.

Saking berkembangnya bisnis ini, menjalankannya bisa saja hanya dari rumah, tanpa harus membuka tempat khusus untuk berjualan. Pemasarannya bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Produk-produk diupload di dunia maya kemudian dipromosikan melalui media sosial. Seperti facebook, twitter, instagram, path, blackberry messenger, whats app dan beberapa konten lainya. Dan memang latar belakang mereka yang mau menekuni bisnis ini dikarenakan hobi. Jika sudah seperti itu maka beban menjalaninya akan sedikit berkurang.

Ini juga yang dialami Neng Niawati Owner Ammar Cake. Wanita yang akrab disapa Neng atau Nia ini terjun melakoni karena hobinya suka memasak. Hobinya itu disalurkan saat kerabatnya ulang tahun dan dia membuat creamy puding jagung andalannya.

Dari sinilah karyanya mulai dilirik. Rasanya yang lezat membuat beberapa kerabat mulai memesan. Melihat peluang itu, Nia lantas mulai berjualan creamy puding jagung secara online di tahun 2014.  “Baru beberapa hari saya sudah dapat orderan masal,” kata wanita kelahiran 6 Januari 1986 ini.

Bisnis baru saja di mulai, namun Nia sudah mendapat tantangan. Dan salah satu pelanggannya meminta dibuatkan brownies. Nia sendiri mengaku belum pernah membuat kue tersebut. Namun dia merasa tertantang untuk mencobanya. Dan hasilnya memuaskan ketika diujikan ke konsumen. “Setelah dibuat saya minta testimoni ke konsumen. Hasilnya pesanan pun  meledak,” ujar wanita berusia 30 tahun ini.

Sejak saat itu sampai sekarang brownies Ammar Cake menjadi primadona. Kue jenis ini menjadi best seller dan disebut sebagai Amanda Brownies van Borneo. Dua tahun berjalan, produk Ammar Cake menyebar di setiap sudut kota seribu parit ini. Namun pemesannya berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan diperuntukkan kerabatnya di Pontianak.

Jenis kue yang dijual Ammar Cake seperti Cake potong atau Slice Cake isi empat varian, roll cake panjang 20 cm dengan varian isi coklat leleh dan selai blueberry, whole cake, dan brownies berbagai ukuran dan varian rasa. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp25 ribu hingga Rp160 ribu. Perharinya Nia bisa menjual minimal 50 hingga 100 boks dan empat hingga delapan whole cake.

Ada juga Fatima yang menggeluti bisnis yang sama. Berawal dari hobi berkreasi di dapur mengantarkan wanita yang tinggal di Jalan Johar ini membuka Rumah Brownies tahun 2014 silam. “Beberapa teman-teman langsung saat mencoba brownies buatan saya. Rasanya yang enak dan tidak enek,” cerita alumni IAIN Pontianak ini.

Dia menyebutkan beberapa temanya juga ikut andil dalam membesarkan rumah brownies. Dari merekalah, jelas dia, kue-kue yang dibuatnya bisa dikenal konsumen. Meskipun dia membangun bisnis ini dari rumah.

Akan tetapi Fatima menyadari promosi harus dilakukan secara gencar. Dia pun memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi. “Alhamdulillah semakin lama semakin banyak yang kenal produk saya,” kata dia.

Menurut Fatima tantangan terberat yang dihadapi saat ini adalah ketidaksiapan untuk ready stok produk. Di sisi lainnya toko-toko kue (Brownies) di Pontianak yang siap jual produk (ready) tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Dan ini berbanding terbalik dengan produk yang dihasilkan Fatima yang hanya bisa dipasarkan via online. Apalagi sebagai bisnis rumahan Fatima hanya membangun konsep produk made by order.

Kendati demikian dalam sebulan Fatima bisa menjual sekitar 50 hingga 60 cetak brownies dengan berbagai ukuran dan harga. Selain dalam kota, Rumah Brownies juga melayani orderan dari luar kota. Seperti Sintang, Sanggau, Kayong Utara, Mempawah dan Sambas. “Bahkan sebelum dan setelah lebaran ada yang order oleh-oleh pulang ke Jawa,” ceritanya.

Fatima berkeyakinan bisnis ini akan berkembang. Karena itu dia tidak mau berkutat hanya satu jenis kue saja. dan Dalam perjalanannya permintaan konsumen terus meningkat. Mau tak mau dirinya harus mengembangkan produk lain yaitu berbagai cake dan cookies. Ada juga bolu, rainbow cake, blackforest dan puding. Di momen ramahan ini Fatima juga melayani pesanan aneka kue lapis dan cookies untuk lebaran.

“Alhamdulillah setahun terakhir orderan meningkat. Salah satunya untuk kue ulang tahun dengan berbagai bentuk dan karakter. Itu tantangan bagi saya untuk terus belajar di dunia baking dan decorating demi memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen,” pungkasnya. (*)